Laporan Pelayanan Praktek 1 Tahun di GKII (Gereja Kristen Injili Indonesia) Jemaat Curup
BAB I
PENDAHULUAN
Puji syukur hanya kepada Tuhan Yesus
Kristus yang telah menolong serta mempercayakan kepada penulis untuk dapat
menyelesaikan praktek pelayanan 1 tahun yang dimulai dari bulan Desember 2015
hingga Desember 2016. Penulis diutus atau ditempatkan di GEREJA KRISTEN INJILI
INDOSESIA (GKII) Curup. Matius 6:33 “Carilah
dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan atasmu” merupakan
ayat pengutusan yang memberikan motivasi bagi penulis untuk memasuki praktek
pelayanan 1 tahun hingga selesai.
Hanya Karena berkat dan pertolongan
Tuhanlah akhirnya penulis dapat menyelesaikan praktek pelayanan satu tahun ini.
Ada banyak pengalaman yang penulis dapatkan selama praktek 1 tahun ini yang
sangat bermanfaat bagi penulis ketika dalam pelayanan praktek 1 tahun dan untuk
pelayanan kedepannya.
GEREJA KRISTEN INJILI INDONESIA (GKII)
Curup digembalai oleh
Pdt. Frans Ludji, MA bersama dengan Ibu. Elizabeth Dandra
sebagai ibu gembala. Ditempat ini penulis melayani bersama beberapa rekan
pelayanan, yaitu Sdri.Resty Setiani (STTIP), Sdri. Rosnawati Timbange (STTE),
Sdri. Tiur Maria Pangaribuan (STTAB), Ev. Kristian Hari Wibowo (I3), Ev.
Lusiana (I3), Ev. Silvia Megawati (STTP), dan Ev. Yoel Sutrisno (STTP). Dengan
kerjasama yang baik bersama rekan-rekan pelayanan ini sangat membantu penulis
selama praktek pelayanan 1 tahun.
Laporan pelayanan ini ditulis dalam
rangka melaporkan tugas praktek pelayanan 1 tahun yang telah dilakukan penulis,
sebagaimana telah ditentukan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang (STTIP)
kepada setiap mahasiswa/I semester VIII (Tingkat IV) dan Semester IX (Tingkat
V). Dalam penulisan laporan pelayanan ini tidaklah sempurna oleh karena itu
penulis mengharapkan saran dari semua pihak agar penulisan ini menjadi lebih
baik.
Akhirnya segala pujian dan hormat
hanya bagi Tuhan Yesus yang merupakan penolong serta penghibur sejati. Apabila
penulisan laporan pelayanan ini belum memenuhi harapan, penulis mohon maaf dan
kiranya dapat dimaklumi. Terimakasih Tuhan Yesus membekati.
BAB II
SEJARAH GEREJA, KEADAAN GEOGRAFIS, DAN KONDISI
PELAYANAN
A.
Sejarah
Gereja
Gereja
Kristen Injili Indonesia (GKII) telah melalui banyak fase sehingga akhirnya
ditetapkan sebagai gereja GKII. Perintisan pertama GKII dimulai pada tahun 1934
yang dilakukan oleh seorang Misionaris yang bernama Pdt. Hubert Mitchael berkebangsaan Amerika, ia diutus oleh badan Misi Go Ye Fellowship dari Los
Angels-California USA. Dan di Indonesia ia melayani dibawah pengawasan dan
pimpinan Zending Christian Missionary Alliance (CMA) yang merupakan induk dari
Gereja KINGMI (Gereja Kemah Injil Indonesia).
Awalnya
Pdt. Hubert Mitchael diutus untuk melakukan penginjilan di pulau Borneo
(Kalimantan) namun missi CMA mengutusnya ke pulau Andalas (Sumatera) pada tahun
1934. Ia dan keluarganya tiba dan tinggal pertama kali di Pagar Alam kemudian
ia pindah ke Lubuk Linggau dan memulai menginjili Suku Anak Dalam, lalu ia
pindah ke Jambi namun, di Jambi ibu Pdt. Hubert Mitchael meninggal dikarenakan
sakit Malaria akhirnya Pdt. Hubert Mitchael kembali lagi ke Lubuk linggau dan
melanjutkan penginjilan kepada Suku Anak Dalam (Kubu).
Perjalanan pertamanya ditemani oleh Kwee To
San (Tionghoa) sebagai penunjuk jalan. Lalu pada perjalanan selanjutnya ia
membawa serta beberapa orang Indonesia yakni Bpk. Fredrick Lumban Tobing,
GuruSulan (Suku Daya), dan Kwe To san serta Wan Embok (Tionghoa). Singkat
cerita pada tahun 1935 Pdt. Hubert Mitchael bersama
Bpk. Lumban Tobing (seorang pegawai
kebun yang setia dan takut akan Tuhan) memberitakan injil kepada 8 keluarga (21
jiwa) kemudian berkembang hingga menghimpun 85 jiwa Suku Kubu. Kemudian ada
banyak misionaris lain yang menyusul untuk melayani Suku Anak Dalam yakni Pdt.
Griffin Amstrong, Ibu. Howthorn dan
Pdt. Morken adik ipar Pdt. Hubert
Mitchael yang membantu pelayanan di Malus sampai Jambi.
Pada
tahun 1938 didirikan sebuah gereja di Malus yang dilayani oleh Bpk. F. Lumban
Tobing dan pada awalnya gereja ini membaptis 6 orang dari suku Kubu. Dan 6
orang inilah menjadi tonggak pertama atau cikal bakal Gereja Kristen Injili
Indonesia (GKII).
Pada
tahun 1941 Pdt. Hubert Mitchael meninggalkan pelayanan Suku Kubu karena situasi
politik yang semakin menghangat menjelang Perang Dunia II dan Bpk. F.Lumban
Tobing pindah ke Tanjung Enim dan bekerja sebagai pegawai kantor urusan Agama,
Bimas Kristen Protestan. Pada tahun 1949 CMA
menyerahkan pelayanan misi di Sumatera kepada Misi Worldwide
Evangelization Crusade (WEC). Pada tahun 1950 WEC mengutus Pdt. Germann Eddey
sekeluarga (Swiss), Ev. Nona Ruth Loan (New Zealand) diutus dari Kalimantan ke
Pulau Sumatera, mereka tiba dan tinggal di Lubuk Linggau. Mereka melayani Suku
Anak dalam di Rimba Khayangan, Tugu Mulyo. Tahun 1951
Pdt. Olaf Nyheym (Norwegia) datang
untuk membantu pelayanan di sungai Kijang dan Singkut.
Pada
akhir 1950 Pdt. German Edey sekeluarga dan Nona Ruth Loan pindah ke Curup. Di
Curup mereka menghimpun orang Kristen dan membentuk persekutuan yang diberi
nama Persekutuan Injil Internasional (PII) dan melayani hingga tahun 1953.
Pada
tahun 1952 Pdt. F.L Hill sekeluarga (Australia) dari Misi WEC diutus ke
Indonesia menuju Kalimantan kemudian Sumatera untuk membantu Pdt. German Edey.
Pada tahun 1954 Pdt. German Edey pindah dari Sumatera ke Jawa. Pelayanan di
Sumatera dilanjutkan oleh Pdt. FL. Hill bersama Pdt. K.G Willams (Australia)
yang diutus ke Curup pada tahun 1953.
Pada bulan Oktober 1956 missionaris Colin
Harrington (New Zealand) bergabung melayani bersama Hills dan Ken
dalam pelayanan di Curup dan sekitar Kota Curup. Pada tahun 1957 Gereja
Persekutuan Indjil (GPI – the Gospel
Fellowship Church) telah mampu membeli sejumlah property (lahan) di Curup dekat bagian Kuburan Chinese. Para
missionaris itu membangun sebuah bangunan yang dipergunakan untuk kepentingan
dukungan pelayanan WEC, dimana materialnya sebagian besar disumbangkan oleh
perkebunan teh milik Belanda yang ditutup. Gereja GPI memiliki banyak sahabat
di pemerintahan daerah dan dari kalangan militer. Kemitraan ini terjadi
disebabkan Ibu Hills mengajar bahasa Inggris untuk para pejabat tersebut. Hal
ini berdampak adanya dukungan bagi pelayanan GPI/WEC pada masa itu (Sumber:
Sejarah WEC Terjemahan Pdt. David S.P).
Pdt. K.G Willams melanjutkan pelayanan penginjilan kepada Suku Kubu,
selama 6 tahun mereka mendapatkan pelayanan dengan tenang namun, pada masa
pemberontakan PRRI tahun 1958, suku Kubu terpencar dan kembali masuk kehutan.
Pada
tahun 1959, Pdt F.L Hill sekeluarga dan Pemuda HM. Wiyono pindah dari Curup ke
Palembang dan menjadikan Jln. Sekojo No. 4 sekarang No. 42 sebagai pusat
penginginjilan Misi WEC untuk Sumatera. Pdt. K.G Willams juga pindah ke
Palembang walaupun masih melayani jemaat Suku Kubu dan pada tahun 1985 ia
meninggalkan Indonesia. Di Palembang PII berganti nama menjadi Gereja Kristen
Persekutuan Injili.
Tahun
1959, setelah pensiun Bpk. F. Lumban Tobing kembali bergabung dengan Misi WEC,
tahun 1960 ia ditahbiskan sebagai pendeta pertama PII di Curup. Kemudian ia
melanjutkan penginjilan di Bengkulu Selatan. Sejak tahun 1963 Pdt. F. Lumban
Tobing dan ibu pindah ke Bengkulu dan mengadakan penginjilan dengan suku
Serawai.
Pelayanan
pengijilan yang diresmikan oleh Pdt. F. Lumban Tobing berjalan dengan cepat
karena dibantu oleh tenaga Mahasiswa praktek dari I-3 Batu Malang. Pada tanggal
16 Agustus 1964 Pdt. P. Octavianus (YPPII), mendirikan Gereja Kristen Injili
Sumatera Selatan (GEKISUS) tanpa sepengetahuan Pdt. F. Lumban Tobing dan rekan
hamba Tuhan dari Misi WEC lainnya yang bergabung dengan Gereja Kristen
Persekutuan Injil.
Jemaat
Gereja Kristen Persekutuan Injil yang berada di Palembang, Curup, Bengkulu,
Muara Aman dan Suku Kubu, tidak mau bergabung dengan gereja bentukan baru
GEKISUS, Gereja yang tidak bergabung dengan GEKISUS berkembang di bawah
pelayanan hamba-hamba Tuhan dari Misi WEC dan Jemaat seperti Ev. Nona Ruth
Loan, Pdt. F.L Hill, Pdt. KG. Williams, Pdt. CR. Harrington, Pdt. F.Lumban
Tobing, Pdt. H.M Eijono, Bpk. Tindik Harefa, Bpk. Johan Yakub Danutaga dan Bpk.
YM. Saragih, mengarahkan menjadi sebuah lembaga dengan nama Gereja Kristen
Injili Indonesia (GKII) Pada tanggal 17 Juni 1967 di Tanjung Enim, Kab. Muara Enim,
Propinsi Sumatera Selatan. Pada saat yang sama Gereja Kristen Persekutuan Injil
dihapus.
Gereja
Kristen Injili Indonesia (GKII) berdiri tahun 1967 di Palembang (Jln. Sekojo
No. 4) sampai tahun 1981. Kemudian tahun 1982 dalam sidang Sinode ke V, memutuskan
untuk memindahkan sekretariat ke Curup, Bengkulu sampai sekarang. (Sumber:Sekretariat Majelis Sinode)
B. Keadaan Geografis (Sumber: Wikipedia)
1. Letak Geografis
Curup adalah Ibu kota
Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu Indonesia. Kabupaten Rejang
Lebong terletak pada posisi 102°19’-102°57’ Bujur Timur dan 2°22’07’’- 3°31’
Lintang Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.515,76 km2. Curup merupakan kota di daerah
pegunungan bukit barisan (dengan ketinggian 100 m hingga 1000 m diatas
permukaan laut) dan dikelilingi oleh Bukit Kaba/Gunung Kaba dan Bukit Daun.
2. Iklim dan Topografi
Secara
topografi, kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah yang berbukit-bukit,
terletak pada dataran tinggi pegunungan barisan. Secara umum kondisi fisik
Kabupaten Rejang Lebong ialah sebagai berikut:
Ø Kelerengan :
datar sampai bergelombang
Ø Jenis tanah :
Andosol, Regosol, Podsolik, Latosol dan Alluvial
Ø Tekstur tanah :
sedang, lempung, dan sedikit berpasir dengan Ph tanah 4,5-7,5
Ø Kedalaman efektif tanah : sebagian besar terdiri atas kedalaman 60 cm hingga lebih
dari 90 cm, sebagian terdapat erosi ringan tingkat pengikisan 0-10%
Ø Curah hujan :
rata-rata 233,75 mm/bulan, dengan jumlah hari hujan rata-rata 14,6 hari/bulan
pada musim kemarau dan 23,2 hari/bulan pada musim penghujan.
Ø Suhu :
suhu normal rata-rata 17,73oc-30,940oc dengan kelembaban
nisbi rata-rata 85,5%.
3. Batas Wilayah
Adapun batas-batas Wilayah kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong yaitu:
Ø
Sebelah Utara :
Kabupaten Lebong dan Kabupaten Musi
Rawas
Ø
Sebelah Selatan :
Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Empat
Lawang
Ø
Sebelah Barat :
Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara
Ø
Sebelah Timur :
Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Jarak kota Curup dengan kota di sekitar, antara lain:
Ø
Kepahiang :
25 km
Ø
Bengkulu :
85 km
Ø
Lubuk linggau :
55 km
Ø
Palembang :
484 km
Ø
Tanjung karang :
774 km
Ø
Padang :
890 km
Ø
Jambi :
702 km
4. Kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong :
Kota Curup berada di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini di Kabupaten Rejang
lebong terdapat 15 Kecamatan, yaitu:
1.
Kecamatan Curup (Pasar baru)
2.
Kecamatan Curup Utara (Tunas Harapan)
3.
Kecamatan Curup Selatan (Lubuk Ubar)
4.
Kecamatan Curup Timur (Talang Ulu)
5.
Kecamatan Curup Tengah (Batu Galing)
6.
Kecamatan Selupu Rejang (Air Duku)
7.
Kecamatan Bermani Ulu (Kampung Melayu)
8.
Kecamatan Bermani Ulu Raya (Bakan Baru)
9.
Kecamatan Sindang Kelingi (Beingin Tiga)
10. Kecamatan
Sindang Dataran (Bengko)
11. Kecamatan
Sindang Beliti Ulu (Apur)
12. Kecamatan
Sindang Beliti Ilir (Lubuk Belimbing)
13. Kecamatan
Binduriang (Kepala Curup)
14. Kecamatan
Padang Ulak Tanding (Pasar Padang Ulak Tanding)
15. Kecamatan
Kota Padang (Kota Padang)
Kota Curup sendiri terdiri dari 9 kelurahan antara lain Kelurahan Air
Putih, Air Rambai, Dwi Tunggal, Adirejo, Talang Benih, Jalan Baru, Pasar Baru,
Pasar Tengah dan Timbul Rejo. Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup,
berada di kelurahan Talang Benih, kecamatan Curup.
5. Objek Wisata Kecamatan Curup
Beberapa Objek wisata di kecamatan Curup, antara lain:
Ø
Suban Air Panas
Ø
Kolam Renang Muna Tirta
Ø
Danau Talang Kering
Ø
Air Terjun Talang Rimbo
Ø
Masjid Agung Curup
Ø
Rumah Adat Rejang Lebong
Ø
Bendungan Musi Kejalo
Ø
Objek Wisata Alam “DIOBAGITE”
6. Keadaan Pendudukan (Sumber:
Wikipedia)
a. Kependudukan
Penduduk
asli terdiri dari 2 suku utama yaitu suku
Rejang (mendiami Kecamatan Curup, Curup Utara, Curup Timur, Curup Selatan,
Curup Tengah, Bermai Ulu, Bermai Ulu Raya dan sebagian Selupu Rejang) dan suku Lembak (mendiami kecamatan Kota
Padang, Padang Ulak Tanding, Binduriang, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu,
Sindang Beliti Ilir dan Sindang Kelingi).
Pada
tahun 1904 sejak Zaman Belanda provinsi dibuka untuk transmigrasi oleh Karena
itu ada beberapa suku pendatang juga yang menetap secara turun temurun di
Rejang Lebong (Curup), antara lain suku Kaur (datang dari sudut tenggara
provinsi Bengkulu untuk mengadu nasib), suku Musi (datang atas kemauan untuk
menuntut ilmu dan belajar dari Sumatera Selatan ), suku Palembang, suku Madura
(datang untuk bertani dan berdagang), suku Sunda (mendiami perkotaan dan
wilayah transmigrasi Talang Benih), suku Serawai (datang untuk bertani di
dataran tinggi dan pedalaman), suku Basemah (penduduk asli Sumatera Selatan
banyak berdiam di Curup Tengah), suku Melayu, suku Minang, suku Ambon (datang
atas dasar tugas sebagai misionaris ke pedalaman), suku Batak, suku Lampung
(datang sebagai pengusaha), keturunan India, Tionghoa (berdagang), suku
Minahasa (datang atas dasar tugas sebagai misionaris ke daerah-daerah), suku
Bali dan suku Kerinci.
Di
Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup sendiri terdiri dari beberapa suku
antara lain Jawa, Tionghoa, Serawai, Batak, Rejang, Nias, dan NTT.
b. Jumlah Penduduk
Berdasarkan data tahun 2010 jumlah penduduk di kota Curup berjumlah
28.173 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan yakni Keluaran Air Putih (3.321 jiwa),
Air Rambai (4.000 jiwa), Dwi Tunggal (2.904 jiwa), Adirejo (1.387 jiwa), Talang
Benih (6. 519 jiwa), Jalan Baru (4.828 jiwa), Pasar Baru (1.323 Jiwa), Pasar
Tengah (1.415 jiwa), Timbul Rejo (2.487 jiwa).
c. Perekonomian
Mata pencarian penduduk di dominasi oleh pertanian 80%, pedagang, PNS,
Wiraswasta dan lain-lain.
d. Agama
Agama utama yang dianut masyarakat di
Rejang Lebong (Curup) adalah agama Islam, kemudian agama-agama lain seperti
Kristen Protestan, Katolik, Kong Hu Chu, Buddha dan Hindu.
Rumah
Ibadah yang ada di Kabupaten Rejang lebong yaitu:
Ø
1096 buah Masjid
Ø
12 buah Gereja Protestan
Ø
3 buah Gereja Katolik
Ø
2 buah Viarah dan 1 dalam pembangunan
Ø
Pura dalam tahap pembangunan
Ø
Klenteng baru dibangun di Mojorejo
Ø
Dahulu ada sebuah Sinagoga Sindang Jati
Di kota Curup sendiri terdapat
beberapa bangunan gereja antara lain HKI, HKBP, GKII,GBI dan Gereja Katolik.
C.
Keadaan
gereja yang di layani.
1. Nama Gereja yang di layani
Pada tanggal 7 Desember 2015 Sekolah Teologi Injili Indonesia (STTIP)
mengutus angkatan 2012 yang berjumlah 12 orang ke beberapa gereja serta
yayasan. Dan penulis sendiri diutus atau ditugaskan untuk membantu pelayanan di
Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup. Gereja Kristen Injil Indonesia
(GKII) menganut sistem pemerintahan Presbiterian Sinodal, yang kantor sinodenya
berada di Karang Jaya ( Curup-Bengkulu). GKII Curup tempat penulis melayani di
Gembalai oleh Pdt. Frans Ludji, MA dan di bantu oleh 19 orang Majelis yang
memiliki bagian-bagian dalam pelayanannya.
No.
|
Nama
|
Jabatan Pelayanan
|
1.
|
Pdt. Frans
Ludji, MA
|
Ketua (Gembala Sidang)
|
2.
|
Pnt. Dihamri,
M. Si
|
Wakil Ketua
|
3.
|
Pnt. H.
Lukianus K
|
Sekretaris
|
4.
|
Pnt. Nelson
Barasa
|
Wakil
Sekretaris
|
5.
|
Pnt. Agatha
|
Bendahara
|
6.
|
Pnt. Melie
Yuntik
|
Wakil
Bendahara
|
7.
|
Dkn. Ester
Eriana
|
Komisi Sekolah
Minggu
|
8.
|
Dkn. Vivian
Mala Tanjaya
|
Komisi Remaja
|
9.
|
Dkn. Alifron
|
Komisi Tunas
Muda
|
10.
|
Dkn. Eko
Aprian Nugroho
|
Komisi
Pemuda/i
|
11.
|
Dkn. Debora
Winata
|
Komisi PW
|
12.
|
Dkn. Ham
Herison
|
Komisi Kaum
Bapak
|
13.
|
Dkn. David Chu
|
Komisi Lansia
|
14.
|
Pnt. Luandy
Ashari
|
Komisi Ibadah
& hari raya
|
15.
|
Pnt. H.W
Silalahi S,Pd (Alm)
|
Komisi Usaha
|
16.
|
Dkn. Sunardi
|
Komisi jemaat
cabang & POS Pelayanan
|
17.
|
Dkn. Kristop Sormin
|
Komisi
Momentomory
|
18.
|
Dkn. Samuel
Wijaya
|
Komisi
Pembangunan
|
19.
|
Dkn. Markus
Banamtuan
|
Komisi warga
baru dan perkunjungan
|
20.
|
Dkn.
Sudarmanto S.Pd
|
Komisi musik
dan Soundsystem
|
2. Jumlah Pos Pelayanan
Gereja Kristen Injili Indonesia ( GKII ) Curup
termasuk dalam Wilayah 1 memiliki 4 (empat) gereja cabang dan 2 (dua) Pos
Pelayanan Injil, yaitu:
1. GKII Baru
Manis : Pdt. Yustus
N, S.Th
2. GKII Bengko : Pdt. Rahmat
Bessie, S.Th
3. GKII Kasie
Kasubun (Blumai) : Pdt. Sumarsono,
S.Th
4. GKII Muara
Tiku : Pdt.
Wahyono, S.Th
5. GKII Karang
Baru (Pos PI) : Ev. Arlin, S.Th
6. GKII PAL 8 (Pos PI) : Ev.
Kristian Hari Wibowo, S.Th
4. Jumlah jemaat
Jemaat
Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup berjumlah ± 611 jiwa. Dan jumlah
keluarga ± 179 kk.
5. Kerohanian Anggota Jemaat
Keadaan
rohani jemaat di GKII Curup berdasarkan pengamatan penulis selama praktek satu
tahun ialah cukup baik hal tersebut terlihat dari kehadiran jemaat setiap
minggunya dan dalam persekutuan-persekutuan yang ada. Namun, ada juga jemaat
yang masih belum membuka hati untuk lebih sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan
sehingga mereka kurang aktif dalam setiap ibadah minggu maupun ibadah
kategorial yang ada.
6. Program Pelayanan
Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup telah memiliki program pelayanan
yang rutin yakni ibadah kategorial. Dan selama menjalankan praktek pelayanan di
GKII Curup penulis juga dilibatkan dalam beberapa kegiatan pelayanan tersebut
kecuali Ibadah kategorial untuk kaum bapak (Persekutuan Bapak-Bapak). Dalam
pelayanan di GKII Curup penulis dipercayakan untuk menjadi salah satu Pembina
ibadah kategorial Remaja atau persekutuan Remaja bersama Ev. Yuni dan Dkn.
Vivian Tj sebagai majelis pembinanya. Adapun program-program yang sudah ada dan
beberapa program tambahan lainnya antara lain:
1. Ibadah
Umum pada hari Minggu
Ibadah Minggu GKII Curup dilaksanakan tiap Minggu dalam dua sesi ibadah yakni
ibadah pertama dimulai pukul 07.30 WIB dan ibadah sesi ke dua dimulai pukul 10.00
WIB. Jemaat yang hadir pada ibadah pertama sekitar 166-251 orang dan pada ibadah
kedua sekitar 63-99 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal :
Singers dan LCD sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan terkadang untuk
menggantikan jemaat yang tidak dapat bertugas.
2. Ibadah
Sekolah Minggu
Ø
Ibadah sekolah Minggu GKII Curup dilaksanakan
tiap Minggu dimulai jam 07.30-08.30 WIB, dan anak-anak yang hadir sekitar 80-100
anak. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos dan pembawa
cerita Firman Tuhan, musik, dan LCD sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Ø
Setiap minggu ke tiga Sekolah Minggu GKII Curup
mengadakan kegiatan “AMAZING DAY” yang dihadiri 40-60 orang anak. Dalam
pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal operator LCD dan mengawasi
anak-anak.
3.
Ibadah Remaja
Ibadah remaja GKII Curup dilaksanakan tiap Minggu mulai jam 07.30-08.30
WIB, pada bulan Januari-Juni remaja yang hadir sekitar 30-60 orang gabungan
dengan anak-anak asrama Pelita Kasih tetapi setelah sekolah Pelita Kasih
dipindahkan ke Bengkulu maka jumlah anak-anak yang hadir 19-22 orang anak.
Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos, menyampaikan Firman
Tuhan, membuat tema Firman Tuhan dari bulan Januari-Desember. Penulis
dilibatkan sebagai Pembina Persekutuan Remaja.
4.
Sermon Majelis dan pembekalan Persekutuan Keluarga (PK)
Sermon Majelis dan pembekalan PK GKII Curup dilaksanakan setiap hari
Senin mulai pukul 18.30 WIB, yang hadir 10-24 orang. Dalam Sermon dan
pembekalan penulis mengikuti hanya sebatas pembekalan dan sermon dilanjutkan
oleh gembala sidang dan para majelis. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan
dalam hal: Liturgos, menyampaikan Firman Tuhan, dan pembekalan (membuat bahan
PA (Pendalaman Alkitab) maupun bahan khotbah/renungan).
5.
Sermon Sekolah Minggu
Sermon Sekolah Minggu diadakan setiap hari Selasa Pukul 18.00 WIB, yang
hadir 10-20 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos,
menyampaikan Firman Tuhan, musik.
6.
Persekutuan Wanita (PW)
Persekutuan Wanita (PW) diadakan setiap hari Rabu Pukul 17.00 WIB.
Persekutuan Wanita GKII Curup dibagi dalam 3 kelompok persekutuan, yakni PW
Sion, PW, Horeb, dan PW Hermon yang diadakan pada hari dan pukul yang sama.
Dalam pelayananan ini penulis dilibatkan dalam hal: Menyampaikan Firman Tuhan,
Singer, Oprator LCD (saat ibadah gabungan), menyampaikan renungan dan doa (saat
kunjungan). Adapun kegiatan ibadah PW GKII Curup ialah:
Minggu
pertama : Ibadah Gabungan (di
gereja)
Minggu
kedua : Pendalaman Alkitab (di
kelompok masing-masing)
Minggu
ketiga : Khotbah (dikelompok
masing-masing)
Minggu
keempat : Kunjungan (gabungan)
Jika
dalam satu bulan ada 5 minggu maka minggu ke 4 tetap persekutuan di kelompok
masing-masing (ket: khotbah) dan kunjungan dilakukan pada minggu ke lima.
7.
Persekutuan Keluarga (PK)
Persekutuan Keluarga GKII Curup diadakan setiap hari Kamis, Persekutuan
Keluarga GKII Curup dibagi dalam 10 kelompok. Pukul 18.00 WIB (PK 5 dan PK 9),
Pukul 18.30 WIB (PK 6 dan PK 10), dan Pukul 19.00 WIB (PK 1,2,3,4,7 dan PK 8).
Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: menyampaikan Firman (Khotbah
maupun PA).
8.
Persekutuan Keluarga (PK) di Pos PI PAL 8
Persekutuan keluarga di Pos PI PAL 8 diadakan setiap hari Jum’at, Pukul
16.00 WIB (di PAL 8) dan Pukul 13.00 WIB (di Trans atau kebun jeruk). Dalam
pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos dan menyampaikan Firman
Tuhan. Tanggal 1 Desember 2016 Natal Pos PI Pal 8 dalam pelayanan ini penulis
dilibatkan dalam hal Singer.
9.
Ibadah Tunas Muda
Ibadah Tunas Remaja GKII Curup di laksanakan tiap hari Sabtu Pukul
19.00-20.00 WIB yang dihadiri 15-30 orang. Dalam pelayanan ini penulis
dilibatkan dalam hal: mengampaikan Firman Tuhan.
10. Ibadah
Pemuda
Ibadah Pemuda GKII Curup dilaksanakan setiap hari Sabtu Pukul 19.00-20.00
WIB yang dihadiri 20-30 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam
hal: Liturgos, Menyampaikan Firman Tuhan, Oprator LCD, dan Singer.
11. Games
Remaja (paska)
Games
Remaja dilaksankan pada tanggal 17 April 2016 di GKII Curup (pagi dan siang).
Dihadiri oleh 30-60 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal:
menyampaikan F.T dan Games.
12. Retret
Pemuda
Retret
Pemuda dilaksanakan pada 25 Maret 2016- 26 Maret 2016 di TC Karang Jaya.
Dihadiri oleh 40 orang. Dalam pelayanan ini enulis dilibatkan dalam hal:
Renungan Kamar dan Games.
13. Ibadah
Padang Kawula Muda
Ibadah
padang Kawula muda dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2016 di Danau Mas Karang
Jaya. Dihadiri oeh 100 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal:
Games.
14. Games
17an kawula muda dan SM
Games
17an dilaksanakan pada hari minggu 21 agustus 2016 dihadiri oleh 150 orang.
Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Games.
15. Ibadah
di Lembaga Permasyarakatan (LAPAS)
Ibadah
di lapas dilaksanakan setiap hari Jum’at Pukul 10.00 WIB. Dihadiri oleh 6-8
orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal liturgos dan
menyampaikan Firman Tuhan. Pada tanggal 23 Desember 2016 diadakan Natal Lapas
penulis dalam pelayanan ini penulis dilibatkan sebagai Singer.
16. Persekutuan
Hamba Tuhan
Persekutuan
hamba Tuhan dilaksankan setiap awal bulan biasanya dihari Senin. Dihadiri oleh
20-30 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos dan
menyampaikan Firman Tuhan.
17. Sidang
Tahunan
Sidang
Tahunan GKII dilaksankan pada tanggal 15-17 Juni 2016 di TC. Karang Jaya. Dalam
pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Sekretariat.
18. Persekutuan
Lansia
Persekutuan lansia dilaksanankan
setiap minggu ke 3 sebulan sekali. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam
hal liturgos dan operator LCD. Ulang tahun lansia dilaksanankan pada tanggal 30
agustus 2016. Dihadiri oleh 35 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan
dalam hal: LCD dan tanggal 4 Desember 2016 Natal Lansia penulis dilibatkan
dalam hal Singer.
19. Penginjilan
dan perkunjungan
Penulis
bersama Ev. Rosna dilibatkan dalam hal ini untuk mengunjungi 10 keluarga. Untuk
melakukan penginjilan. Dalam perkunjungan dilakukan syaring kemudian diakhiri
dengan doa.
20. Persekutuan
Doa Remaja
Persekutuan
doa Remaja dilaksanakan sebelum anak-anak remaja mengikuti ujian akhir nasional
pada bulan maret yang dilaksanakan di kelas remaja. Persekutuan ini dihadiri
oleh 20 orang anak Remaja. Kegiatan yang dilakukan: menyanyi, renungan dan
berdoa.
21. Ibadah
dan Perayaan natal
Ibadah dan perayaan Natal di GKII
Curup Dibagi dalam 4 bagian yaitu tanggal 4 Desember 2016 Natal Lansia, 14
Desember 2016 Natal Kawula Muda (pelayanan yang dilibatkan Singer), 18 Desember
2016 Natal Sekolah Minggu(pelayanan yang dilibatkan Operator LCD), dan 20
Desember 2016 Natal Umum (pelayanan yang dilibatkan tarian opening).
Dalam ibadah dan perayaan Natal ini
penulis dilibatkan dalam hal singer, operator LCD, tarian Opening selain itu
penulis juga ikut mengambil bagian dalam melatih anak sekolah Minggu kelas
Besar 12 orang menari yang ditampilkan pada acara Natal Lansia, Natal Sekolah
Minggu dan Natal Umum.
BAB III
Program Pelayanan Mahasiswa praktek
A. Sasaran dalam pelayanan selama satu
tahun
Secara
khusus selama praktek satu tahun ini karena penulis dipercayakan menjadi
Pembina anak remaja maka sasaran yang hendak di capai pada jangka waktu satu
tahun ini adalah menumbuhkan iman dan semangat kepada Remaja dalam persekutuan
dan pelayanan. Selain itu, penulis juga memiliki kerinduan untuk melibatkan anak
Remaja dalam berbagai pelayanan-pelayanan yang ada di gereja sesuai dengan
talenta yang di miliki dan penulis memiliki kerinduan agar anak-anak remaja
dapat tetap kompak.
Secara umum sasaran penulis dalam
praktek satu tahun ini ialah penulis memiliki kerinduan agar semua jemaat dapat
bersama-sama melayani Tuhan dengan talenta yang mereka miliki.
B. Program inisiatif Mahasiswa
Di lihat dari pelayanan-pelayanan
yang ada di GKII Curup, maka selama waktu satu tahun ini yang dapat penulis
kerjakan sebagai kegiatan inisiatif adalah:
- Perkunjungan ke rumah jemaat, Pemuda/I, dan ke anak sekolah Minggu.
- Pelayanan pribadi (konseling)
- Mengadakan pelatihan menjalankan LCD
- Persekutuan Doa bersama anak Remaja sebelum mengikuti UAN.
- Menanam bunga
C. Pelaksana program
1.
Usaha yang di lakukan
Ø
Mengadakan kunjungan kerumah-rumah jemaat, baik
secara pribadi, maupun bersama ibu gembala dan juga teman pemuda/i.
Ø
Mengajak anggota jemaat (Pemuda, remaja, sekolah
minggu) yang terlibat dalam acara/kegiatan untuk mengadakan latihan-latihan
Ø
Untuk meningkatkan kekompakan anak-anak remaja
maka program yang dilaksankan ialah Games dalam rangka Paskah selain itu
melaksanakan rekreasi dengan berjalan sore bersama dan dilanjutkan dengan
olahraga renang.
Ø Agar
jemaat dapat mengambil bagian dalam pelayanan usaha yang dilakukan ialah Karena
penulis di percayakan sebagai staff TU maka penulis menyarankan beberapa jemaat
untuk dijadwalkan untuk melayani sebagai Singer maupun orator LCD dan penulis
juga melatih beberapa jemaat secara khusus anak Tunas Muda untuk menjalankan
LCD dan melibatkan mereka dalam pelayanan setiap ibadah minggu sebagai Operator
LCD.
2.
Program yang belum terlaksana
Ø
Mengadakan pelatihan musik (gitar) pada
anak-anak remaja.
D. Faktor pendukung dan penghambat
1. Faktor pendukung
Ø
Kepercayaan yang diberikan untuk melayani dalam
persekutuan - persekutuan yang ada di GKII Curup dan adanya sikap penerimaan
yang baik kepada mahasiswa Praktek.
Ø
Adanya kerja sama yang baik
Ø
Adanya rekan sekerja dalam melayani Tuhan.
Ø
Fasilitas dan Prasarana yang mencukupi.
Ø
Besarnya dukungan dari majelis dan jemaat yang
telah mendoakan,dukungan dana dan
perhatian dalam setiap kegiatan
pelayanan sehari-hari.
2. Faktor Penghambat
Ø
Kurangnya kesadaran dan kerinduan beribadah/persekutuan
dari pribadi jemaat yang sebagian besar
ialah pengusaha, PNS (Mengajar maupun bagian kesehatan).
Ø
Kesibukan-kesibukan dari GSM (secara khusus
anak-anak yang masih sekolah) sehingga jarang ada waktu yang cukup untuk
mengadakan pelatihan-pelatihan maupun sermon.
BAB IV
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Dilihat dari
situasi dan kondisi dalam pelayanan selama dua semester ini, penulis dapat
menyimpulkan sebagai berikut :
- Adanya perubahan jemaat dalam ibadah
- Jemaat terbeban untuk melayani, ikut dalam pelayanan.
- Jemaat terbeban untuk memperhatikan kebutuhan orang lain.
- Jemaat memiliki rasa ingin tahu yang dalam akan kebenaran Firman Tuhan.
Ada banyak pengalaman yang penulis dapatkan selama menjalani pelayanan
praktek satu tahun ini. Tinggal di lingkungan gereja bersama gembala siding
maupun rekan sepelayanan merupakan pengalaman yang baru bagi penulis dan ada
banyak pengalamn baik suka maupun duka. Namun, penulis tetap bersyukur kepada
Tuhan yang telah memimpin seta menolong penulis sehingga akhirnya penulis dapat
menelesaikan pelayanan satu tahun ini dan penulis juga dapat menyelesaikan
laporan pelayanan ini. Tentunya masih banyak kekurangan didalammnya dan penulis
berharap agar dapat dimaklumi.
B. Saran
1. Untuk GKII
Ø
Untuk jemaat diadakan pelatihan koor/vocal grop
rutin baik bagi kaum bapak, ibu, pemuda, remaja, maupun sekolah minggu.
Alasannya : Agar setiap minggu dapat dijadwalkan untuk memberikan kesaksian
pujian dari setiap kelompok persekutuan kategorial.
Ø
Untuk jemaat selain pelatihan koor/vocal grup
diadakan juga pelatihan musik. Alasannya: Pemain musik gereja masih terbatas.
Ø
Untuk jemaat, diadakan pelatihan untuk menjalankan
Sound Sistem dan LCD. Alasannya: agar ibadah tidak terhambat Karena hanya
orang-orang tertentu saja yang memahami dan dapat menjalankannya.
Ø
Untuk para majelis, agar lebih aktif lagi dalam
mengikuti persekutuan yang ada secara khusus dalam sermon maupun ibadah
kategorial lainnya. Alasannya: agar para majelis tetap menjadi teladan bagi
semua jemaat.
Ø
Untuk GSM, agar dilaksanakan pelatihan GSM
setiap tahunnya. Alasannya: setiap tahun ada pergantian atau penambahan Guru
Sekoah Minggu yang baru agar semua GSM dapat memahami bagaimana menjadi liturgos,
menyampaikan Firman Tuhan serta dalam pujian dan gerakan.
2. Untuk STTP :
Ø
Dalam pemberitahuan tempat praktek, kalau bisa
lebih cepat dapat memberikan informasi kepada kami semua supaya kami dapat
mempersiapkan diri dengan lebih lagi dalam memasuki ladang praktek.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Laporan Bacaan Alkitab
Laporan bacaan selama praktek 1 tahun dimulai dari tanggal 1 Desember
2015 ialah Yesaya 10:4 hingga 24 Desember 2016 ialah 2 Tawarikh 5:14.
B. LAPIRAN KHOTBAH-KHOTBAH
Kasih tanpa syarat
Efesus 2:8-9
Tunas Muda: Sabtu, 20 Februari 2016
Games: Jika…. Maka…
Kasih
merupakan suatu perasaan sayang terhadap sesuatu, yang saat ini nampaknya sulit
untuk kita pahami. Dalam ajaran kekristenan pada masa PB ada 4 kata dalam
Bahasa Yunani untuk menerangkan kasih atau cinta. Eros (kasih yang terbatas
pada hubungan lelaki dan perempuan dalam suatu ikatan pernikahan.), Storge
(Storge adalah ikatan alami antara ibu dan anak, ayah, anak-anak, dan
kerabat.), Phileo (Kasih phileo adalah kasih yang terpancar dalam perhatian,
kasih jenis ini semata-mata berdasarkan atas perasaan) dan Agape (Kasih agape
bekerja untuk memberikan kebaikan bagi orang lain tanpa memperdulikan apa yang
dirasakannya sendiri.).
Namun, pada malam hari ini kita akan
belajar bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang tidak ada syaratnya. Dan
karena itulah kita diselamatkan dari hukuman dosa. Bukti kasih Allah ialah
keselamatan. Bagaimana kita memperoleh keselamatan itu (yang merupakan bukti
kasih Allah tanpa yang tanpa syarat bagi kita)
1. Kita memperolehnya bukan dari hasil
usaha kita tetapi pemberian Allah (8)
Bukti kasih Allah ialah keselamatan
yang kita peroleh sebagai orang percaya, Pada bagian pertama ini menjelaskan
bahwa keselmatan yang kita peroleh bukanlah dari hasil usaha kita tetapi
pemberian Allah.
Masih banyak anak-anak Tuhan yang berfikir
bahwa dirinya adalah orang yang jahat yang tidak layak menerima keselmatan dari
Allah. Tetapi itu adalah keselahan yang besar. Firman Tuhan pada malam hati ini
ingin mengingatkan kita bahwa Tuhan mengasihi kita tidak melihat latar belakang
kita, siapa orang tua kita, siapa saudara-saudara kita, dan terlebih lagi siapa
kita.
Banyak anak-anak Tuhan yang merasa
minder karena ia merasa bahwa Dia bukanlah siapa-siapa. Tetapi melalui Firman
Tuhan ini ingin mengingatkan kita bahwa, bagi dunia ini kita mungkin bukanlah
siapa-siapa tetapi bagi Tuhan kita adalah orang yang dikasihinya melebihi
apapun. Sehingga ia pun memberikan kepada kita pemberian yang tidak dapat kita
beli dengan hasil usaha kita, karena kita tidak akan pernah mampun untuk
membelinya.
Jika Tuhan memberikan syarat bagi
kita, maka tidak ada satu orangpun yang akan diselamatkan didunia ini.
Pemberian artinya hadiah atau pesembahan, maka pemberian Allah berarti hadiah
atau persembahan yang diberikan Allah kepada kita tanpa menuntut suatu balasan.
Ada dua hal yang membuat anak-anak
TUhan jauh dari pada Tuhan pertama ialah perasaan minder. Ketika kita merasa
minder kita merasa tidak layak dihadapan Tuhan, kita merasa kecil, kita tidak
percaya diri padahal Tuhan sudah memiliki rencana yang besar bagi
kehidupan kita tetapi karena keminderan
kita, kita justru menghalangi tujuan Allah dalam kehidupan kita.
Pada poin pertama ini mengingatkan
kita bahwa kita dikasihi Allah dan diselamatkannya itu hanyalah karena
pemberian darinya jadi, jangan pernah kita merasa tidak layak dihadapan TUhan.
Karena kita semua adalah berharga dimatanya.
2. Yang kedua ialah perasaan sombong,
ketika kita sombong kita merasa hebat bahkan lebih hebat dari siapapun
termaksud Tuhan.
Terkadang kita lupa bahwa apa yang
dapat kita kerjakan saat ini hanyalah karena kasih karunia TUhan. Bahkan
keselamatan yang Tuhan berikan itu bukan kareena usaha atau perbuatan kita.
Pada poin kedua ini mengingatkan kita bahwa
.kita memperoleh keselamatan Itu bukanlah hasil pekerjaan
kita (9)jadi jangan kita memegahkan diri
Pekerjaan dapat pula diartikan
perbuatan; tugas. Jadi bagaimana kita memperoleh keselamatan itu? Poin kedua
ini juga mengingatkan kita bahwa itu bukan hasil pekerjaan, perbuatan atau
tugas kita.
Oleh karena itu jangan pernah kita memegahkan
diri akan hal tersebut.Jika pada poin pertama kita diingatkan bahwa keselamatan
adalah pemberian Allah maka di poin kedua ini kita diingatkan agar kita tidak
memegahkan diri atau menyombongkan diri akan hal tersebut.
Jika kita melihat kedalam diri kita,
siapakah kita ini? Dalam Maz 8 mengatakan bahwa Apakah manusia sehingga engkau
mengingatnya dan apakah anak manusia sehingga engkau mengindahkannya. Dihadapan
Tuhan kita bukanlah siapa-siapa. Maka suatu kesalahan besar jika kita sebagai
anak TUhan merasa bahwa kita diselamatkan karena perbuatan kita. Itu sekali
lagi hanya pemberian Allah yang diberikan melalui kasih karunianya yang tanpa
syarat itu. TUhan tidak pernah memilih kita karena kita pintar, cantik, atau
kaya tetapi Tuhan memiliki kuasa untuk menentukan siapa yang ingin
diselamatkannya dan dikasihinya.
Kita bukalah siapa-siapa oleh karena
itu marilah kita beljar mengasihi sesame kita tanpa harus ada syarat, karena
kita pun telah dikasihi Tuhan tanpa syarat. Terlibih dari semuanya itu marilah
kita mengasihi TUhan dari segala hal dalam kehidupan kita .Amin
TELADAN YANG PATUT DIIKUTI
YOHANES 13:13-15
Sermon Majelis: Senin, 22 Februari 2016
Ø Teladan
Teladan dalam Bahasa aslinya (hupodeigma) artinya ialah suatu contoh,
pola, tiruan,atau gambaran yang harus kita tiru.
Ex: Seperti seseorang yang akan
membuat baju, seorang penjahit pasti memiliki pola yang akan ditirunya untuk
menghasilkan suatu pakaian, apalagi jika ia akan membuat suatu pakaian yang
ukurannya sama. Maka jika ia tidak mengikuti pola atau gambaran yang ada, maka
pakaian yang dihasilkan pun tidak akan bagus atau tidak sesuai dengan yang
diharapkan.
Ø Pada teks Firman Tuhan ini mengajarkan
kita bahwa kita sebagai orang percaya atau lebih sempit lagi kita sebagai
pelayan-pelayan Tuhan kita pun harus mengikuti teladan, pola, contoh, gambaran
yang telah Tuhan berikan kepada kita, agar disetiap pelayanan yang kita lakukan
itu semuanya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki bukan sesuai dengan apa
yang kita kehendaki.
Ø Kita adalah alat Tuhan dalam
pekerjaannya di dunia ini, maka kita harus menuruti apapun yang Tuhan ingini. Karena ialah Tuan kita yang empunya
kita.
Ø Pertanyaannya : Apakah teladan yang
Tuhan berikan yang patut kita ikuti?
1. Kerendahan hati (ay 14,16)
-
Kerendahan
hati (rendah hati) merupakan suatu sifat yang tidak sombong atau tidak angkuh.
Tuhan dalam nats ini memberikan contoh yang sempurna mengenai kerendahan hati.
Dimana ia yang adalah Guru dan tidak itu saja ia adalah Tuhan, Ia mau
merendahkan dirinya seperti seorang hamba dengan membasu kaki para muridnya.
-
Ini
merupakan suatu gambaran yang sempurna yang Tuhan berikan kepada kita semua
pelayan Tuhan bagaimana Ia memiliki kerendahan hati dalam melayani.
-
Pertanyaannya
bagi kita semua, apakah kita telah memiliki kerendahan hati dalam melayani
Tuhan ditengah-tengah jemaat yang telah Tuhan percayakan untuk kita layani?
Ataukah kita saat ini justru sebaliknya, kita sombong atau angkuh karena kita
memiliki jabatan yang telah TUhan percayakan dalam pelayanan kita.
-
Bapak/Ibu
dan saudara -sadara yang dikasihi Tuhan, Tuhan tidak pernah memandang kita dari
jabatan kita, ia tidak pernah menilai kita dari kedudukan kita saat ini. Baik
kita sebagai majelis maupun hamba-hamba Tuhan
sekalipun (pendeta/evanjelis). Tuhan tidak melihat itu semua, yang Tuhan
lihat ialah kerendahan hati kita dalam melayani Tuhan.
-
Karena Tuhan sendiripun telah memberikan
teladan yang sempurna kepada kita, ia yang adalah Tuhan mau membasuh kaki para
muridnya, ia mau berada dititik terendah dalam melayani para muridnya. (tradisi
Yahudi: Menurut tradisi, para budak membasuh kaki tuannya dan tidak pernah
sebaliknya. Namun, Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya walaupun Dia adalah Tuan
mereka.), Jadi, Bapak/Ibu dan kita semua, sesungguhnya kita tidak layak disebut
sebagai pelayan Tuhan jika kita belum memiliki kerendahan hati dalam melayani
karena Tuhan tidak memandang pelayanan dari jabatan yang kita miliki saat ini.
2. Mau melayani
-
Mau
melayani bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dilakukan. Melayani merupakan
suatu tindakan, membantu menyiapkan (mengurus) apa-apa yg diperlukan seseorang.
Kita saat ini sebagai pelayan Tuhan apakah kita sudah melayani dengan
sungguh-sungguh?
-
Tuhan
telah memberikan teladan atau contoh kepada kita dalam melayani (ay 14,15), dan
Tuhan menginginkan kita untuk saling melayani satu sama lain. Di ayat 14
dikatakan bahwa kita “Wajib saling membasuh kakimu” dan dalam terjemahan
lainnya dilakatakan bahwa “layaklah kalau kalian juga saling membasuh kaki.”
-
Kata
“Wajib” artinya “berhutang, harus, berkewajiban, bersalah terhadap”. Maka
melayani bukan sekedar kita mau atau tidak tetapi melayani adalah suatu hutang
, suatu keharusan bahkan dikatakan kita bersalah jika kita tidak melakukanya.
-
Oleh
karena itu, bapak/ibu yang dikasihi TUhan, sebagai pelayan Tuhan kita kembali
ditegur melalui kebenaran Firman Tuhan ini. Jika terkadang kita ogah-ogahan
atau anginan-anginan dalam melayani Tuhan itu berarti kita sedang berhutang
bahkan bersalah terhadap sesama kita yaitu jemaat yang Tuhan percayakan dan
lebih utama kita bersalah terhadap TUhan yang telah memberikan teladan kepada
kita.
-
Tuhan
memberikan teladan yang Ia sendiri telah terapkan bukan hanya bicara saja
tetapi ia sendiri yang adalah TUhan telah mempraktekannya dalam kehidupannya.
Ø Maka, diayat 17 sebagai kesimpulan
dari renungan ini ialah bahwa jika kita tahu, mengerti, memahami dan melakukan
kedua contoh atau teladan yang telah Tuhan berikan. Dikatakan bahwa “maka
berbahagialah kita”, Kata berbahagia disini dalam Bahasa aslinya artinya ialah
diberkatilah kita atau beruntunglah kita.
Ø Oleh karena itu Bpk/ibu sekalian yang
dikasih TUhan biarlah kedua teladan yang telah Tuhan berikan ini yaitu
kerendahan hati dan mau melayani dapat kita terapkan dalam kehidupan kita
sebagai pelayan-pelayan yang telah dipercayakan TUhan untuk melayaninya.
Seperti yang Firman Tuhan katakan bahwa kita merupakan orang yang berbahagia,
orang yang diberkati, bahkan orang yang beruntung jika kita dapat mengikuti
teladan yang telah Tuhan beri. Amin
Menghadapai pengajaran
sesat
2 Tim 2:15
Sermon Seklah Minggu: Selasa, 23 Februari 2016
Ø Nats F.T saat ini merupakan isi
nasehat Paulus kepada Timotius dalam menghadapi pengajaran-pengajaran yang
sesat pada saat itu (ay 17-18). Nasehat
merupakan ajaran atau pelajaran baik; anjuran (petunjuk, peringatan, teguran)
yg baik.
Ø Saat ini banyak acara-acara di TV yang
sering ditonton oleh anak-anak yang bukannya mendidik mereka dalam kebenaran
tetapi justru sebaliknya menyesatkan mereka. Oleh karena itu, kita sebagai GSM
harus mengambil bagian dalam meluruskan pemahaman yang salah, yang sudah
merasuk pikiran anak-anak SM saat ini.
Ø Pertanyaan: Apakah isi nasehat dalam
menghadapi pengajaran sesat?
1.
Berusaha
dengan sungguh-sungguh supaya layak dihadapan Tuhan.
-
Pada
ay 15 dikatakan bahwa “Usahakanlah supaya engkau layak dihadapan Allah”, Paulus
menasehati Timotius bahwa dalam mengahadapi pengajaran sesat ia harus terlebih
dahulu berusaha supaya diakui Allah sebagai orang yang layak berkerja bagi Dia
(BIS).
-
Kata
berusaha disini berarti berupaya dengan sekuat tenaga, bekerja keras, tekun.
Oleh karena itu kita sebagai GSM sebelum kita memberikan pengajaran kepada
anak-anak layan kita (SM), Kita terlebih dahulu harus mengitrospeksi diri kita
sendiri apakah kita sudah layak dihadapan Tuhan untuk memberikan pengajaran.
Supaya kita justru tidak menyesatkan anak-anak layan kita tetapi justru
meluruskan pemahaman mereka akan kebenaran itu sendiri.
-
Kata
layak disini tidak hanya berarti pantas atau sewajarnya tetapi kata layak dalam
nats ini artinya ialah terbukti tahan uji (bertahan dalam pencobaan berat),
dihormati, diterima, menyenangkan.
-
Maka
dalam nasehat pertama ini Paulus mengingatkan Timotius dan kita semua saat ini
agar dalam memeberikan pengajaran kepada anak-anak bahkan siapa pun untuk
terlebih dahulu berusaha keras membuktikan diri kita kepada TUhan bahwa kita
layak atau kita telah terbukti tahan uji dalam menghadapi pengajaran sesat yang
ada saat ini. Jangan sampai kita hanya dapat mengajarkan saja tetapi ternyata
justru kita sendiri yang disesatkan oleh ajaran dunia saat ini.
2.
Kita
harus berusaha supaya tidak malu
-
Tuhan
menginginkan kita menjadi pekerja yang baik yang tidak usah merasa malu dalam
pelayanan kita bahkan dalam terjemahan lainnya dikatakan bahwa tidak ada alasan
untuk malu dalam mengajarkan kebenaran.
-
Malu artinya merasa sangat tidak enak hati
(hina, rendah, dsb). Terkadang hal inilah yang sering kali menghalangi kita
dalam pelayanan kita, terkadang kita sudah tahu kebenaran tetapi kita malu
memperkatakannya. F.T mengingatkan kita dalam menghadapi pengajaran yang sesat
kita tidak perlu merasa tidak enak hati atau malu untuk mengingatkan bahkan
menegur hal yang salah atau tidak sesuai
dengan kebenaran atau F.T.
-
Secara
khusus dalam melayani anak-anak SM terkadang kita merasa tidak enak hati ketika
akan menegur atau mengajarkan anak-anak, karena, orang tua mereka. Tetapi F.T
ini justru menuntut kita agar kita mengajarkan hal yang benar kepada meraka
dengan tidak malu atau merasa tidak enak hati.
-
Hal
ini memang sulit tetapi kita harus lakukan, tentunya dengan cara yang baik dan
benar yang tidak meyakiti anak-anak tersebut, dengan penuh kasih dan ketulusan
sehingga merekapun memahami pengajaran yang kita berikan. (ay 24-26)
3.
Berterus
terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
-
Nasehat
ketiga dalam menghadapi pengajaran yang sesat ialah berterus terang
memberitakan perkataan kebenaran itu atau mengajarkan dengan tepat
ajaran-ajaran yang benar dari Allah. Untuk dapat melakukan hal ini tentulah
kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Firman Tuhan
dan untuk itulah pentingnya kita melakukan persiapan sebelum kita memberikan
pengajaran kepada anak-anak layan kita.
-
Kita
harus mengajarkan kebenaran kepada anak-anak karena apa yang mereka dapatkan
sejak merka kecil itulah yang akan mereka bawah hingga mereka besar nanti.
Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa pada usia dini yakni 0-6 tahun, otak
anak berkembang sangat cepat yakni hingga 80 persen. Pada masa ini otak anak
menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk.
Itulah masa dimana perkembangan fiksik, mental maupun spiritual anak akan mulai
terbentuk (golden age, masa emas anak). Jadi, pada bulan atau tahun pertama
kehidupan seorang anak sangat menetukan pembentukan seorang anak.
-
Saat
ini dalam pelayanan kita, kita dipercayakan untuk melayani anak-anak. Oleh
karena itu kita harus berusaha dengan keras memberikan pengajaran yang benar
terhadap anak-anak yang saat ini telah dipengaruhi oleh banyak
pengajaran-pengajaran. Melalui pelayanan ini kita harus menjadi salah satu
filter atau penyaring pengajaran-pengajaran yang tidak benar yang telah
mempengaruhi anak-anak layan kita.
Ø Jadi, dalam nats ini ada 3 nasehat
yang diberikan Paulus kepada Timotius dan kita semua saat ini dalam menghadapi
pengajaran yang sesat atau tidak benar yakni kita harus terlebih dahulu
berusaha dengan sekuat tenaga membuktikan bahwa kita layak atau kita telah
terbukti tahan uji dalam mengahadapi pengajaran-pengajaran yang salah atau
sesat itu, yang kedua kita harus berusaha tidak malu atau merasa tidak enak
hati dalam memberikan pengajaran yang benar kepada anak, karena tidak ada
alasan untuk itu. Dan yang ketiga kita harus berterus terang mengajarkan
kebenaran itu atau dengan kata lain kita harus mengajarkan dengan tepat
ajaran-ajaran yang benar dari Allah.
Ø Seperti dalam Yakobus 4:17 FT
mengatakan “jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia
tidak melakukannya, ia berdosa.Amin”
Roh Kudus menyertai kita”
Yoh 14:17
Pembekalan Sermon Majelis (bahan PDS):
Senin, 25 Februari 2016
Janji Tuhan kepada setiap orang yang
mengasihi Dia (ay 15-16) ialah Tuhan akan memberikan seorang penolong yakni Roh
Kudus (Roh Kebenaran) yang akan selalu menyertai. Seseorang dapat disertai oleh
Roh Kudus hanya jika ia menerima Roh Kudus itu. Lalu bagaimana dengan orang
yang tidak mengasihi Tuhan (orang dunia). Apakah mereka akan menerima Roh
Kudus? Jawabannya ialah tidak, jika mereka tidak menerima Roh Kudus maka sudah
pasti mereka tidak akan disertai oleh Roh Kudus.
Nats Firman Tuhan ini menunjukan
perbedaan antara orang yang mengasihi Tuhan “Orang Percaya” (ay 16) dengan
orang yang tidak mengasihi Tuhan “orang dunia” (ay 17a). Orang yang mengasihi
Tuhan akan menerima Roh Kudus sedangkan orang dunia tidak menerima Roh Kudus.
Mengapa orang percaya menerima Roh Kudus sedangkan orang dunia tidak?
1.
Karena,
orang dunia tidak melihat Dia
Tidak menerima Roh Kudus dapat pula
diartikan tidak dapat mengambil atau merebut Roh Kudus (=Yunani: λαμβανω lambano artinya menerima, menghapuskan, merebut, mengumpulkan,
mengenakan). Jadi, sekalipun orang dunia ini menginginkan Roh Kudus yang
merupakan penghibur serta penolong
mereka tetap tidak akan mendapatkannya atau menerimanya. Karena, Roh
Kudus hanya diberikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.
Orang dunia tidak menerima Roh Kudus
karena mereka tidak melihat Dia (Tidak
melihat =Yunani θεωρεω theoreo artinya memandang, melihat, memperhatikan,
mengalami). Tidak melihat berarti tidak memandang, memperhatikan atau
mengalami Roh Kudus. Dan dalam terjemahan FAYH
tidak melihat artinya tidak mencari Dia. Jadi, bagaimana seseorang dapat
menerima Roh Kudus jika ia tidak melihat Roh Kudus itu bahkan ia tidak
mencarinya. Dalam Mat 7:7 dikatakan mintalah, maka akan diberikan, carilah maka
kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Maka untuk dapat
menerima Roh Kudus kita harus mencari sang pemberi itu yang telah menjanjikan
Roh Kudus bagi setiap orang yang mengasihi Dia yaitu Tuhan Yesus yang adalah
Tuhan dan Juruselamat.
2.
Karena,
orang dunia tidak mengenal Dia
Tidak mengenal artinya tidak
mengetahui siapa Roh Kudus itu. Dalam bahasa aslinya diartikan dengan tidak
mengerti, tidak mempelajari bahkan tidak mengakui Roh Kudus. Jadi, bagaimana
orang dunia dapat menerima Roh Kudus jika mereka tidak mengetahu siapa Roh
kudus itu bahkan mereka tidak mengakui adanya Roh kudus. Itulah pentingnya kita
sebagai orang percaya yang telah mengenal Roh Kudus agar kita bersaksi kepada
setiap orang yang belum percaya agar mereka mengenal serta mengakui Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka agar mereka pun menerima Roh Kudus dalam
kehidupan mereka.
3.
Karena,
Orang Percaya mengenal Dia.
Orang percaya menerima Roh Kudus karena setiap orang
percaya mengenal serta mengakui Roh Kudus dalam kehidupan mereka dan oleh
karenanya Roh Kudus itu selalu menyertai artinya tinggal bersama-sama dengan
setiap orang percaya dan akan diam di dalam diri orang percaya.
Setiap orang yang mengasihi Tuhan
pasti akan menuruti segala perintahNya dan tentunya akan menerima Roh Kudus
yang akan selalu menyertai kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun
mereka.
Kesimpulan:
Tiga
alasan inilah yang membedakan orang percaya dengan orang dunia ini, Orang dunia
ini tidak menerima Roh Kudus karena mereka tidak melihat Dia, Tidak mengenal
Dia sedangkan orang Percaya mengenal Dia dan karena itu Roh Kudus selalu
bersama-sama dengan orang percaya.
Tambahan :
-
Jelaskan
apa itu menyertai?
-
Bagaimana
Orang percaya itu dapat diserta oleh Roh Kudus?
AKU MENCINTAI SAHABATKU (I LOVE MY FRIENDS)
1 SAM 20:1-17
Pemuda : Sabtu, 12 Maret 2016
Untuk
dapat mencintai atau mengasihi seseorang tidaklah mudah. Demikian pula untuk
dapat mengasihi seorang sahabat. Ada
banyak tipe sahabat yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun,
pada nats ini kita akan belajar dari kisah Daud dan Yonatan mengenai
persahabatan yang dikendaki Tuhan.
APA SIH, persahabatan
sejati itu??
“PERSAHABATAN ANTARA DAUD DAN YONATAN”
•
1
Samuel 18:1 = Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa
Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
Ø
Berpadulah
> yang artinya erat, kuat,mengikat bersama-sama.
Ø
Mengasihi>
ahav biasanya dipakai untuk menggambarkan kasih serta kemurahan Allah
dalam hubungan perjanjian dengan umat-Nya. Selain itu, kata ini juga
dipakai untuk menunjukkan kasih yang mendalam dari orangtua kepada anaknya,
misalnya kasih Abraham kepada Ishak dan kasih Yakub kepada Yusuf (Kej. 22:2,
37:3). Dengan demikian, kasih Yonatan kepada Daud adalah kasih
persaudaraan. Kasih ini timbul karena adanya kualitas iman dalam diri
Daud yang dilihat oleh Yonatan. Baik Daud maupun Yonatan, mereka adalah
adalah orang-orang yang mengasihi Allah. Kasih Allah dalam diri mereka
inilah yang menyatukan hati mereka.
Ø
Persahabatan
sejati ialah:
-
Persahabatan
yang terjalin dengan erat dan kuat, tak terpisahkan serta kasih yang terjalin
didalamnya setara atau melebihi kasih terhadap diri sendiri.
Jika ada persahabatan sejati berarti ada juga
persahabatan yang tidak sejati
-
Amsal
: "Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan
sahabatnya" (19:4). Namun demikian, sahabat sejati "menaruh
kasih setiap waktu" (17:17) dan "lebih karib daripada
seorang saudara" (18:24).
Maka ketika kita telah mencintai/ mengasihi sahabat kita
berarti kita telah menemukan persahabatan yang dikehendaki oleh Allah yaitu
Persahabatan Sejati.
Bagaimanakah ciri-ciri bahwa kita telah
mencintai/mengasihi sahabat kita??
1. “Adanya Ketulusan”
•
Ay
2b="Jauhlah yang demikian itu! engkau tidak akan mati dibunuh”
Yonatan menunjukan ketulusanya kepada
Daud dengan meyakinkan Daud bahwa ia akan baik-baik saja.
•
Ay
3b= "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka (=sayang,akrab) kepadaku.
Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah
hati (=bersedih, menyakiti hati).
Daud mengakui ketulusan Yonatan
terhadapnya. Ketulusan berarti menunjukan kesungguhan dan kebersihan hati,
kejujuran/ tidak berpura-pura
KETULUSAN YONATAN:
•
Yonatan
tidak melihat latar belakang Daud.
Yonatan (anak raja) ó Daud (gembala)
Yonatan menerima dan mengasihi Daud apa adanya bukan
karena ada apanya.
•
Yonatan
menunjukan kerendahan hatinya
1 Sam 18:4=Yonatan
menanggalkan jubah yang dipakainya,…..
#Menanggalkan jubah = menanggalkan kehormatan dan
kedudukan.
Yonatan rela menanggalkan kehormatan dan kedudukannya
demi Daud
•
Yonatan
rela berkorban bagi Daud (1 Sam 20:30-34)
Yonatan membela Daud dihadapan Saul ayahnya hingga Saul
marah dan melemparkan tombak kearahnya hendak membunuhnya.
2. Meringankan Penderitaan
a. Yonatan mau melakukan apa yang Daud minta padanya.
•
Ay
4="Apapun kehendak hatimu, aku akan melakukannya bagimu.“ (BIS=Apa saja
yang kauminta akan kulakukan).
•
Kata
friend [sahabat] dalam bahasa Inggris berasal dari akar kata yang sama dengan
freedom [kebebasan]. Sahabat sejati memberi kebebasan kepada kita untuk menjadi
diri sendiri. Kita bebas mengungkapkan kebimbangan, gangguan dan ancaman dalam
kehidupan kita. Sahabat yang sejati juga mampu menegaskan tentang betapa
berartinya kita bagi dirinya.
b. Yonatan menunjukan kesetiaannya
kepada Daud
•
Ay 9=BIS=”Jawab Yonatan, "Jangan khawatir!
Jika aku tahu dengan pasti bahwa ayahku telah bertekad untuk mencelakakanmu,
tentulah akan kuberitahukan kepadamu.”
•
Ilustrasi: John berkata: “Saya tahu kau pasti akan kembali
mencariku, aku mengasihimu sahabatku” Dia mengatakannya sambil tersenyum
puas. Oleh karena kasihnya kepada John, Andy rela mempertaruhkan nyawanya
untuk mencari sahabatnya ini. Memang usaha Andy ini tampaknya sia-sia
karena Andy tertembak dan John meninggal. Namun, sebenarnya hal ini tidak
sia-sia karena sampai akhir hidupnya, John melihat bahwa Andy, sahabatnya ini
tetap mengasihi dia.
3. Memegang Komitmen (ay 12-17)
•
Bukti
Komitmen Yonatan : ay 35-42
•
Bukti
Komitmen Daud : 2 Sam 9:7
Komitmen artinya keterikatan untuk melakukan sesuatu.
Banyak orang saat ini tidak mau terikat oleh komitmen. Karena, mereka merasa
dengan memegang komitmen maka ia tidak bebas melakukan segala sesuatu yang
diinginkannya.
Seperti Daud dan Yonatan. Bisa saja Yonatan membiarkan
ayahnya membunuh Daud karena, Daud merupakan salah satu penghalang Yonatan
untuk menjadi pemimpin bangsa Israel ataupun Daud sebenarnya bisa saja
membiarkan Mefiboset menderita dan mati. Namun, hal ini tidak mereka lakukan
karena selain mereka saling mengasihi merekapun setia memegang komitmen yang
telah mereka akui dihadapan Tuhan.
Kesimpulan:
•
3
hal inilah yang merupakan ciri-ciri bahwa kita mengasihi/mencintai sahabat kita
dan menandakan bahwa kita telah memiliki Persahabatan sejati, Yaitu:
- Adanya ketulusan
- Meringankan penderitaan
- Memegang komitmen
•
Dalam
persahabatan pasti ada kekecewaan, kemarahan atau pun perselisihan. Namun,
semuanya itu dapat terselesaikan ketika kita mengasihi/mencintai sahabat kita.
•
Yang
utama dari semuanya ialah Tuhan menghendaki kita memiliki persahabatan yang
kekal bersama-Nya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang
Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14)
F.T : PW HERMON TGL : 23 Maret 2016
TUHAN MELIHAT HATI
(1 SAMUEL 16:7)
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang
parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang
dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata,
tetapi TUHAN melihat hati."
PENDAHULUAN:
1 Samuel
16 mengisahkan tentang pemilihan Daud. Daud merupakan anak bungsu dari 8
bersaudara. Syarat untuk menjadi seorang
raja pada masa itu, salah satuya ialah harus memiliki paras atau perawakan yang
baik (tinggi) dan Karena itu Saul pun terpilih menjadi seorang raja (1 Sam 9:2
“Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok
rupanya;…”).
Hal ini
pun yang dilakukan oleh Samuel ketika ia akan mencari pengganti Saul. Samuel
melihat berdasarkan perawakan. Namun, hal ini merupakan kesalahan di mata
Tuhan. Oleh Karena itu, ketika Samuel melihat Eliab (ay 6) ia mengira bahwa
Eliablah uang dipilih Allah. Tetapi di ay 7 Allah berfirman kepada Samuel bahwa
bukanlah Elab yang dipilih Allah, dikatakan bahwa “Aku telah menolaknya (TB)”/
“Bukan dia yang Ku kehendaki (BIS).”
Lalu
pertanyaannya seseorang seperti apakah yang sebenarnya dikehendaki Allah? Dalam
terjemahan BIS dikatakan bahwa “Aku
tidak menilai seperti manusia menilai, manusia melihat rupa tetapi Aku
melihat hati”.
1. Apa yang dimaksudkan dengan “melihat
hati”?
Kata hati sering kali digunakan baik
dalam PL maupun PB. Namun, jarang dalam arti secara fisik melainkan lebih
mengarah dalam arti secara metafora yaitu makna bukan berdasarkan makna/ arti
sesungguhnya melainkan sebagai kiasan yang berdasarkan persamaan dan
perbandingan.
Kata melihat menggunakan kata Ra’ah (ti see, look at, inspect, perceive,
consider) artinya lihat melihat, memeriksa, mempertimbangkan. Sedangkan
kata hati menggunakan kata Lebab (inner man, mind, will, heart,soul, understanding) artinya batin
manusia, pikiran, hati jiwa, pengertian.
Maka yang dimaksudkan Allah bahwa Ia melihat hati ialah bahwa Allah
menilai seseorang tidak sekedar melihat saja tetapi lebih dari pada itu Allah
memeriksa serta mempertimbangkan bagaimana batin seseorang, bagaimana
pikirannya, jiwanya serta pengertiannya. Tidak seperti manusia yang hanya
melihat berdasarkan fisiknya saja.
Tuhan melihat hati artinya Tuhan tidak
melihat seseorang berdasarkan fisiknay yang elok, menarik atau rupawan tetapi
lebih dari itu Tuhan melihat seseorang berdarkan hatinya atau batinnya yang
berkenan kepada Tuhan. Oleh Karena itu keelokan paras seseorang tidak menjamin
seseorang memiliki hati yang berkenan serta menyenangkan Tuhan.
2. Beberapa gambara Alkitab mengenai
“hati”?
a. Hati dipandang sebagai pusat
kehidupan, pusat perasaan, pusat pikiran mencerminkan seseorang. (Amsal 27:19)
b. Firman Tuhan dekat pada hati (Ul
30:14)
c. Dengan hati orang percaya dan
dibenarkan (Roma 10:10)
Jika hati dipandang sebagai pusat
kehidupan, dengan hati yang dekat dengan Firman Tuhan seseorang digerakkan
untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, dan dengan hati yang terbuka kepada Tuhan
seseorang dapat percaya serta dibenarkan. Maka hati seperti apa yang harus
dimiliki sehingga dilihat Allah?
3. Hati seperti apa yang dilihat Allah?
a. Hati yang kuat (Yos 10:25), Ilustrasi
: Kisah Tuhan menolong Yosua dan bangsa Israel.
b. Hati yang condong kepada Tuhan (Yosua
24:23), tidak berpaling kepada Allah lain.
c. Hati yang murni dan bijaksana (Maz
24:4-5, Mat 5:8, Maz 90:12).
4. Apa tujuan Allah melihat hati?
Tujuan Allah melihat hatu ialah agar
semua rencanaNya tergenapi. Karena, tidak mungkin rencana Allah dapat tergenapu
jika semua umatnya mengeraskan hati mereka untuk dibentuk Allah. Tetapi ketika
setiap orang percaya memiliki hati yang lembut, taat kepada Tuhan maka apapun
karya Tuhan, rencana Tuhan dalam kehidupan setiap umatNya pasti akan tergenapi.
KESIMPULAN:
Demikianlah
kita sebagai orang eprcaya kita harus memiliki hati yang mau taat kepada Allah
dan kita pun dalam menilia orang lain atau sesame jangan berdasarkan parasnya
atau perawakannya tetapi matilah kita melihat hati sebab dengan cara demikian
pulah Allah menilai kita. AMIN.
F.T : SERMON SM
TGL : 5 April 2016
MENYANGKAL DIRI DEMI INJIL
1 Kor 9:19-23
Surat 1
Korintus merupakan surat yang dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di
Korintus. Surat ini dituliskan oleh Paulus setelah ia mendengar kabar buruk
mengenai jemaat di Korintus. Jemaat Korintus pada saat itu mengalami masalah
secara moral dan etis. (keikutsertaan jemaat Korintus dalam upacara-upacara
keagamaan kafir dan pelacuran).
Surat
ini juga merupakan surat pengembalaan untuk menegur jemaat yang sebenarnya
memiliki berbagai macam karunia. Namun, hai itu justru membuat mereka
menyombongkan diri satu sama lain.
1
Korintus 9 ini berisikan pengajaran Rasul Paulus mengenai hak dan kewajiban
seorang rasul (pelayan Tuhan). Dimana pada saat iru banyak orang yang
mengeritik (=anakrino: kritik,
menilai, menguji,menghakimi, meragukan) Paulus ay 3.
Dalam melayani kritikan bukanlah hal
yang baru, maka ada 3 hal yang Rasul Paulus jelaskan kepada setiap
pelayan-pelayan Tuhan:
1.
Tentang
sikap yang Paulus dalam melayani (ay 19)
Sikap yang diterapkan Rasul Paulus
dalam melayani ialah “penyangkalan diri” demi kepentingan orang lain Paulus mau
menyangkal dirinya. Ay 19 “sungguhpun aku bebas terhadap semua orang” artinya
merdeka atau tidak terikat. Tetapi Paulus mau menyangkali kebebasannya itu
untuk menjadi hamba bagi semua orang (hamba=budak). Alkitab terjemahan BIS dan
FAYH lebih menekankan hal ini.
Ø 1 Kor 9:19 BIS: “Saya ini bukan hamba
siapa pun; saya bebas. Meskipun begitu, saya sudah menjadikan diri saya ini
hamba kepada semua orang. Saya lakukan itu supaya saya bisa memenangkan
sebanyak mungkin orang untuk Kristus.”
Ø 1 Kor 9:19 FAYH : “Kebaikan keadaan
seperti ini jelas, yaitu bahwa saya tidak dibayar untuk mematuhi seorang pun
karena ia menggaji saya. Dengan bebas dan dengan gembira saya menjadi pelayan
semua orang, supaya saya dapat membimbing mereka kepada Kristus.”
Paulus melakukan pelayanan sepenuh
hatinya, ia menyangkal dirinya, egonya bahkan harga dirinya bagi Kristus. Ia
melakukan itu semua agar memenangkan banyak jiwa dan membimbing mereka kepada
Kristus.
Paulus menyadari bahwa semua orang
membutuhkan Kristus sebagai jurus’lamat mereka dan ia menyadari betapa
pentingnya Injil bagi semua orang tanpa terkecuali bagi anak-anak.
Ini merupakan pelajaran penting bagi
setiap pelayan Tuhan yang mengambil bagian dalam pelayanan. Bahwa Rasul Pulus
mau menyangkal dirinya bahkan menjadikan dirinya hamba bagi orang lain agar
Injil tersampaikan.
Demikian juga Injil itu penting bagi
anak-anak yang dilayani. Kita yang adalah orang dewasa harus mau menyangkan
diri kita untuk menjadi pelayan (hamba) bagi anak-anak yang Tuhan percayakan
untuk dilayanai.
Semua GSM (Kita) sama halnya seperti
Paulus adalah orang yang bebas, merdeka, tidak terikat, kita dapat memilih atau
bebas memilih untuk melayani atau tidak. Tetapi kita harus mau meneladanai
Paulus yang mau menyangkal dirinya tidak menggunakan kebebasannya. Agar kita
dapat memenangkan anak-anak yang kita layani bagi Kristus. Meskipun kita yang
tadinya bebas harus terikat untuk melayani Tuhan.
2. Bagaimana tindakan Paulus dalam
melayani? Ay 20-23
a. Paulus bergaul dengan siapa saja
b. Paulus ikut memposisikan dirinya
dengan orang yang dilayaninya.
Ay 22 dalam terjemahan lain dikatakan
bahwa ketika Paulus bersama orang yang mudah risau (lemah) ia tidak berlaku
lebih tahu dan menyatakan bahwa mereka berlaku bodoh. Hal itu dilakukannya agar
mereka mau membiarkan Paulus menolong mereka.
Demikian kita dapat menjadi seperti
Paulus dalam pelayanan kita. Karena ada banyak karakter anak-anak yang ditemui
dalam pelayanan sebagai GSM (Guru Sekolah Minggu). Maka kita harus mampu
bergaul dengan mereka serta dapat memposisikan diri kita pada posisi mereka
seperti kata Paulus dalam ayat 22b.
Ø Bagi semua orang aku telah menjadi
segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari
antara mereka.(TB)
Ø Pendeknya, saya menjadi segala-galanya
untuk semua orang supaya dengan jalan yang bagaimanapun juga saya bisa
menyelamatkan sebagian dari mereka.(BIS)
Maka dalam keadaan apapun seseorang/
bagaimanapun sifat dan keadaan seseorang Paulus berusaha mencari persesuaian
paham dengan mereka supaya mereka mau membiarkan Paulus bercerita tentang
Kristus dan membiarkan Kristus menyelamatkan mereka.
3.
Mengapa
Paulus mau melakukan pelayanan? Apa tujuannya?
Sudah jelas alasan mengapa Paulus
melakukan semua pelayanan ini. Karena Injil (Kabar baik). Maka motivasi Paulus
hanyalah untuk kemuliaan Kristus dan banyak jiwa dimenangkan serta agar ia
mendapat bagian didalammnya (turut diberkati).
KESIMPULAN:
Dalam
melayani Paulus mau menyangkal dirinya membuang kebebasannya dan mau menjadi
hamba bagi semua orang bahkan mau memposisikan dirinya dalam keadaan orang
lain. Hal ini dilakukannya agar injil tersampaikan dan banyak orang dimennagkan
serta dibimbing kepada Kristus. Demikianlah kita dalam pelayanan ini dapat
meneladani Paulus. AMIN.
F.T :
SERMON SM TGL : 17 Mei 2016
Panas hati ketika tidak sesuai
dengan harapan
(2 Rj 5:12)
Ketika sesuatu
hal yang kita kerjakan atau yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan kita
atau tidak sesuai dengan keinginan kita perasaan yang sering kali menghinggapi
kita ialah panas hati. Begitu juga ketika jawaban doa yang mungkin telah bertahun-tahun kita doakan
tidak sesuai dengan kehendak kita. Kita cenderung panas hati untuk menerima
jawaban Tuhan.
Panas hari dalam terjemahan lain
menggunakan kata rage yang dapat
diartikan kegusaran, mengamuk atau marah-marah. Terkadang hal inilah yang kita
alami jika jawaban doa kita tidak sesuai
dengan harapan kita. Kita sering gusar atau marah-marah kepada Tuhan, kalau
kita melihat pada seorang anak kecil yang keinginanya tidak terpenuhi ia akan
mengangis dan “merajuk” atau mengamuk kepada orang tuanya. Seperti itulah
gambaran sikap kita ketika kita tidak menerima jawaban doa seperti yang kita
harapkan.
Tetapi dari nats ini kita belajar
bahwa bukan masalah waktu, tempat atau bagaimana cara Tuhan menjawab doa kita.
Karena, terkadang kita ingin mengatur Tuhan. Sehingga dalam doa-doa kita yang
kita naikkan kepada Tuhan seolah-olah seperti sedang membuat daftar belanja beserta rincian
harganya. Terkadang kita berdoa tanpa menyerahkan kepada kehendak Tuhan
bagaiman ia menjawab doa kita. Karena, yang kita lakukan ialah kita berdoa dan
meminta Tuhan menjawab doa sesuai dengan keinginan kita.
Saat ini kita belajar dari Naaman
yang merasa kecewa dengan jawaban yang ia terima ketika ia mencari kesembuhan.
Tapi satu hal yang dilakukan Naaman meskipun ia marah-marah atau mengamuk pada
saat itu, ia mau menuruti apa yang menjadi jawaban atau perintah baginya untuk
mendapatkan kesembuhan meskipun dengan berat hati.
Dan suatu mujizat terjadi kepadanya
ia memperoleh kesembuhan. Bagaimana dengan kita apakah kita tetap mengeraskan
hati dan tidak mau menerima jawaban doa yang telah Tuhan berikan, karena hal
itu tidak sesuai dengan harapan kita? Dari renungan ini marilah kita belajar
untuk dapat menaati kehendak Tuhan sesulit apapun itu atau sangat tidak
menyenangkan bagi kita. Satu hal yang harus selalu kita ingat yaitu bahwa Tuhan
mau agar kita menaatinya dan menerima apa yang telah Tuhan lakukan. Karena,
itulah kunci agar kita dapat melihat kuasa Tuhan nyata dalam kehidupan kita.
SYARAT MENGIKUTI TUHAN
MATIUS 10:34-11:1
Pembekalan Sermon Majelis (Bahan PDS): Senin, 19 Mei 2016
Matius
10:34-11:1 merupakan salah satu rangkaian perkataan atau pesan yang disampaikan
Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Pesan ini dilatarbelakangi oleh rasa belas
kasihan Tuhan Yesus kepada orang banyak (Mat 9:35-38) dan oleh karena itu ia
memanggil murid-muridNya untuk diberi tugas melayani orang banyak tersebut (Mat
10:1-8a). Matius 10:34-11:1 ini berisikan tentang pesan atau ajaran mengenai
syarat mengikut Tuhan, yang harus diajarkan oleh para murid dan yang mereka pun
harus penuhi. Pesan ini pun berlaku hingga saat ini. Mengikut Tuhan merupakan
keputusan pribadi seseorang yang harus diambil bukan karena paksaan melainkan
keputusan yang sungguh-sungguh diambil dari dasar hati yang paling dalam.
Pertanyaannya bagi kita Bagaimanakah syarat untuk mengikut Tuhan?
1. Harus siap terpisah dari orang yang
menolak Yesus termaksuk keluarga (ay 34-36).
ü Ay 34b dikatakan bahwa “Aku datang
bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”. Kutipan ayat ini cukup
kontroversial, karena ayat ini sering digunakan oleh orang-orang yang menolak
Yesus untuk menyatakan kesalahan atau kritikan tentang Yesus dan ajarannya.
Dimana Tuhan Yesus yang dikatakan
pembawa damai (Ef:2:4-18) dan Yesus Raja Damai (Yes 9:5), justru datang membawa
pedang.
ü Untuk dapat memahami perkataan Tuhan
Yesus di ayat 34 ini kita harus memahami gaya bahasa yang digunakan oleh Tuhan
Yesus. Dimana dalam perikop ini Tuhan Yesus menggunakan gaya bahasa hiperbola[1]
untuk menekankan pesan secara mendalam. Dimana Pedang[2]
digunakan sebagai simbol penghakiman Allah atas dunia yang akan memisahkan
orang percaya dengan orang yang menolaknya.
ü Ay 35 “Yesus datang untuk memisahkan[3]
orang dari ayahnya…”, ayat ini bukan berarti Tuhan tega untuk memisahakan
seseorang dengan keluarganya. Tetapi jika hal itu pun harus terjadi karena
salah satu anggota keluarga kita menolak Tuhan maka kita pun harus siap menjadi
lawan atau musuh bagi mereka demi untuk mengikut Tuhan.
ü Ay 36”musuh[4]
orang ialah orang-orang seisi rumahnya”, ayat ini tidak bermaksud untuk
mengajarkan orang percaya untuk memusuhi keluarganya sendiri atau siapa pun. Dalam PL musuh ialah bangsa lain yang
tidak mengenal Allah dan memerangi bangsa Israel, pembenci (Ul 30:7), yang
membesarkan diri dengan penuh hinaan (Mzm 55:13), pengutuk (Bil 23:11,24:20),
pengolok (Ul 32:27), ia senang ketika menang (Mik 7:8) dan penuh dengan omongan
besar (Kel 15:9,Mzm 13:5). Sedangkan dalam
PB memberi tekanan pada musuh-musuh rohani (musuh spiritual). Dalam PB
musuh rohani yang utama adalah Iblis, yang berjalan keliling seperti singa yang
mengaum-ngaum mencari orang yang dapat ditelannya (1 Ptr 5:8), dalam surat
Efesus 6:10-17 berbicara tentang si
jahat yang menjadi musuh kita, Why 12 dan 13 musuh ialah naga besar dan
binatang yang keluar dari dalam laut. Ini semua berbicara tentang kekuatan
serta kemampuan jahat iblis yang berusaha menentang rencana-rencana Allah.
Paulus mengembangkan bahwa setiap manusia yang hidup di luar Kristus
sesungguhnya adalah musuh Allah. Namun, yang menjadi tekanan disini adalah pada hati manusia yang menjadi musuh Allah
dan diperbandingkan dengan kasih yang Allah ulurkan kepada musuhnya seperti
dalam Roma 5:10 bahwa ketika kita masih menjadi seteru Allah, Ia telah
mendamaikan kita dengan diriNya sendiri melalui kematian anakNya. Maka pada
intinya musuh utama orang percaya ialah bukan manusianya tetapi kuasa-kuasa iblis
yang berusaha menguasai hati setiap orang, membutakan hati setiap orang untuk
mengenal Tuhan lebih lagi dan yang selalu membuat kita yang telah percaya
kepada Kristus untuk hidup diluar Kristus.
ü Berkaitan dengan ayat 36 ini maka
musuh yang dimaksudkan bukanlah secara fisik tetapi harus dinilai secara
rohani. Karena, jika dikaitkan pada konteks ayat sebelumnya (Mat 10:16-33),
suatu saat nanti akan banyak orang yang bangkit untuk menganiaya orang percaya
termaksuk keluarga kita agar kita pada akhirnya menyangkal Kristus. Seperti
yang diumpamakan pada Mat10:16 kita adalah domba di tengah serigala maka kita
harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dan dalam Rm 12:21
dikatakan bahwa kita harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Oleh karena
itu konsep musuh tidak selalu harus dilawan dengan kejahatan tetapi Tuhan
mengajarkan bahwa kita harus lawan dengan kebaikan. Dalam PL bentuk perlawanan
tehadap musuh dengan perang sesungguhnya namun di zaman anugerah ini kita pun
harus berperang melawan musuh utama kita yaitu iblis dengan perang secara
rohani yaitu melalui doa-doa kita agar kuasa iblis yang berusaha membutakan
hati setiap orang akan Yesus dapat digagalkan.
Matius 10:34-36, merupakan syarat
pertama yang harus kita penuhi untuk mengikut Tuhan yakni harus siap terpisah
dari orang yang menolak Yesus. Karena, antara orang percaya (pengikut Tuhan)
dan orang yang menolak Yesus bukan damai yang terjadi melainkan pertentangan
dan perlawanan (bdk. Yoh 7:40-43).
2. Harus memenuhi patokan/standart
kelayakan mengikuti Tuhan Yesus (ay 37-39).
Pada ayat 37-39 Kalimat
“Ia tidak layak[5]
bagiku” diulangi sebanyak 3 kali. Hal ini menunjukan bahwa kalimat ini
merupakan kalimat yang penting karena ditekankan sebanyak 3 kali. Lalu yang
menjadi patokan kelayakan untuk mengikuti Tuhan ialah mengutamakan Yesus diatas
segalanya dapat dilihat dari ay 37-39.
ü Ay 37: Mengasihi Tuhan Yesus lebih
dari mengasihi keluarga.
ü Ay 38: Memikul Salib melambangkan
bahwa kita telah mati sama seperti yang Paulus katakan dalam Gal 2:19-20. Memikul
salib artinya kita harus mengutamakan kehendak Tuhan (bdk Mrk 10:21) diatas diri kita sendiri.
ü Ay 39: Rela melepaskan/kehilangan apa
yang ada pada kita termaksud nyawa kita (bdk Fil 1:20-21).
Maka yang menjadi syarat
kedua mengikuti Tuhan ialah kita harus memenuhi patokan kelayakan mengikuti
Allah yaitu mengutamakan Tuhan Yesus diatas segalanya dan orang yang telah
memenuhi patokan ini dianggap sebagai perwakilan dari Tuhan Yesus sendiri (ay
40).
3. Harus menyambut perwakilan Tuhan
dengan keramahan dan memberikan pemberian yang tulus (ay 40-42).
ü Ay 40: Setiap orang yang telah
mengutamakan Tuhan diatas segalanya (mengasihi Tuhan, memikul salib, rela
melepas apa yang ada pada kita)
merupakan perwakilan Tuhan. Maka setiap orang yang menyambut mereka
berarti menyambut Tuhan (bdk Yoh 13:20). Kata menyambut (dechomai) “receive”
artinya menerima, mengambil, menampung. Dalam Luk 10:16 dikatakan “Barangsiapa
mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku,……”. Maka setiap orang yang menyambut
ataupun mendengarkan perwakilan Tuhan/utusan
Tuhan sama halnya dengan menyambut dan mendengar Tuhan Yesus.
ü Ay 41: Setiap orang yang menyambut
perwakilan Tuhan maka ia akan memperoleh upah dari Tuhan (bdk Ibr 6:10).
ü Ay 42: Perwakilan Tuhan/pelayan Tuhan
digambarkan sebagai orang yang kecil[6]
(mudah ditindas, tidak memiliki kuasa apa pun selain hanya bergantung kepada
Tuhan).
ü Pada ay 42 ini ada frasa “Memberikan
air sejuk” pada masa Tuhan Yesus “memberikan air sejuk” adalah pemberian
terbaik yang biasa diberikan oleh seorang buru tani. Hal ini menggambarkan
keramahan dan pemberian yang tulus dengan iman kepada perwakilan Tuhan. Dan
ayat ini kembali menekankan bahwa setiap orang yang menyambut perwakilan Tuhan
serta memberikan pemberian yang tulus upah mereka tidak akan hilang.
Maka syarat ke 3 untuk
mengikut Tuhan ialah harus menyambut/menerima
perwakilan/utusan Tuhan dan
bersikap ramah serta memberikan pemberian yang tulus.
KESIMPULAN:
Mengikut
Tuhan bukanlah pilihan melainkan keharusan yang harus kita putuskan sendiri
bukan keputusan kelompok atau ikut-ikutan bahkan paksaan. Oleh karena itu kita
harus siap tersakiti karena keputusan kita untuk mengikuti Tuhan, kita harus
memiliki totalitas hidup kepada Tuhan dalam mengikutinya, dan yakinlah bawa
Tuhan telah menyediakan penghiburan bagi kita dalam menghadapu tantnagan yang
ada dalam mengikutinya.
Siapa aku??
Zakharia 2:8
Remaja : Minggu,12 Juni 2016
Nats
Firman Tuhan ini mengisahkan tentang seorang nabi yang dipakai Tuhan yaitu
Zakaria (1:1). Dimana ia dipakai Tuhan untuk menyerukan/mengabarkan pertobatan
kepada bangsa Israel. Karena kesalahan bangsa Israel mereka mengalami masa
kesukaran dan harus mengalami hidup dalam pembuangan di Babel (2:7). Dari kisah
mengenai bangsa Israel ini ada beberapa hal yang menunjukan tentang Siapakah kita
dimata Tuhan?.
1. Kita adalah biji mata Tuhan (9)
Zakharia 2:6-12 mengisahkan tentang
orang-orang Israel yang telah dibuang ke Babel dan dipanggil kembali melalui
perantaraan Nabi Zakharia yang Tuhan pakai untuk mengabarkan hal tersebut.
TB : Sebab
siapa yang menjamah kamu berarti menjamah biji mataNya (9)
FAYH : Sebab siapa
yang mencelakakan kamu sama saja menusuk jarinya kemata Tuhan
BIS : Siapa
yang menyerang kamu, menyerang buah hatiKu.
Berdasarkan ayat ini menunjukan betapa berharganya umat
Tuhan atau kita saat ini dihadapan Tuhan (Biji matanya/buah hati Tuhan). Maka
adik-adik yang dikasihi Tuhan jika sebegitu penting dan berharganya kita
dihadapan Tuhan maka kita jangan pernah mengecewakanNya dengan sikap dan
tingkah laku kita yang salah.
2. Apa tindakan Tuhan terhadap
orang-orang yang menyakiti kita? 9
TB : Tuhan
sendiri yang menggerakan tanganNya
BIS : Tuhan
akan melawan kamu
FAYH : Aku akan
melawan mereka dengan tinjuKu
Ayat ini
menunjukan bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam melihat orang lain menyakiti
anak-anakNya. Siapapun mereka. Lalu pertanyaannya apakah kita sudah menjadi
anak Tuhan?, jika kita sudah menjadi anak-anak Tuhan. Firman Tuhan jelas
mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan turun tangan menghadapi orang-orang yang
menjamah, mencelakakan bahkan menyerang kita.
Hal ini
berarti kita sebagai anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir serta membalas
orang-orang yang telah menyakiti kita, yang harus kita lakukan ialah membawa
mereka kepada Tuhan. Karena, Tuhan yang lebih tahu apa yang harus dilakukan
terhadap orang-orang yang telah menyakiti biji mataNya/buah hatiNya. Jadi,
tidak ada hak kita untuk mengambil bagian Tuhan yang harus kita lakukan
hanyalah mendoakan mereka.
3. Apa tindakan yang harus kita lakukan?
(10)
TB :
Bersorak-sorailah dan bersukacitalah
BIS : Bernyanyi
dan bergembiralah
FAYH : Bernyanyi dan
bersukacitalah
Karena, Allah berada ditengah-tengah kita.
Akulah yang memilih kamu
Yohanes 15:16
Sermon Majelis: Senin, 27 Juni 2016
Ayat ini
berisikan tentang perintah untuk saling mengasihi. Pada perikop ini Kristus
berbicara mengenai kasih melalui 4 sisi yakni:
1. Kasih Allah kepadaNya (9-10)
2. Kasih Kristus kepada murid-muridNya
(13-16)
3. Kasih murid-muridNya kepada Kristus
(10-11)
4. Kasih para murid satu sama lain
(12-17)
Sesuai dengan tema “Akulah yang memilih
kamu” hal ini berbicara mengenai kasih Kristus kepada murid-muridNya. Ay 16
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah
menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap,
supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.”
Melalui ayat ini jelas bahwa hanya
Tuhanlah yang memilih seseorang agar seseorang/kita menjadi orang percaya,
menjadi pelayan Tuhan atau menjadi hamba Tuhan, bukan Karena keinginan kita. Ay
16b “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”
Dalam bahasa asli kata memilih
“eklegomai” artinya memilih. Dalam bahasa aslinya kata memilih ini menggunakan
kata kerja dalam bentuk Aorist orang kedua tunggal. Dalam tata bahasa Yunani
kata yang menggunakan bentuk Aorist berarti kata yang terjadi sekali untuk
selama-lamanya/sudah selesai.
Hal ini berarti ketika Tuhan telah
memilih kita untuk percaya kepadaNya atau menjadi pelayan/hambaNya maka hal ini
berarti bahwa pemilihan tersebut telah terjadi sekali untuk selama-lamanya.
Orang pilihan Tuhan bukan berarti tidak dapat jatuh bangun tetapi meskipun
orang pilihan Tuhan selalu jatuh maka
Tuhan pasti akan selalu menolong.
Yesaya 44:1-2 ketika Allah memilih
Yakub “Tetapi sekarang, dengarlah hai Yakub, hambaku dan hai Israel yang telah
Ku pilih! Beginilah Firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau
sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hambaku
Yakub dan Yesyurun, yang telah Ku pilih!.”
Galatia 1:15 ketika Paulus menjad
Rasul: “Tetapi waktu ia, yang telah memilih aku, sejak kandungan ibuku dan
memanggil aku oleh kasih karuniaNya berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku,
supaya aku memberikan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun
aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.”
Roma 9:11 ayat ini menegaskan bahwa
Karena kemurahan hati Tuhanlah kita dipilihNya bukan Karena kehendak kita
ataupun usaha kita. Maka sesuai dengan tema bahwa hanya Tuhanlah yang memilih
kita menjadi percaya kepadanya bahkan kita yang saat ini boleh dilayakan Tuhan
menjadi pelayanNya dan hambaNya. Kita yang tidak layak dibuatNya layak untuk
melayaninya bukan Karena apa yang kita miliki namun hanya oleh
kasihnya/kemurahan hatinya. (ilustrasi: dipilih Tuhan vs merasa dipilih Tuhan).
Diayat selanjutnya “16b…..”
TB : Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan
menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa
dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.
BIS : dan menyuruh kalian pergi untuk berbuah banyak —
buah-buah yang tak dapat binasa. Maka Bapa akan memberikan kepadamu apa saja
yang kalian minta kepada-Nya atas nama-Ku.
FAYH : Aku menugaskan kalian agar selalu
menghasilkan buah yang baik, supaya apa pun yang kalian mohon dari Bapa atas
nama-Ku, Ia akan memberikannya kepadamu.
Ayat ini menunjukan bahwa kita sebagai
orang yang dipilih Tuhan telah ditetapkan, disuruh atau
ditugaskan Tuhan untuk menghasilkan buah sehingga apapun yang kita minta kepada Bapa atas nama Yesus, ia akan memberikanNya.
ditugaskan Tuhan untuk menghasilkan buah sehingga apapun yang kita minta kepada Bapa atas nama Yesus, ia akan memberikanNya.
Berbuah pada ayat ini berkaitan pada
ayat sebelumnya yakni Yoh 15:2,4-5,8. Dan buah yang dimaksudkan pada ayat ini
ialah :
1. Secara pribadi : kebajikan-kebajikan Rohani, seperti buah-buah Roh dalam Galatia
5:22-23 (bdk. Ef 5:9, Kol 1:16, Ibr 12:11, Yak 3:18).
2. Berusaha membawa orang kepada Kristus
Yoh 4:36, 12:24.
KESIMPULAN:
Melalui
F.T ini memberikan 2 hal yang harus kita renungkan sebagai orang-orang yang
telah dipilih Tuhan. Dimana Tuhan telah memilih kita dari dunia ini bukan
Karena kehendak kita/ usaha kita tetapi hanya oleh kemurahan hatiNya. Maka kita
pun harus menjalankan tugas kita sebagai orang yang telah dipilihnya yakni kita
harus menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita secara pribadi dan kita
pun harus membawa banyak orang kepada Kristus.
Kita
harus bersyukur kepada Tuhan Karena kita telah dipilihnya dan kita pun harus
menjalankan tugas yang telah Tuhan tetapkan untuk menghasilkan buah dalam
kehidupan kita dan pelayanan kita. AMIN.
Bersyukur dengan segenap hati (Maz 138)
Remaja, 10 Juli 2016
Berdasarkan tafsiran Wyclife: Mazmur
ini diawali dengan nyanyian syukur, tetapi kemudian menjadi nyanyian
kepercayaan. Kendatipun pembicara berada
dalam kesulitan, dia tidak memulai dengan ratapan, melainkan dengan penuh
syukur mengakui berkat-berkat Allah.
Ay 1-3
-
Pemazmur
(Daud) mendapatkan jawaban atas doa-doanya oleh karenanya ia datang mendekat
kebait Allah bersujud dengan penuh hati sambal mengucap syukur atas petoongan
Tuhan.
Ay 4-6
-
Pemazmur
(Daud) berharap bahwa semua bangsa/raja-raja pun bersyukur kepada Tuhan atas
pertolonganNya. Dimana Tuhan melihat setiap orang yang membutuhkan
pertolonganNya. Dimana Tuhan melihat setiap orang yang membutuhkan
pertolonganNya.
Ay 7-8
-
Daud
hanya mau mengandalkan Tuhan dalam hidupNya. Karena, ia percaya bahwa Tuhanlah
yang akan menolongNya dan memberikan jalan keluar dalam setiap persoalannya.
Kemurnian iman
1 Petrus 1:7
Sermon Majelis: Senin, 1 Agustus 2016
Pendahuluan:
Surat 1
Petrus ini ditulis oleh Rasul Paulus dengan bantuan rekan sepelayanannya yaitu
Silvanus (Silas) bdk. 1 Pet 5:12,Kis 15:22. Surat ini ditulis di Babilonia
(Roma) sekitar penganiayaan oleh Kaisar Nero yang dimulai yaitu pada tahun 64
M. pada saat itu terjadi penderitaan hebat (sebelum 62-64 M).
Surat
ini dituliskan/dialamatkan kepada orang-orang pendatang yang tersebar di 5
provinsi Asia Kecil kekaisaran Romawi (1 Petrus 1:1). Beberapa diantara mereka
kemungkinan merupakan orang-orang yang bertobat ketika Petrus berkhotbah dihari
pentakosta dan mereka telah kembali kekota mereka masing-masing. (Kis 2:9-11)
Orang
percaya ini disebut perantau (1 Petrus 2:11) untuk mengingatkan mereka bahwa
perziaraan mereka sebagai orang Kristen adalah di dalam dunia yang membenci
Yesus Kristus dan mereka dapat mengalami penganiayaan darinya . sesuai dengan
Filipi 3:20 dimana setiap orang percaya merupakan kewarganegaraan sorga
demikian pula dengan kita saat ini.
Surat 1
petrus ini secara keseluruhan bertemakan penderitaan di dalam kehidupan orang
percaya. Sebagai ayat kunci 1 Petrus 4:1. “Jadi, Karena Kristus telah menderita
penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan ikiran
demikian,- Karena barang siapa telah menderita penderitaan badani, ia telah
berhenti berbuat dosa.”
Dan pada
perikop ini yakni 1 Petrus 1:3-12 secara garis besar berisikan tentang
penghiburan dan kepastian di dalam penderitaan. Jika kita membaca (1 Pet 1:6),
Petrus menyampaikan bahwa kita sebagai orang percaya kita harus bergembira
sekalipun sekarang ini kita sedang berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan
(ujian).
*Berbahagialah : GNB=> Be glad (senang), ASV=>
Greatly rejoice (bergembira), BIS=> Bersuka hati.
*Bahasa Yunani : agaleeaho=> Bersukacitalah,
bergembiralah, menikmati, menunjukan benar melompat kegirangan.
*Berdukacita : ASV=> Grief (dukacita, kesedihan,
mendapat kesulitan, mengalami kegagalan), GNB=> Be sad (menjadi sedih),
KJV=> Heaviness (berat).
*Bahasa Yunani=>Distress (keadaan yang
sukar/berbahaya, kesukaran,menyusahkan).
Ilustrasi: Menempa Emas
Selanjutnya
Petrus pada ayat 7 mengilustrasikan bahwa emas yang dapat rusak pun diuji
dengan api. Terlebih lagi iman kita sebagai orang percaya yang lebih berharga
dari pada emas harus diuji agar menjadi teguh/murni.
Kemurnian
iman yang dimaksudkan disibi bertujuan/membuktikan apakah kita telah
sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan atau tidak. Dengan kata lain kesukaran
membuktikan kekuatan kita kepada Tuhan.
Karena,
ketika kita telah tahan uji, telah terbukti murni dihadapan Tuhan. Maka pada
ayt selanjutnya dikatakan bahwa kita akan memperoleh puji-pujianh dan kemuliaan
dan kehormatan pada hari kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Hal ini
menunjukan kepastian yang akan kita terima ketika kita telah melewati setiap
penderitaan/ujian.
Ilustrasi : Kekejaman Nero (54-68 M)
Kekuasaan
Nero sering dihubungkan dengan Tirani (kekuasaan yang digunakan sewenang-wenag)
dan kekejaman. Nero telah melakukan beberapa eksekusi terhadap ibu kandung dan
saudaranya dan ia juga merupakan kaisar yang membakar Roma dan membunuh
orang-orang Kristen mula-mula.
Menurut
catatan sejarawan (Roma Tacitus 56-120 M) untuk memenuhi tujuannya membangun
kota Roma yang baru, maka Nero sengaja membakar kota Roma, masyarakat pada
umumnya mengetahui bahwa Nerolah yang melakukannya. Namun, ia
mengkaminghitamkan pengikut Nasrani sebagai penyebab kebakaran tersebut dan
Nero menggunakan cara yang sangat jahat untuk menghukum mereka.
-
Dalam
sebuah arena perlombaan pengikut nasrani ditutupi dengan kulit hewan lalu
melepas segerombolan anjing pemburu untuk mengigit dan mencabik mereka hingga
mati.
-
Bagi
pengikut Nasrani yang masih tersisa Nero memerintahkan anak buahnya supaya
mengikat mereka bersama jerami kering untuk dijadikan obor dan disusun didalam
sebuah taman lalu dibakar pada tengah malam, menjadi hiburan bagi Nero yang
lalim.
-
Pengikut
Yeus Petrus dan Paulus meninggal dalam penindasan ini
-
Dalam
sejarah kekaisaran Roma, Nero diakui sebagai seseorang yang paling kejam.
ð Petrus : disalibkan dengan kepala di
bawah, kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda ialah secara huruf X. Karena
itulah permohonan yang diajukan sebelum ia disaib, dimana ia memohon untuk
disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib
seperti Yesus. (Latarbelakang Petrus: penyangkalan 3x)
ð Paulus : Rasul Paulus disiksa dengan
sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh kaisar Nero di Roma pada
tahun 67M. (lararbelakang Paulus: penganiaya jemaat)
KESIMPULAN:
Saat ini
mungkin kita masing-masing sedang mengalami pergumulan, kesedihan, kegagalan
dan lain sebagainya yang merupakan bentuk penderitaan yang kita hadapi. Tetapi
biarlah itu semua menjadi cara yang menguji kemurnian, kesungguhan, keteguhan,
kekuatan iman kita untuk selalu bersandar dan berharap kepada Tuhan. Sesuai
dengan tema kita bahwa Tuhan ingin kita memiliki kemurnian iman.
PW GABUNGAN: 3 AGUSTUS 2016
Resep hidup benar dihadapan tuhan
Mazmur92:1-16
- Menjadi orang benar bukanlah perkara yang mudah. Ada banyak hal yang menjadi tantangan.
- Namun, kehidupan orang benar membawa dampak atau pengaruh yang sangat besar baik dalam kehidupannya pribadi, orang sekitarnya dan secara khusus dalam kehidupan keluarganya.
- Dan Allah menempatkan orang benar ditengah-tengah orang fasik agar mereka dapat menjadi saluran berkat Allah.
- Sebagai contoh:
Yusuf
ditengah-tengah keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Pertanyaan : bagaimanakah agar kita hidup benar dihadapan tuhan?
- Menaikkan syukur kepada Tuhan (1-5)
- Menyadari rancana Tuhan (6-12)
- Bertunas seperti pohon Korma dan tumbuh subur seperti pohon Aras (13-16)
1. Menaikan syukur kepada tuhan
-
Menaikan
syukur adalah baik
baik טוב towb (good, pleasant, agreeable) artinya
baik, menyenangkan, serasi.
artinya menaikan syukur adalah suatu hal yang
menyenangkan bukan hal yang merugikan kita bahkan membuat kita sedih. Oleh
karena itu, cara pertama agar kita hidup benar dihadapan Tuhan ialah dengan
menaikan syukur.
Apa tujuan kita Menaikan syukur kepada Tuhan:
Untuk memberitakan kasih setia dan kesetiaan
Tuhan (3)
Bagaimana kita menaikan syukur kepada Tuhan?
Bernyanyi sambil memanikan musik bagi Tuhan.
Mengapa kita harus menaikan syukur kepada
Tuhan?
Karena,
Allah telah membuat kita bersukacita dan bersorak-sorai karena pekerjaan dan
perbuatan tanganNya.
2.
Menyadari
rancangan tuhan (6-12)
- Mengapa kita harus menyadari rancangan Tuhan?
1. karena, orang bodoh tidak akan mengetahui
2. orang bebal tidak akan mengerti.
-
Orang
fasik pasti mendapatkan ganjaran
-
Orang
benar akan ditinggikan
3. Bertunas seperti pohon korma dan bertumbuh seperti pohon aras
Fakta mengenai pohon korma dan pohon aras
Pohon korma
-
Tumbuh
di suhu yang sangat ekstrim
-
Ketika
tumbuh akarnya yang akan tumbuh terlebih dahulu kedalam tanah sampai menemukan
air
-
Seberapa
dalam sumber air seperti itulah akan pohon kurma akan tumbuh
-
Setelah
itu barulah bertunas
-
Meskipun
biji kurma ditanam sedalam 2-3 meter kemudian ditimbun dengan bebatuan.
-
Maka setelah akarnya tumbuh ke dalam tanah dan
menumbuhkan sumber air, biji kurma ini akan menumbuhkan tunas dan memecahkan
bebatuan yang menimbun diatasnya hingga tunasnya tumbuh dan hidup
Pohon Aras
•
Pohon
Aras merupakan salah satu jenis pohon langka pada masa sekarang
-
secara
fisik pohon aras
adalah pohon yang kuat, megah dan berkualitas, cabang-cabangnya yang tumbuh
secara horizontal dan membuat pohon ini kelihatan sangat lebar dan gagah
-
Jika
tumbuh berhimpitan, pohon ini akan tumbuh secara lurus ke atas, tetapi jika
ditanam dengan jarak yang cukup jauh, maka cabang-cabangnya akan tumbuh melebar
ke samping
-
Jika
kulit itu tergores, maka ia akan mengeluarkan getah yang menebarkan aroma yang
begitu wangi, sehingga jika kita berjalan di hutan aras Libanon akan terasa
sangat menyenangkan
Pelajaran dari pohon korma dan aras ini ialah:
- Pemazmur menggambarkan kehidupan orang benar bertunas seperti pohon kurma. Melalui data yang ada kita telah mengetahui bagaimana perjuangan satu tunas kurma dapat hidup.
Pertama ia harus berakar
untuk mencapai sumber air. Seberapa dalam pun itu ia tetap mencarinya tanpa
henti hingga ia boleh menemukan sumber ait tersebut. Sehingga dimana ada pohon
korma yang tumbuh hal ini menunjukan bahwadisitu ada sumber air.
Ø
Hal inilah yang ingin digambarkan oleh pemazmur
bahwa kehidupan orang benar itu seperti tunas kurma, mengapa?
Ø
karena orang benar dapat hidup ketika ia telah
berakar kepada sumber air kehidupan yaitu Tuhan. Meskipun banyak kesulitan dan
tantangan yang harus ia hadapi orang benar harus tetap mencari sumber kehidupan
itu.
Ø
Dan ketika orang benar dapat tumbuh hal ini berarti ada sumber kehidupan yangdapat
mengidupinya dan tentunya juga dapat
menjadi sumber kehidupan orang disekitarnya dan hal ini juga berarti bahwa
orang benar haruslah menjadi berkat bagi orang disekitarnya.
Ø
Maka satu hal yang ingin pemazmur katakan ialah bahwa pohon ini memiliki dasar yang
kuat dan tetap dapat tumbuh meskipun banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi
karena ia telah menemukan sumber air kehidupan dan ia dapat menerobos segala
penghalang yang mengahalangi tunasnya bertumbuh. Begitu juga setiap orang benar
harus mencari Tuhan yang adalah sumber air kehidupan dan berakar di dalamnya, sehingga apapun yang menjadi kesulitan dan
tantangan ia dapat menerobosnya serta menjadi berkat bagi orang lain.
- Pohon aras ini memiliki banyak keunggulan yakni:
-
ketika ia tumbuh berdekatan ia tidak saling
mengganggu tanaman lainnya karena ia dapat tumbuh lurus keatas
-
ketika kayunya tergores justru ia mengeluarkan
aroma yang sangat harum
-
tidak hanya itu pohon ini pun memiliki daya tahan
yang kuat terhadap serangan hama dan serangga.
- Maka pohon aras ini digunakan oleh pemazmur untuk menggambarkan kehidupan orang benar bahwa orang benar ini adalah orang yang kuat dan langkah serta dilindungi Tuhan.
- Tidak hanya itu saja pemazmur juga ingin mengingatkan kembali kepada kita bahwa ketika batang pohon aras tergores justru ia mengeluarkan keharuman, maka begitulah seharusnya kehidupan orang benar ketika ia harus mengalami gesekan dan goresan justru ia harus mengeluarkan keharuman yang memberkati orang disekitarnya termaksud orang yang telah melukainya dan yang paling utama ialah bahwa pohon aras ini memiliki daya tahan terhadap serangan serangga.
- Iblis merupakan hama dan serangga yang merusak kehidupan orang benar oleh karena itu kita harus menjadi seperti pohon aras yang kuat dan memiliki daya tahan terhadap godaan iblis.
KESIMPULAN:
Hidup Benar Dihadapan Tuhan Bukanlah Hal
Yang Mudah. Namun, Bukan Berarti Mustahil.
JADILAH PENDENGAR DAN PELAKU FIRMAN TUHAN
YAKOBUS 1:19-27
Pembekalan Sermon Majelis (BAHAN PA): Senin, 8 Agustus 2016
PENDAHULUAN:
Dalam Yakobus 1:19-27 ini merupakan
nasehat atau peringatan yang disampaikan oleh Yakobus kepada semua jemaat Tuhan
yang berada dalam perantauan agar mereka mampu menjadi pelaku Firman dan bukan
hanya menjadi pendengar saja. Dari Yakobus 1:19-27 setidaknya ada 4 hal yang
disampaikan oleh Yakobus yang dapat didiskusikan berkaitan dengan tema yaitu
“Jadilah pendengar dan pelaku Firman”:
1) Apa yang dimaksud dengan mendengar?
Dalam nats ini Yakobus mengingatkan
setiap orang percaya untuk cepat mendengar Firman Tuhan tetapi lambat untuk
berkata-kata atau marah. Dalam terjemahan FAYH dikatakan bahwa setiap orang
percaya lebih baik banyak mendengar, sedikit berbicara, dan tidak pemarah.
Dalam KBBI kata mendengar artinya dapat
menangkap suara (bunyi) dengan telinga dengan kata lain tidak tuli. Sedangkan
kata mendengar yang dimaksudkan dalam nats ini tidak sebatas dapat menangkap
suara dengan telinga saja lalu melupakan, tetapi mendengar (ακουω akouo artinya
mendengar, mempelajari, menaati, mengerti/memahami) yang dimaksudkan dalam nats
ini yaitu mempelajari, menaati, mengerti/memahami setiap kebenaran Firman
Tuhan.
Demikian pula setiap orang percaya
pada saat ini harus dapat mendengar serta memahami kebenaran Firman Tuhan.
Untuk dapat memahami kebenaran Firman Tuhan maka setiap orang percaya harus
fokus pada Firman yang yang diberitakan.
Ø Contoh : Seorang ibu yang peka
terhadap anaknya yang menangis, seorang murid yang fokus mendengarkan pelajaran
akan lebih mudah menjawab pertanyaan dari pada yang tidak fokus.
2) Mengapa orang percaya diperingatkan
untuk cepat mendengar Firman Tuhan tetapi lambat untuk berkata-kata dan marah?
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Ø Yakobus memperingatkan jemaat Tuhan
yang tersebar akibat penganiayaan atau yang ada diperantauan pada saat itu.
Agar mereka cepat untuk mendengarkan/memahami kebenaran Firman Tuhan yang
disampaikan kepada mereka, namun Yakobus juga memperingatkan mereka agar tidak
cepat untuk memberikan pendapat (berkata-kata) serta marah jika mereka belum begitu memahami kebenaran.
Karena, pada saat itu Yakobus ingin memperbaiki berbagai pengertian yang salah
mengenai sifat iman yang menyelamatkan.
Ø Karena, (Yak 1:20[7])
amarah manusia tidak mengerjakan (εργαζομαι ergazomai artinya menyelesaikan,
menyempurnakan) kebenaran, tidak menyenangkan hati Allah serta tidak menjadikan
seseorang baik dihadapan Allah.
Ø Apa yang harus kita lakukan:
1. membuang (buanglah) segala sesuatu
yang kotor dan kejahatan atau dalam FAYH dikatakan bahwa “hilangkanlah segala
sesuatu yang tidak benar dalam kehidupan Saudara, baik lahir maupun batin”.
ü Kata buanglah “αποτιθημι apotithemi”
berarti harus menangalkan apa yang tidak benar dihadapan Tuhan.
ü Kata kotor “ρυπαρια
rhuparia”(dirtiness,filthiness) berkaitan dengan hal moral dapat diartikan
kecemaran,kelicikan,kertidaksucian.
ü Kata kejahatan “κακια kakia”
(depravity,badness) berkaitan dengan tingakah laku yang buruk artinya
kerusakan, kejahatan,keburukan, kenakalan, keusilan. Secara aktif : keganasan,
pasif : berfikir jahat/berhati busuk, kedengkian, kebencian.
2. Menerima Firman dengan lemah lembut
(ay 21)
·
Perbandingan
: Dalam 2 Timotius 3:16 menjelaskan manfaat dari Firman Tuhan yaitu untuk
mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, serta untuk
mendidik orang dalam kebenaran. Roma 10:17 “Iman bertumbuh oleh Firman Allah”
·
Menerima
Firman dengan lemah lembut[8]
artinya setiap orang percaya harus menerima Firman Tuhan yang memang bermanfaat
untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan serta mendidik orang
dalam kebenaran dengan kerendahan hati atau keringanan tanpa ada paksaan karena
Iman bertumbuh karena Firman Allah oleh sebab itu harus ada ketekunan serta
keterbukaan hati untuk menerimanya.
3. Melakukan (Pelaku “ποιητης poietes”
artinya pemain,pelaku) Firman Tuhan. Pelaku dalam KBBI artinya orang yang
melakukan suatu perbuatan; pemeran; pemain, subjek.
4. Meneliti hukum atau belajar,
merenungkan Firman Tuhan dengan tekun. Bnd Ezra 7:10
3) Mengapa kita harus melakukan Firman
Tuhan dan tidak hanya mendengar saja? Beribadah merupakan salah satu bentuk
ketaatan terhadap Firman Tuhan, Bagaimanakah Ibadah yang murni dihadapan Tuhan
itu? Bagaimana dengan orang yang melakukan Firman Tuhan /taat?
Ø Karena, orang yang hanya mendengar Firman Tuhan dan tidak
melakukannya/tidak taat:
1.
Sama saja menipu diri sendiri (ay 22) :
Orang yang menipu dirinya sendiri berarti orang yang tidak memiliki
keselarasan antara perkataan dan perbuatannya dengan kata lain mendengar Firman tetapi tidak melakukannya.
2.
Melupakan
apa (Firman Tuhan) yang sudah didengarnya dengan kata lain Firman yang
didengarnya tidak ada gunannya (23-24).
ü Yakobus menggambarkan seperti
seseorang yang sedang bercermin, setelah ia pergi maka ia akan segera lupa
bagaimana wajahnya/rupanya.
ü Dalam eksposisi[9]
surat Yakobus (Pdt. Budi Asali MDiv) “Ay 23-24 ini menggambarkan orang yang mendengar
tanpa taat sebagai orang yang setelah melihat dirinya dalam cermin, tidak
melakukan apa-apa untuk membetulkan apa yang salah di wajahnya. Lalu apa
gunanya ia melihat pada cermin? Kata ‘seorang’ dalam ay 23 sebetulnya
adalah ‘a man’ (= seorang
laki-laki). Mungkin sekali sengaja diambil orang laki-laki dan bukannya orang
perempuan, karena orang perempuan pasti tidak akan bercermin dengan cara
seperti itu”.
Ø Beribadah kepada Tuhan merupakan salah satu bentuk ketaatan setiap orang
percaya untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan. Bagaimanakah ibadah yang murni
dihadapan Tuhan? (ay. 26-27)
Ø Ibadah yang murni (καθαρος katharos :
besih, murni, sejati, tulus) dihadapan Tuhan ialah:
1. Mengekang (χαλιναγωγεω chalinagogeo:
mengendalikan) lidah. Ada sebuah pribahasa mengatakan bahwa Mulutmu adalah Harimaumu artinya bahwa
ucapan seseorang yang tidak dipikirkan terlebih dahulu dapat menjadikan hal
yang berbahaya bagi orang lain serta merugikan diri sendiri bnd Mat.15:18 (apa
yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menjiskan orang) oleh
karena itu ibadah yang murni/sejati ialah dengan dapat mengendalikan perkataan
atau menjaga perkataan agar tidak melukai sesama.
2. Mengunjungi (επισκεπτομαι
episkeptomai: menolong, memperdulikan) yatim piatu artinya tidak sebatas
melawat/mengunjungi tetapi juga harus memperdulikan dengan memberikan
pertolongan.
ü Menjaga diri sendiri agar tidak
dicemarkan oleh dunia dengan kata lain tetap setia kepada Tuhan.
Ø Orang yang melakukan Firman Tuhan/taat akan “berbahagia oleh
perbuatannya”.
ü Ay 25 orang yang meneliti, bertekun,
sunguh-sungguh melakukan Firman Tuhan ia pasti akan Berbahagia “μακαριος
makarios” yang artinya diberkati, beruntung.
KESIMPULAN:
Firman
Tuhan ini mengingatkan kita untuk menjadi pelaku Firman Tuhan karena, setiap
orang yang melakukan Firman Tuhan akan bahagia, dalam Lukas 11:27-28 (……"
Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang
memeliharanya"), Yosua 1:8 (…..sebab dengan demikian perjalananmu akan
berhasil dan engkau akan beruntung."). sedangkan orang yang tidak
melakukan Firman Tuhan akan disebut seorang penipu sekaligus sebagai korban
penipuan (Yak 1:22), tidak memperdulikan diri sendiri serta pikun rohani (Yak
1:24). Sebagai ayat penutup Amsal 13:13 “Siapa yang meremehkan Firman, ia akan
menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima
balasan.” AMIN
PW
GABUNGAN
Rabu, 2
November 2016
Teks
Firman Tuhan:
Yakobus
3:1-12
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang
digunakan untuk berbicara, makan dan
mencicipi rasa
“Lidah tidak dapat dipisahkan dengan
perkataan, menjaga lidah berarti menjaga perkataan”
Menjaga lidah
(perkataan)
(perkataan)
Ada 3 hal yang tidak pernah akan kembali:
-
Anak
panah yang diluncurkan
-
Ucapan
yang telah dilontarkan
-
Sahabat
yang telah meninggalkanmu
Wanita lebih cerewet dari pada
pria
Ø
Seringkali dikaitakan dengan kodrat/sifat alami
manusia
Ø
berdasarkan
penelitian:
- pria dalam sehari mengucapkan ±
7.000 kata
- wanita dalam sehari mengucapkan ±
20.000 kata.
Karena,
kadar protein foxp2 didalam otak. Protein ini merupakan protein bahasa itulah
sebabnya mengapa wanita lebih banyak bicara.
Pada manusia
protein ini banyak pada wanita sedangkan pada tikus banyak pada jantannya.
Allah menciptakan lidah untuk:
-
Dapat memuji dia
27 Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita
orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata:
"Tuhan itu besar, dia menginginkan keselamatan hamba-nya!"28 dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu,
memuji-muji Engkau sepanjang hari. (mazmur 35:27-28)
•
Dapat berkata-kata
dengan-nya dan sesama
(yes 50:4)
Tuhan Allah telah mengajar aku dan memberikan kepadaku lidah seorang murid untuk berkata-kata dengan hikmat, sehingga aku mengetahui apa yang harus kukatakan kepada orang-orang yang letih lesu. Setiap pagi ia membangunkan aku dan mengajar aku serta membukakan pengertianku mengenai kehendak-nya.(FAYH)
Tuhan Allah telah mengajar aku dan memberikan kepadaku lidah seorang murid untuk berkata-kata dengan hikmat, sehingga aku mengetahui apa yang harus kukatakan kepada orang-orang yang letih lesu. Setiap pagi ia membangunkan aku dan mengajar aku serta membukakan pengertianku mengenai kehendak-nya.(FAYH)
•
Kapan saja, dimana saja manusia dapat berkata-kata
yang baik maupun kotor:
(yakobus
3:9)
Kita
menggunakannya untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan bapa kita,
tetapi juga untuk mengutuki sesama manusia, yang telah diciptakan menurut rupa
Allah. (BIS)
Lidah bisa baik, bisa juga
membahayakan,
Melalui
lidah benar bisa disalahkan dan salah juga bisa dibenarkan
Ø Yakobus 3:1
“saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru;
sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut
ukuran yang lebih berat.” (tb)
Ø Yakobus 3:1
“saudara-saudara! Janganlah banyak-banyak dari antaramu yang mau menjadi guru. Kalian tahu bahwa
kita yang menjadi guru akan diadili dengan lebih keras daripada
orang lain.”(bis)
Ø Ada 2 penafsiran
tentang apa yang dimaksud dengan ‘guru’ di sini:
Ø 1. Guru
berarti pengajar Firman Tuhan/ orang yang mengenal Tuhan.
guru
dianggap sebagai orang yang mengetaui sesuatu lebih dari orang lain (anak
didiknya). Maka guru dianggap sebagai sosok yang pengetahuannya lebih. Orang
yang dianggap sebagai guru dalam kekristenan, tentu saja mereka adalah
orang-orang yang mengerti tentang Firman Allah lebih dari orang lain.
Ø Seorang
pengajar Firman Allah akan dihakimi lebih berat karena mereka tahu lebih banyak
tentang Firman Allah :
2. Guru bisa juga berarti “orang yang suka
menghakimi / mengkritik”
guru dalam artian lain bisa sebagai
orang yang suka menggurui seringkali memberikan kritik saran dan teguran
kadang-kadang mereka melakukannya pada saat yang tidak tepat dan ditempat yang
tidak tepat.
Orang yang sok
menggurui dapat pula diartikan suka mengkritik
Menghakimi orang
lain dengan adil adalah sukar sekali, kita banyak sekali menghakimi orang
dengan mulut kita tanpa mengetahui keadaaan sebenarnya dan semua akan mengarah
kepada gosip yang sangat merugikan orang lain
Ada begitu banyak ayat yang
berbicara mengenai lidah:
•
Amsal 10:20 “lidah
orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit
nilainya”.
•
Amsal 10:31 “mulut orang benar mengeluarkan hikmat,
tetapi lidah bercabang akan dikerat.”
•
Amsal 12:19 bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk
selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
•
Amsal 15:2 lidah orang bijak mengeluarkan
pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.
•
(yak 3:2)
•
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal;
barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna,
yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
•
Dengan lidah kita dapat memuliakan tuhan tetapi
dengan lidah pula juga dapat merusak/menyakiti sesama,
•
yakobus 3:2
mengingatkan kita bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurnah oleh karenanya
kita sering membuat kesalahan (bersalah dalam banyak hal) secara khusus dalam
hal perkataan.
•
oleh karena
itu sangat penting untuk menjaga lidah (perkataan).
•
“siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara
diri dari pada kesukaran”(amsal 21:23)
•
Gambaran tentang lidah (perkataan) kekang dalam
mulut kuda (ay 3) & kemudi kapal (ay 4)
Artinya jika kita mampu
mengendalikan lidah kita (perkataan), maka kita pun mampu mengendalikan
kehidupan kita. Seperti kapal yang besar yang dikendalikan oleh kemudi yang
kecil meskipun dibawah oleh angin yang keras. Demikian pulah kehidupan kita
meskipun banyak hal disekitar kita yang mencobai kita.
“lidah
lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati”(amsal 15:4)
•
Api (ay 6)
artinya bahwa lidah merupakan sumber
kejahatan yang dapat menyebarkan kejahatan keseluruh kehidupan kita. Seperti
api kecil yang dapat membakar seluruh hutan.
ada begitu banyak kerusakan yang
terjadi setiap kali kita menggunakan lidah kita. Seperti anak panah yang tidak
akan pernah kembali, demikian pula perkataan yang telah diucapkan tidak akan
pernah dapat ditarik kembali.
ada banyak kesusahan karena
perkataan yang tidak benar/tidak baik:- melukai hati sesama.
hati sesama yang terluka seperti,
seorang sahabat yang telah minggalkan kita dan tidak akan pernah kembali.
•
Amsal. 18:21: hidup dan mati dikuasai lidah, siapa
suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
•
“ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman
pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (amsal 12:18)
kita semua tidak sempurnah oleh
karena itu kita sangat perlu pertolongan roh kudus agar kita dapat
mengendalikan setiap perkataan kita agar kita tidak mengeluarkan setiap
perkataan yang sia-sia yang justru menyakiti sesama kita serta merusak hubungan
kita dengan sesama kita.
•
Matius 12: 35-36 (TB)
35 Orang yang baik
mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang
jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
Mengeluarkan=
mengucapkan (BIS), mengungkapkan (FAYH)
36 Tetapi aku
berkata kepadamu: setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus
dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
Kata sia-sia
= αργος argos =>
kata-kata kosong, kata-kata yang tidak berguna (BIS)
37 Karena menurut
ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan
dihukum.“ => bersalah/tidak
Matius 12:35-37
•
35 orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik
dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang
jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
•
36 tetapi aku
berkata kepadamu: setiap kata sia-sia (tidak berguna “BIS”) yang diucapkan
orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
•
37 karena
menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan
dihukum (disalahkan “FAYH”).“
Perkataan
yang keluar dari mulut kita harus dipertanggungjawabkan
•
Buas (ay 7-8)
sekali lagi lidah digambarkan
sebagai sesuatu yang buas. Yakobus mengatakan bahwa setiap binatang dapat
dijinakan oleh manusia tetapi lidah tidak seorang pun yang dapat menjinakannya.
Dijinakan=>
dikuasai
Artinya
bahwa kita mungkin dapat menguasai/menjinakan harimau yang buas sekalipun
dengan segala usaha kita.
Tetapi untuk
dapat menguasai/menjinakan lidah kita sendiri kita tidak akan pernah mampu.
Hanya
tuhanlah yang dapat menolong kita.
•
Dengan perkataan kita dapat memuji tuhan
•
Dengan perkataan kita dapat memberkati/mengutuki
•
Dengan perkataan kita dapat mengusir roh-roh jahat
di dalam nama Tuhan Yesus
•
Dengan perkataan kita dapat saling memotivasi
•
Dengan perkataan kita dapat saling membangkitkan
iman
•
Dan dengan perkataan kita dapat menghancurkan hidup seseorang.
•
Ada banyak peran lidah (perkataan) dalam kehidupan
kita.
“perkataan
yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi
tulang-tulang.”
Amsal 16:24
dan Yakobus 3:5 (bis)
“Begitu juga
dengan lidah kita; meskipun lidah kita itu kecil, namun ia dapat menyombongkan
diri tentang hal-hal yang besar-besar. Bayangkan betapa besarnya hutan dapat
dibakar oleh api yang sangat kecil!”
Setiap
perkataan (lidah) itu berkuasa!
•
Ada banyak peran lidah (perkataan) dalam kehidupan
kita.
“Perkataan
yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi
tulang-tulang.”
Amsal 16:24.
Dan Yakobus 3:5 (bis)
“Begitu juga
dengan lidah kita; meskipun lidah kita itu kecil, namun ia dapat menyombongkan
diri tentang hal-hal yang besar-besar. Bayangkan betapa besarnya hutan dapat
dibakar oleh api yang sangat kecil!”
Setiap
perkataan (lidah) itu berkuasa!
Ilustrasi:
Ø Ada seorang ibu yang setiap hari selalu
mengomeli anaknya. Ia mengatai anaknya bodoh, malas, nakal, tidak berprestasi,
dan masa depan suram. Maka hal inilah yang tertanam di dalam hati anaknya bahwa
ia adalah anak yang tidak berguna. Dan kata-kata itulah yang menjadi pedoman
hidupnya. Hingga akhirnya perkataan inilah yang terjadi di masa depan anak
tersebut yakni kehidupan yang suram.
Kata-kata yang lembut memberi kehidupan dan kesehatan; lidah yang pedas
mengecilkan hati. (FAYH)
Amsal 15:4
& Efesus 4:29
“Jangan ada
perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk
membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih
karunia.”
Ø Penelitian
1:
•
Bayi yang sering diajak ngobrol orang tua sejak
dalam kandungan tumbuh lebih pintar (gunakan kata-kata yang positif).
Ø Penelitian
2:
•
Pernah ada satu penelitian di jaman romawi kuno,
seorang kaisar mencoba membuktikan pentingnya kata-kata dan interaksi
kasih-sayang dalam sebuah kehidupan:
•
Penelitiannya terhadap 10 bayi yang baru lahir:
1. Kaisar
memerintahkan kepada para perawat/ pengasuh untuk hanya memberi makan dan
mengganti popok saja, tetapi tidak boleh mengajak bayi-bayi tersebut berbicara
dan menimang/ menyentuh bayi dengan kasih-sayang.
2. Kalau mereka
mengganti popok, ya hanya mengganti saja tidak boleh membelai/ menggendong.
Ketika merawat bayi tersebut para perawat juga dilarang untuk berbicara satu
sama lain.
3. Para bayi tidak
diperbolehkan mendengar bunyi-bunyian.
4. Mereka ditaruh
dalam ruangan khusus yang benar-benar sunyi dan tidak ada suara apapun.
5. Mereka dirawat
dengan baik, di taruh ditempat yang bersih, diberi makan. Hanya saja mereka
tidak boleh disentuh dengan kasih-sayang dan tidak diajak bicara.
•
Apa hasilnya? Belum sampai berumur setahun bayi-bayi
ini meninggal.
Ini memberikan suatu jawaban
bahwa manusia butuh komunikasi. Manusia adalah makhluk sosial kita perlu
berbicara dengan orang lain. Manusia butuh sentuhan kasih sayang, manusia
butuh ucapan kasih yang keluar dari mulut seseorang.
Komunikasi
sangat penting dalam kehidupan kita
•
Segala tindakan yang menyakiti dan menyiksa dengan
kata-kata dikategorikan sebagai kekerasan verbal.
•
Kekerasan verbal dapat terjadi dimana-mana, tidak
terkecuali di rumah tangga, di kantor, di sekolah, di gereja, di perkumpulan/
organisasi, dimanapun.
•
Para pelakunya pun bermacam-macam : laki-laki ,
perempuan, orang kaya/ miskin, orang berpendidikan/ tidak, anak-anak/ orang
dewasa bahkan orang tua sekalipun.
•
Kekerasan verbal bisa berupa makian, cacian,
kata-kata tajam yang ditujukan untuk menusuk perasaan si
korban.
•
Contoh kata-kata yang digunakan: “kamu tidak berguna!”
•
“kamu bodoh”
•
“ini semua salahmu!”
•
“kamu jelek”
•
“dia itu payah!”
•
“seleranya rendah”
•
“hai monyet! …..
•
Dll…..
•
Sakit akibat kekerasan velbal (verbal abuse)
kadang melebihi sakit yang diakibatkan oleh kekerasan fisik (physical abuse).
•
Walaupun bekas luka dan bilur-bilur kekerasan fisik
dapat disembuhkan, tetapi banyak luka yang diakibatkan oleh verbal abuse
tetap selamanya menjadi luka dihati penderita, sakit yang tetap tinggal di hati
kadang tidak sungguh-sungguh tersembuhkan.
•
Kadang-kadang luka yang diderita akibat kekerasan
verbal yang dialami semasa kecil, tetap menjadi masalah ketika orang itu
beranjak dewasa.
Sungguh hebat luka
akibat lidah ini.
Beberapa tindakan kekerasa
secara verbal…….
•
Berteriak
• menakuti
anak kecil dengan kata-kata
• mengatakan
kamu bodoh; jelek, dll
• memanggil
orang dengan julukan yang dia tidak suka
• mengutuki,
dan memaki.
• menghina
dengan kata-kata
•
menjelek-jelekkan orang lain
•
mempermalukan dihadapan orang lain
• mengancam
akan membunuh
• mengatakan
dihadapan anak-anak bahwa ayah/ ibu-nya menjijikkan
• berteriak
kepada anak-anak
• menjuluki
orang
dengan background ras-nya
Akibat dari kekerasa verbal
(kekerasan melalui perkataan):
1. Timbulnya rasa
penolakan terhadap diri sendiri sebagai manusia.
2. Rusaknya harga
diri, sehingga sulit untuk bergaul dan ikut kegiatan-kegiatan sosial.
3. Adanya teror
dalam hidup yang menghancurkan masa depannya.
4. Berkurangnya
moral. Karena dapat menyakiti diri sendiri secara moral/ merusak moralnya.
5. Kecenderungan
untuk melakukan hal tersebut kepada orang lain.
•
Pelaku kekerasan verbal terkadang tidak sadar bahwa
kata-kata yang dikeluarkan itu menyakiti hati, mereka itu berdalih dan
membenarkan diri sendiri dengan alasan-alasan klasik seperti ini:
Ø saya kan hanya becanda, kenapa sih diambil
hati.
Ø Saya ini orangnya
blak-blakan, masa bodoh dengan perasaan orang lain.
Ø Dia terlalu
sensitif sih , itu urusan dia, saya kan tidak bermaksud begitu.
Ø Tidak ada maksud
apa-apa kok. Saya cuman pingin dia itu ngerti!
Ø Saya hanya
mengingatkan saja. Dan lain sebagainya
Ilustrasi : paku di dinding
Kesimpulan:
- Dengan lidah kita dapat mengeluarkan perkataan yang baik dan buruk
- Setiap perkataan yang keluar tidak dapat ditarik kembali
- Setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan kepada tuhan
- Perkataan itu berkuasa
Ibu-ibu yang dikasihi tuhan, kalau
kita tidak menjaga perkataan/lidah kita maka kita dapat kehilangan kasih sayang,
melukai sesama dengan kata-kata dan luka karenanya akan sulit untuk
dihapus/dihilangkan.
Luka melalui ucapan sama perihnya
seperti luka fisik. Bahkan terkadang lebih menyakitkan. Oleh karena itu marilah
kita memohon pertolongan roh kudus agar kita dapat selalu mengendalikan lidah
kita
(setiap perkataan kita).
(setiap perkataan kita).
•
3 magic words (kata ajaib) 3 magic words (kata-kata ajaib ^_^) yang dapat membangkitkan semangat,
rasa cinta dan hal-hal positif lainnya
Kolose 4:6
hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar,
sehingga kamu tahu bagaimana kamu harus memberi jawaban kepada setiap orang.
Melakukan yang terbaik
Kol 3:17, Kol 3:23
PAL 8: Jum’at 4 November 2016
Pendahuluan:
Surat
Kolose ini dituliskan Rasul Paulus untuk mengemukakan ajaran Kristen yang benar
dan menentang ajaran-ajaran yang salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu.
Demikian pula saat ini ada banyak pengajaran-pengajaran yang tidak sesuai
dengan kehendak Tuhan yang dapat diterima baik dari lingkungan maupun dari
media-media social. Pada bagian ini secara khusu Rasul Paulus memberikan
pengajaran tentnag tindakan sebagai orang percaya. Apa sajakah tindakan yang harus dilakukan
oleh orang percaya?
1) Melakukan tindakan didalam nama Tuhan
(Kol 3:17)
-
TB : Dan segala sesuatu yang kamu lakukan
dengan perkataan, atau perbuatan lakukanlah semuanya itu didalam nama Tuhan
Yesus.
-
FAYH : Hendaklah segala ucapan dan perbuatan saudara
layak mewakili Tuhan Yesus
-
BIS : Segala apa yang kalian lakukan atau
katakana haruslah itu dilakukan atas nama Tuhan Yesus.
Dari ke 3 versi terjemahan Alkitab ini setidaknya ada
beberapa hal yang menjadi berkat bagi kita secara.
1. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap
tindakan kita yang kita lakukan berarti kita sedang mewakili Allah. Karenanya,
jangan kita lakukan/kerjakan dengan asal-asalan (ASB=Asal Bapak Senang).
Tindakan yang kita lakukan dengan asal-asalan sama halnya kita sedang mewakili
Allah dengan asal-asalan pula.
2. Jika kita telah menyadari bahwa
atindakan yang kita lakukan sama halnya kita sedang mewakili Allah maka kita
harus selalu mendahulukan Tuhan dalam setiap hal yang kita lakukan maka kita
harus selalu melibatkan Tuhan dalam setiap hal. Karena itu sebelum kita
melakukan sesuatu terlebih dahulu kita datang kepada Tuhan meminta hikmat serta
pertolongannya sehingga apapun yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan
dan bukan sesuai dengan kehendak kita.
Dalam Alkitab dikatakan juga bahwa
kita adalah hamba-hamba Allah/pekerja-pekerja Allah maka sebagai hambaNya Rasul
Paulus mengajarkan. Apapun yang kita lakukan baik dalam perkataan maupun
perbuatan kita sedang melakukan atas nama Allah (mewakili Allah) oleh Karena
itu kita harus mendahulukanNya dalam setiap hal yang kita lakukan.
2) Melakukan tindakan denga penuh ucapan
syukur (Kol 3:17b)
-
TB : Sambil mengucap syukur oleh Dia kepada
Allah, Bapa Kita.
-
FAYH : ….Dan datanglah bersama Dia kehadirat Allah
Bapa untuk bersyukur kepadaNya.
-
BIS : Bersyukur kepada Allah Bapa untuk apa
yang dilakukan Yesus bagiMu.
Dalam ayat ini menjelaskan kepada kita
mengapa kita harus mengucap syukur kepada Tuhan atas setiap hal yang telah kita
lakukan. Yaitu Karena, Tuhanlah yang sesungguhnya sudah melakukannya bagi kita. Hal ini berarti
tanpa pertolongan Tuhan kita tidak akan perna bisa melakukan segala hal dengan
baik. Dalam hal pekerjaan, pelayanan dan lain sebagainya itu semua terjadi
hanya oleh berkat pertolongan Tuhan.
Dalam terjemahan BIS dikatakan
datanglah kehadirat Allah serta menaikan syukur kepadanya. Bersyukur
(euchaisteo) artinya mengucap syukur, berterimakasih, mempersembahkan doa
syukur. Oleh Karena itu sesuai dengan Firman Tuhan ini maka sudah selayaknya
kita berterimakasih kepada Tuhan atas apa yang Ia lakukan dalam kehidupan kita.
3) Melakukan tindakan dengan kesungguhan
hati (Kol 3:23)
Karakteristik yang harus dimiliki oleh
setiap orang Kristen ialah ketaatan,ketulusan serta kesungguhan. Dalam Kol 3:23
ketiga hal ini digambarkan dengan melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan.
Dalam beberapa terjemahan lain kata “segenap hati” diartikan dengan
sungguh-sungguh dan senang hati (FAYH), dan sepenuh hati (BIS). Maka kata
segenap hati artinya melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan dengan senang
hati berarti tanpa paksaan.
Sebagai orang percaya ketiga hal
inilah yang diajarkan Rasul Paulus pertama kita harus tahu bahwa kita sedang
mewakili Allah dalam setiap tindakan kita dan oleh karenanya kita harus
mendahulukanNya/melibatkanNya dalam segala hall dan yang kedua ialah kita harus
menyadari bahwa hanya oleh pertolongan Tuhanlah kita dapat menyelesaikan
pekerjaan kita oleh Karena itu kita
harus berterimakasih kepada Tuhan dengan kesungguhan hati dan yang ketiga papun
yang kita kerjakan haruslah dilakukan dnegan kesungguhan,ketulusan,ketaatan
dengan motivasi yang benar bahwa apa yang kita lakukan itu adalah untuk Tuhan.
AMIN
Kekuatan Melalui Kelemahan
1 Korintus 1:18
Persekutuan Lapas: Jum’at, 12 Nov 2016
Pendahuluan:
Menurut
tradisi diabad ke 2 Rasul Paulus adalah orang yang tidak menarik, kecil, bahkan
jelek dengan kepada botak dahi melengkung dan hidung yang bengkok. Para pengkritiknya
mengatakan bahwa penampilan fisiknya lemah dan bicaranya tidak berarti (2 Kor
10:10). Jadi, ia tidak menarik untuk dilihat dan didengar semua kekurangannya
ini membuat ia gagal mejadi seorang penginjil yang sukses (jhon stott, CCL).
Pada
masa itu ada 3 tipe/golongan umat di Korintus:
1. Orang Yahudi yang menghendaki tanda
(22a)
2. Orang Yunani yang mencari hikamat
(22b)
3. Orang Korintus yang telah bertobat.
Pada masa itu banyak orang Korintus yang tidak memahami
dasar dan adrti dari pemberitan injil (ay18).
1. Bagi orang Yahudi dan Yunani
-
menganggap
Salib (pengorbanan Kristus) adalah omong kosong atau kebodohan
-
orang
Yahudi menghendaki tanda (mereka masih menantikan kedatangan
Mesias/Juruselamat, mereka tidak percaya bahwa Tuhan Yesuslah Juruselamat yang telah
dinubuatkan itu, orang Yahudi masih berpegang pada hokum taurat mereka mengira
dengan amal perbuatan mereka akan selamat bdk Yak 14:6-7, orang Yahudi
merupakan orang yang mempunyai kekuasaan, terhormat, mereka bersandar pada
kekuatan mereka sendiri/mereka merasa tidak lemah bdk Rm 10:3).
-
Orang
Yunani mencari hikmat (mereka menyobongkan intelektualitas, mereka mencari
hikmat/pengetahuan, jadi salib merupkan hal yang tidak masuk akal bagi mereka
bdk Ams 1)
Inilah beberapa alasan mengapa salib yang merupakan dasar
dari pemberitaan Firman Tuhan serta pengorbanan Tuhan Yesus untuk melunasi
hutang dosa manusia dianggap kebodohan bagi mereka.
*ilustrasi: 3 dosa=> 1 hari=3, 1 bln=30, 1thn= 1.080
dst (hanya oleh anugerah Tuhan melalui salib manusia diselamatkan).
Orang
yang memiliki kekuasaan,kekuatan,kehormatan sangat sulit untuk dapat membuka
hati dan menerima kebenaran akan berita Firman Tuhan. Tetapi bukan berarti
tidak ada. Kecuali, mereka mau mengakui kelemahan mereka dihadapan Tuhan,
mengakui bahwa tanpa Tuhan mereka bukan siapa-siapa.
Beberapa
contoh orang-orang berkuasa dalam Alkitab yang menjadi percaya kepada Krisrtus:
-
Paulus=>Silah
(Tarsus) : memiliki kepandaian
(intelektualitas yang cemerlang bdk Kis 22:3-4,6)
-
Krispus : kepala sinagoga
di Korintus bdk Kis 8:8
-
Gayus : cukup kaya
untuk menyediakan tempat bagi jemaat bdk Roma 16:23,24.
-
Erastus : disebut sebagai
bendahara negri.
2. Bagi orang Kristen yang telah bertobat
salib adalah kekuatan Allah (ay 26)
-
Orang
Kristen Korintus bukanlah orang-orang yang menonjol dalam hikmat dan kekuasaan
bdk 1 Kor 7:21.
-
Kuasa
Allah bekerja di dalam kelemahan, jadi jika orang yang kuat/berkuasa ingin
diselamatkanmereka harus mengakui kelemahan mereka dihadapan Tuhan. Jika tidak
maka kasih karunia Allah tidak dapat menjangkau mereka.
Aplikasi:
-
Harus
mengakui bahwa kita lemah
-
Membuka
hati kita kepada TUhan agar diubahkan
-
semua
raksaksa-raksaksa Allah adalah orang yang lemah (Abraham, Yakub, Daud, Paulus
dll) oleh Karena itu jangan kita memegahkan diri.
-
Ada
berkat yang kita dapat nikmati di dalam Kristus (ay 30): masa lalu (pembenaran
kita), masa kini (pengudusan kita), masa depan (kemuliaan kita, termaksud
penebusan tubuh kita)
Ilustrasi : 4 lilin
1) Lilin 1 : aku adalah damai, namun
manusia tidak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mamtikan diriku saja.
2) Lilin 2 : aku adalah iman, sayangnya
aku tak berguna lagi “manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah taka da
gunanya aku tetap menyala”
3) Lilin 3 : aku adalah cinta, tak mampu
lagi aku tetap menyalah “manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna,
mereka saling membenci bahkan membenci mereka yang mencintainya,membenci
keluarganya”
ð Seorang anak masuk (takut gelap)
4) Lilin 4 : jangan takut, jangan
menangis selama aku masih ada kita dapat tetap selalu menyalakan ketiga lilin
lainnya yang telah padam. AKULAH HARAPAN.
Dari ilustrasi ini mengingatkan bahwa jangan pernah kita
memadamkan harapan kita, tetapi marilah ktia selalu memiliki harapan dan
tentunya harapan kepada Tuhan.
KESIMPULAN:
Harapan
yang ada dalam hati kita masing-masing dapat menghidupkan setiap lilin yang
telah padam yakinlah selalu ada kekuatan melalui kelemahan.
HALAMAN PENGESAHAN
Setelah membaca dan melihat pelayanan yang telah di kerjakan, maka kami
menyetujui dan mengesahkan laporan pelayanan ini.
Curup,
28 Desember 2016
Majelis Jemaat Yang
Melaporkan
(Pnt. Lukianus K ) ( Stella Mulalinda )
Sekretaris Mahasiswa Praktek
Mengetahui
( Pdt. Frans Ludji, M.A)
Gembala Sidang GKII
[1]
Hiperbola: gaya bahasa yang menggunakan sesuatu secara berlebihan.
[2]
Pedang (Machaira) “a knife, figuratively war, judicial punishment: - sword” artinya pisau, kiasan perang,
hukuman pengadilan:pedang, BIS:Perlawanan, bdk Luk 12:51 “Pertentangan”
hukuman pengadilan:pedang, BIS:Perlawanan, bdk Luk 12:51 “Pertentangan”
[3]
Memisahkan (Dichazo) artinya memisahkan, mengubah (seseorang) menjadi lawan.
[4] Musuh
(ech-thros’) Dari kata dasar ἔχθω
echthō (untuk membenci); kebencian (pasif: najis, atau aktif: bermusuhan); biasanya
sebagai kata benda, musuh (terutama Setan): - musuh, Subs: musuh.
sebagai kata benda, musuh (terutama Setan): - musuh, Subs: musuh.
[5] Layak
(axios) “Worthy” artinya sesuai, layak, patut, sebanding
[6] Kecil
(mikros) “little”artinya kecil,pendek, rendah, muda: subst: anak kecil
[7]BIS: Orang yang marah tidak
dapat melakukan yang baik yang menyenangkan hati Allah. FAYH: Sebab amarah itu
tidak dapat menjadikan kita baik, sebagaimana dituntut oleh Allah.
[8] Lemah
lembut (πραυτης prautes artinya (mildness) “keringanan,kelembutan”, humility
“kerendahan hati”).
BalasHapusSaya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut