Laporan Pelayanan Praktek 1 Tahun di GKII (Gereja Kristen Injili Indonesia) Jemaat Curup

BAB I
PENDAHULUAN
           
Puji syukur hanya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menolong serta mempercayakan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan praktek pelayanan 1 tahun yang dimulai dari bulan Desember 2015 hingga Desember 2016. Penulis diutus atau ditempatkan di GEREJA KRISTEN INJILI INDOSESIA (GKII) Curup. Matius 6:33 “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan atasmu” merupakan ayat pengutusan yang memberikan motivasi bagi penulis untuk memasuki praktek pelayanan 1 tahun hingga selesai.
Hanya Karena berkat dan pertolongan Tuhanlah akhirnya penulis dapat menyelesaikan praktek pelayanan satu tahun ini. Ada banyak pengalaman yang penulis dapatkan selama praktek 1 tahun ini yang sangat bermanfaat bagi penulis ketika dalam pelayanan praktek 1 tahun dan untuk pelayanan kedepannya.
GEREJA KRISTEN INJILI INDONESIA (GKII) Curup digembalai oleh  
Pdt. Frans Ludji, MA bersama dengan Ibu. Elizabeth Dandra sebagai ibu gembala. Ditempat ini penulis melayani bersama beberapa rekan pelayanan, yaitu Sdri.Resty Setiani (STTIP), Sdri. Rosnawati Timbange (STTE), Sdri. Tiur Maria Pangaribuan (STTAB), Ev. Kristian Hari Wibowo (I3), Ev. Lusiana (I3), Ev. Silvia Megawati (STTP), dan Ev. Yoel Sutrisno (STTP). Dengan kerjasama yang baik bersama rekan-rekan pelayanan ini sangat membantu penulis selama praktek pelayanan 1 tahun.
Laporan pelayanan ini ditulis dalam rangka melaporkan tugas praktek pelayanan 1 tahun yang telah dilakukan penulis, sebagaimana telah ditentukan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang (STTIP) kepada setiap mahasiswa/I semester VIII (Tingkat IV) dan Semester IX (Tingkat V). Dalam penulisan laporan pelayanan ini tidaklah sempurna oleh karena itu penulis mengharapkan saran dari semua pihak agar penulisan ini menjadi lebih baik.
Akhirnya segala pujian dan hormat hanya bagi Tuhan Yesus yang merupakan penolong serta penghibur sejati. Apabila penulisan laporan pelayanan ini belum memenuhi harapan, penulis mohon maaf dan kiranya dapat dimaklumi. Terimakasih Tuhan Yesus membekati.



BAB II
SEJARAH GEREJA, KEADAAN GEOGRAFIS, DAN KONDISI PELAYANAN

A.    Sejarah Gereja

            Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) telah melalui banyak fase sehingga akhirnya ditetapkan sebagai gereja GKII. Perintisan pertama GKII dimulai pada tahun 1934 yang dilakukan oleh seorang Misionaris yang bernama Pdt. Hubert Mitchael berkebangsaan Amerika, ia diutus oleh badan Misi Go Ye Fellowship dari Los Angels-California USA. Dan di Indonesia ia melayani dibawah pengawasan dan pimpinan Zending Christian Missionary Alliance (CMA) yang merupakan induk dari Gereja KINGMI (Gereja Kemah Injil Indonesia).
            Awalnya Pdt. Hubert Mitchael diutus untuk melakukan penginjilan di pulau Borneo (Kalimantan) namun missi CMA mengutusnya ke pulau Andalas (Sumatera) pada tahun 1934. Ia dan keluarganya tiba dan tinggal pertama kali di Pagar Alam kemudian ia pindah ke Lubuk Linggau dan memulai menginjili Suku Anak Dalam, lalu ia pindah ke Jambi namun, di Jambi ibu Pdt. Hubert Mitchael meninggal dikarenakan sakit Malaria akhirnya Pdt. Hubert Mitchael kembali lagi ke Lubuk linggau dan melanjutkan penginjilan kepada Suku Anak Dalam (Kubu).
             Perjalanan pertamanya ditemani oleh Kwee To San (Tionghoa) sebagai penunjuk jalan. Lalu pada perjalanan selanjutnya ia membawa serta beberapa orang Indonesia yakni Bpk. Fredrick Lumban Tobing, GuruSulan (Suku Daya), dan Kwe To san serta Wan Embok (Tionghoa). Singkat cerita pada tahun 1935 Pdt. Hubert Mitchael bersama
Bpk. Lumban Tobing (seorang pegawai kebun yang setia dan takut akan Tuhan) memberitakan injil kepada 8 keluarga (21 jiwa) kemudian berkembang hingga menghimpun 85 jiwa Suku Kubu. Kemudian ada banyak misionaris lain yang menyusul untuk melayani Suku Anak Dalam yakni Pdt. Griffin Amstrong, Ibu. Howthorn dan
Pdt. Morken adik ipar Pdt. Hubert Mitchael yang membantu pelayanan di Malus sampai Jambi.
            Pada tahun 1938 didirikan sebuah gereja di Malus yang dilayani oleh Bpk. F. Lumban Tobing dan pada awalnya gereja ini membaptis 6 orang dari suku Kubu. Dan 6 orang inilah menjadi tonggak pertama atau cikal bakal Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII).
            Pada tahun 1941 Pdt. Hubert Mitchael meninggalkan pelayanan Suku Kubu karena situasi politik yang semakin menghangat menjelang Perang Dunia II dan Bpk. F.Lumban Tobing pindah ke Tanjung Enim dan bekerja sebagai pegawai kantor urusan Agama, Bimas Kristen Protestan. Pada tahun 1949 CMA  menyerahkan pelayanan misi di Sumatera kepada Misi Worldwide Evangelization Crusade (WEC). Pada tahun 1950 WEC mengutus Pdt. Germann Eddey sekeluarga (Swiss), Ev. Nona Ruth Loan (New Zealand) diutus dari Kalimantan ke Pulau Sumatera, mereka tiba dan tinggal di Lubuk Linggau. Mereka melayani Suku Anak dalam di Rimba Khayangan, Tugu Mulyo. Tahun 1951
Pdt. Olaf Nyheym (Norwegia) datang untuk membantu pelayanan di sungai Kijang dan Singkut.
            Pada akhir 1950 Pdt. German Edey sekeluarga dan Nona Ruth Loan pindah ke Curup. Di Curup mereka menghimpun orang Kristen dan membentuk persekutuan yang diberi nama Persekutuan Injil Internasional (PII) dan melayani hingga tahun 1953.
            Pada tahun 1952 Pdt. F.L Hill sekeluarga (Australia) dari Misi WEC diutus ke Indonesia menuju Kalimantan kemudian Sumatera untuk membantu Pdt. German Edey. Pada tahun 1954 Pdt. German Edey pindah dari Sumatera ke Jawa. Pelayanan di Sumatera dilanjutkan oleh Pdt. FL. Hill bersama Pdt. K.G Willams (Australia) yang diutus ke Curup pada tahun 1953.
Pada bulan Oktober 1956 missionaris Colin Harrington (New Zealand) bergabung melayani bersama Hills dan Ken dalam pelayanan di Curup dan sekitar Kota Curup. Pada tahun 1957 Gereja Persekutuan Indjil (GPI – the Gospel Fellowship Church) telah mampu membeli sejumlah property (lahan) di Curup dekat bagian Kuburan Chinese. Para missionaris itu membangun sebuah bangunan yang dipergunakan untuk kepentingan dukungan pelayanan WEC, dimana materialnya sebagian besar disumbangkan oleh perkebunan teh milik Belanda yang ditutup. Gereja GPI memiliki banyak sahabat di pemerintahan daerah dan dari kalangan militer. Kemitraan ini terjadi disebabkan Ibu Hills mengajar bahasa Inggris untuk para pejabat tersebut. Hal ini berdampak adanya dukungan bagi pelayanan GPI/WEC pada masa itu (Sumber: Sejarah WEC Terjemahan Pdt. David S.P).
Pdt. K.G Willams melanjutkan pelayanan penginjilan kepada Suku Kubu, selama 6 tahun mereka mendapatkan pelayanan dengan tenang namun, pada masa pemberontakan PRRI tahun 1958, suku Kubu terpencar dan kembali masuk kehutan.
            Pada tahun 1959, Pdt F.L Hill sekeluarga dan Pemuda HM. Wiyono pindah dari Curup ke Palembang dan menjadikan Jln. Sekojo No. 4 sekarang No. 42 sebagai pusat penginginjilan Misi WEC untuk Sumatera. Pdt. K.G Willams juga pindah ke Palembang walaupun masih melayani jemaat Suku Kubu dan pada tahun 1985 ia meninggalkan Indonesia. Di Palembang PII berganti nama menjadi Gereja Kristen Persekutuan Injili.
            Tahun 1959, setelah pensiun Bpk. F. Lumban Tobing kembali bergabung dengan Misi WEC, tahun 1960 ia ditahbiskan sebagai pendeta pertama PII di Curup. Kemudian ia melanjutkan penginjilan di Bengkulu Selatan. Sejak tahun 1963 Pdt. F. Lumban Tobing dan ibu pindah ke Bengkulu dan mengadakan penginjilan dengan suku Serawai.
            Pelayanan pengijilan yang diresmikan oleh Pdt. F. Lumban Tobing berjalan dengan cepat karena dibantu oleh tenaga Mahasiswa praktek dari I-3 Batu Malang. Pada tanggal 16 Agustus 1964 Pdt. P. Octavianus (YPPII), mendirikan Gereja Kristen Injili Sumatera Selatan (GEKISUS) tanpa sepengetahuan Pdt. F. Lumban Tobing dan rekan hamba Tuhan dari Misi WEC lainnya yang bergabung dengan Gereja Kristen Persekutuan Injil.
            Jemaat Gereja Kristen Persekutuan Injil yang berada di Palembang, Curup, Bengkulu, Muara Aman dan Suku Kubu, tidak mau bergabung dengan gereja bentukan baru GEKISUS, Gereja yang tidak bergabung dengan GEKISUS berkembang di bawah pelayanan hamba-hamba Tuhan dari Misi WEC dan Jemaat seperti Ev. Nona Ruth Loan, Pdt. F.L Hill, Pdt. KG. Williams, Pdt. CR. Harrington, Pdt. F.Lumban Tobing, Pdt. H.M Eijono, Bpk. Tindik Harefa, Bpk. Johan Yakub Danutaga dan Bpk. YM. Saragih, mengarahkan menjadi sebuah lembaga dengan nama Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Pada tanggal 17 Juni 1967 di Tanjung Enim, Kab. Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Pada saat yang sama Gereja Kristen Persekutuan Injil dihapus.
            Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) berdiri tahun 1967 di Palembang (Jln. Sekojo No. 4) sampai tahun 1981. Kemudian tahun 1982 dalam sidang Sinode ke V, memutuskan untuk memindahkan sekretariat ke Curup, Bengkulu sampai sekarang. (Sumber:Sekretariat Majelis Sinode)

B.     Keadaan Geografis (Sumber: Wikipedia)
1.      Letak Geografis
Curup adalah Ibu kota Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu Indonesia. Kabupaten Rejang Lebong terletak pada posisi 102°19’-102°57’ Bujur Timur dan 2°22’07’’- 3°31’ Lintang Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.515,76 km2. Curup merupakan kota di daerah pegunungan bukit barisan (dengan ketinggian 100 m hingga 1000 m diatas permukaan laut) dan dikelilingi oleh Bukit Kaba/Gunung Kaba dan Bukit Daun.

2.      Iklim dan Topografi
            Secara topografi, kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah yang berbukit-bukit, terletak pada dataran tinggi pegunungan barisan. Secara umum kondisi fisik Kabupaten Rejang Lebong ialah sebagai berikut:
Ø  Kelerengan      : datar sampai bergelombang
Ø  Jenis tanah      : Andosol, Regosol, Podsolik, Latosol dan Alluvial
Ø  Tekstur tanah  : sedang, lempung, dan sedikit berpasir dengan Ph tanah 4,5-7,5
Ø  Kedalaman efektif tanah         : sebagian besar terdiri atas kedalaman 60 cm hingga lebih dari 90 cm, sebagian terdapat erosi ringan tingkat pengikisan 0-10%
Ø  Curah hujan     : rata-rata 233,75 mm/bulan, dengan jumlah hari hujan rata-rata 14,6 hari/bulan pada musim kemarau dan 23,2 hari/bulan pada musim penghujan.
Ø  Suhu                : suhu normal rata-rata 17,73oc-30,940oc dengan kelembaban nisbi rata-rata 85,5%.

3.      Batas Wilayah
Adapun batas-batas Wilayah kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong yaitu:
Ø  Sebelah Utara             :  Kabupaten Lebong dan Kabupaten Musi Rawas
Ø  Sebelah Selatan           :  Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Empat Lawang
Ø  Sebelah Barat              : Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara
Ø  Sebelah Timur             : Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Jarak kota Curup dengan kota di sekitar, antara lain:
Ø  Kepahiang                   : 25 km
Ø  Bengkulu                     : 85 km
Ø  Lubuk linggau             : 55 km
Ø  Palembang                   : 484 km
Ø  Tanjung karang           : 774 km
Ø  Padang                        : 890 km
Ø  Jambi                           : 702 km

4.      Kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong :
Kota Curup berada di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini di Kabupaten Rejang lebong terdapat 15 Kecamatan, yaitu:
1.      Kecamatan Curup (Pasar baru)
2.      Kecamatan Curup Utara (Tunas Harapan)
3.      Kecamatan Curup Selatan (Lubuk Ubar)
4.      Kecamatan Curup Timur (Talang Ulu)
5.      Kecamatan Curup Tengah (Batu Galing)
6.      Kecamatan Selupu Rejang (Air Duku)
7.      Kecamatan Bermani Ulu (Kampung Melayu)
8.      Kecamatan Bermani Ulu Raya (Bakan Baru)
9.      Kecamatan Sindang Kelingi (Beingin Tiga)
10.  Kecamatan Sindang Dataran (Bengko)
11.  Kecamatan Sindang Beliti Ulu (Apur)
12.  Kecamatan Sindang Beliti Ilir (Lubuk Belimbing)
13.  Kecamatan Binduriang (Kepala Curup)
14.  Kecamatan Padang Ulak Tanding (Pasar Padang Ulak Tanding)
15.  Kecamatan Kota Padang (Kota Padang)

Kota Curup sendiri terdiri dari 9 kelurahan antara lain Kelurahan Air Putih, Air Rambai, Dwi Tunggal, Adirejo, Talang Benih, Jalan Baru, Pasar Baru, Pasar Tengah dan Timbul Rejo. Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup, berada di kelurahan Talang Benih, kecamatan Curup.

5.      Objek Wisata Kecamatan Curup
Beberapa Objek wisata di kecamatan Curup, antara lain:
Ø  Suban Air Panas
Ø  Kolam Renang Muna Tirta
Ø  Danau Talang Kering
Ø  Air Terjun Talang Rimbo
Ø  Masjid Agung Curup
Ø  Rumah Adat Rejang Lebong
Ø  Bendungan Musi Kejalo
Ø  Objek Wisata Alam “DIOBAGITE”

6.      Keadaan Pendudukan (Sumber: Wikipedia)
a.      Kependudukan

            Penduduk asli terdiri dari 2 suku utama yaitu suku Rejang (mendiami Kecamatan Curup, Curup Utara, Curup Timur, Curup Selatan, Curup Tengah, Bermai Ulu, Bermai Ulu Raya dan sebagian Selupu Rejang) dan suku Lembak (mendiami kecamatan Kota Padang, Padang Ulak Tanding, Binduriang, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu, Sindang Beliti Ilir dan Sindang Kelingi).
            Pada tahun 1904 sejak Zaman Belanda provinsi dibuka untuk transmigrasi oleh Karena itu ada beberapa suku pendatang juga yang menetap secara turun temurun di Rejang Lebong (Curup), antara lain suku Kaur (datang dari sudut tenggara provinsi Bengkulu untuk mengadu nasib), suku Musi (datang atas kemauan untuk menuntut ilmu dan belajar dari Sumatera Selatan ), suku Palembang, suku Madura (datang untuk bertani dan berdagang), suku Sunda (mendiami perkotaan dan wilayah transmigrasi Talang Benih), suku Serawai (datang untuk bertani di dataran tinggi dan pedalaman), suku Basemah (penduduk asli Sumatera Selatan banyak berdiam di Curup Tengah), suku Melayu, suku Minang, suku Ambon (datang atas dasar tugas sebagai misionaris ke pedalaman), suku Batak, suku Lampung (datang sebagai pengusaha), keturunan India, Tionghoa (berdagang), suku Minahasa (datang atas dasar tugas sebagai misionaris ke daerah-daerah), suku Bali dan suku Kerinci.
            Di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup sendiri terdiri dari beberapa suku antara lain Jawa, Tionghoa, Serawai, Batak, Rejang, Nias, dan NTT.

b.      Jumlah Penduduk
Berdasarkan data tahun 2010 jumlah penduduk di kota Curup berjumlah 28.173 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan yakni Keluaran Air Putih (3.321 jiwa), Air Rambai (4.000 jiwa), Dwi Tunggal (2.904 jiwa), Adirejo (1.387 jiwa), Talang Benih (6. 519 jiwa), Jalan Baru (4.828 jiwa), Pasar Baru (1.323 Jiwa), Pasar Tengah (1.415 jiwa), Timbul Rejo (2.487 jiwa).

c.       Perekonomian
Mata pencarian penduduk di dominasi oleh pertanian 80%, pedagang, PNS, Wiraswasta dan lain-lain.

d.      Agama
            Agama utama yang dianut masyarakat di Rejang Lebong (Curup) adalah agama Islam, kemudian agama-agama lain seperti Kristen Protestan, Katolik, Kong Hu Chu, Buddha dan Hindu.
            Rumah Ibadah yang ada di Kabupaten Rejang lebong yaitu:
Ø  1096 buah Masjid
Ø  12 buah Gereja Protestan
Ø  3 buah Gereja Katolik
Ø  2 buah Viarah dan 1 dalam pembangunan
Ø  Pura dalam tahap pembangunan
Ø  Klenteng baru dibangun di Mojorejo
Ø  Dahulu ada sebuah Sinagoga Sindang Jati
            Di kota Curup sendiri terdapat beberapa bangunan gereja antara lain HKI, HKBP, GKII,GBI dan Gereja Katolik.

C.    Keadaan gereja yang di layani.

1. Nama Gereja yang di layani

Pada tanggal 7 Desember 2015 Sekolah Teologi Injili Indonesia (STTIP) mengutus angkatan 2012 yang berjumlah 12 orang ke beberapa gereja serta yayasan. Dan penulis sendiri diutus atau ditugaskan untuk membantu pelayanan di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup. Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII) menganut sistem pemerintahan Presbiterian Sinodal, yang kantor sinodenya berada di Karang Jaya ( Curup-Bengkulu). GKII Curup tempat penulis melayani di Gembalai oleh Pdt. Frans Ludji, MA dan di bantu oleh 19 orang Majelis yang memiliki bagian-bagian dalam pelayanannya.

No.
Nama
Jabatan Pelayanan
1.
Pdt. Frans Ludji, MA
Ketua  (Gembala Sidang)
2.
Pnt. Dihamri, M. Si
Wakil Ketua
3.
Pnt. H. Lukianus K
Sekretaris
4.
Pnt. Nelson Barasa
Wakil Sekretaris
5.
Pnt. Agatha
Bendahara
6.
Pnt. Melie Yuntik
Wakil Bendahara
7.
Dkn. Ester Eriana
Komisi Sekolah Minggu
8.
Dkn. Vivian Mala Tanjaya
Komisi Remaja
9.
Dkn. Alifron
Komisi Tunas Muda
10.
Dkn. Eko Aprian Nugroho
Komisi Pemuda/i
11.
Dkn. Debora Winata
Komisi PW
12.
Dkn. Ham Herison
Komisi Kaum Bapak
13.
Dkn. David Chu
Komisi Lansia
14.
Pnt. Luandy Ashari
Komisi Ibadah & hari raya
15.
Pnt. H.W Silalahi S,Pd (Alm)
Komisi Usaha
16.
Dkn. Sunardi
Komisi jemaat cabang & POS Pelayanan
17.
Dkn. Kristop Sormin
Komisi Momentomory
18.
Dkn. Samuel Wijaya
Komisi Pembangunan
19.
Dkn. Markus Banamtuan
Komisi warga baru dan perkunjungan
20.
Dkn. Sudarmanto S.Pd
Komisi musik dan Soundsystem

2. Jumlah Pos Pelayanan

      Gereja Kristen Injili Indonesia ( GKII ) Curup termasuk dalam Wilayah 1 memiliki 4 (empat) gereja cabang dan 2 (dua) Pos Pelayanan Injil, yaitu:
1. GKII Baru Manis                            : Pdt. Yustus N, S.Th
2. GKII Bengko                                  : Pdt. Rahmat Bessie, S.Th
3. GKII Kasie Kasubun (Blumai)       : Pdt. Sumarsono, S.Th
4. GKII Muara Tiku                            : Pdt. Wahyono, S.Th
5. GKII Karang Baru  (Pos PI)           : Ev. Arlin, S.Th
6. GKII PAL 8            (Pos PI)           : Ev. Kristian Hari Wibowo, S.Th

4. Jumlah jemaat

      Jemaat Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Curup berjumlah ± 611 jiwa. Dan jumlah keluarga ± 179 kk.

5. Kerohanian Anggota Jemaat
            Keadaan rohani jemaat di GKII Curup berdasarkan pengamatan penulis selama praktek satu tahun ialah cukup baik hal tersebut terlihat dari kehadiran jemaat setiap minggunya dan dalam persekutuan-persekutuan yang ada. Namun, ada juga jemaat yang masih belum membuka hati untuk lebih sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan sehingga mereka kurang aktif dalam setiap ibadah minggu maupun ibadah kategorial yang ada.

6. Program Pelayanan
            Gereja Kristen Injili Indonesia  (GKII) Curup telah memiliki program pelayanan yang rutin yakni ibadah kategorial. Dan selama menjalankan praktek pelayanan di GKII Curup penulis juga dilibatkan dalam beberapa kegiatan pelayanan tersebut kecuali Ibadah kategorial untuk kaum bapak (Persekutuan Bapak-Bapak). Dalam pelayanan di GKII Curup penulis dipercayakan untuk menjadi salah satu Pembina ibadah kategorial Remaja atau persekutuan Remaja bersama Ev. Yuni dan Dkn. Vivian Tj sebagai majelis pembinanya. Adapun program-program yang sudah ada dan beberapa program tambahan lainnya antara lain:
1.      Ibadah Umum pada hari Minggu
Ibadah Minggu GKII Curup dilaksanakan tiap Minggu dalam dua sesi ibadah yakni ibadah pertama dimulai pukul 07.30 WIB  dan ibadah sesi ke dua dimulai pukul 10.00 WIB. Jemaat yang hadir pada ibadah pertama sekitar 166-251 orang dan pada ibadah kedua sekitar 63-99 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal : Singers dan LCD sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan terkadang untuk menggantikan jemaat yang tidak dapat bertugas.

2.      Ibadah Sekolah Minggu
Ø  Ibadah sekolah Minggu GKII Curup dilaksanakan tiap Minggu dimulai jam 07.30-08.30 WIB, dan anak-anak yang hadir sekitar 80-100 anak. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos dan pembawa cerita Firman Tuhan, musik, dan LCD sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Ø  Setiap minggu ke tiga Sekolah Minggu GKII Curup mengadakan kegiatan “AMAZING DAY” yang dihadiri 40-60 orang anak. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal operator LCD dan mengawasi anak-anak.

3.      Ibadah Remaja
Ibadah remaja GKII Curup dilaksanakan tiap Minggu mulai jam 07.30-08.30 WIB, pada bulan Januari-Juni remaja yang hadir sekitar 30-60 orang gabungan dengan anak-anak asrama Pelita Kasih tetapi setelah sekolah Pelita Kasih dipindahkan ke Bengkulu maka jumlah anak-anak yang hadir 19-22 orang anak. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos, menyampaikan Firman Tuhan, membuat tema Firman Tuhan dari bulan Januari-Desember. Penulis dilibatkan sebagai Pembina Persekutuan Remaja.

4.      Sermon Majelis dan pembekalan Persekutuan Keluarga (PK)
Sermon Majelis dan pembekalan PK GKII Curup dilaksanakan setiap hari Senin mulai pukul 18.30 WIB, yang hadir 10-24 orang. Dalam Sermon dan pembekalan penulis mengikuti hanya sebatas pembekalan dan sermon dilanjutkan oleh gembala sidang dan para majelis. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Liturgos, menyampaikan Firman Tuhan, dan pembekalan (membuat bahan PA (Pendalaman Alkitab) maupun bahan khotbah/renungan).

5.      Sermon Sekolah Minggu
Sermon Sekolah Minggu diadakan setiap hari Selasa Pukul 18.00 WIB, yang hadir 10-20 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos, menyampaikan Firman Tuhan, musik.

6.      Persekutuan Wanita (PW)
Persekutuan Wanita (PW) diadakan setiap hari Rabu Pukul 17.00 WIB. Persekutuan Wanita GKII Curup dibagi dalam 3 kelompok persekutuan, yakni PW Sion, PW, Horeb, dan PW Hermon yang diadakan pada hari dan pukul yang sama. Dalam pelayananan ini penulis dilibatkan dalam hal: Menyampaikan Firman Tuhan, Singer, Oprator LCD (saat ibadah gabungan), menyampaikan renungan dan doa (saat kunjungan). Adapun kegiatan ibadah PW GKII Curup ialah:
Minggu pertama          : Ibadah Gabungan (di gereja)
Minggu kedua             : Pendalaman Alkitab (di kelompok masing-masing)
Minggu ketiga             : Khotbah (dikelompok masing-masing)
Minggu keempat         : Kunjungan (gabungan)
Jika dalam satu bulan ada 5 minggu maka minggu ke 4 tetap persekutuan di kelompok masing-masing (ket: khotbah) dan kunjungan dilakukan pada minggu ke lima.

7.      Persekutuan Keluarga (PK)
Persekutuan Keluarga GKII Curup diadakan setiap hari Kamis, Persekutuan Keluarga GKII Curup dibagi dalam 10 kelompok. Pukul 18.00 WIB (PK 5 dan PK 9), Pukul 18.30 WIB (PK 6 dan PK 10), dan Pukul 19.00 WIB (PK 1,2,3,4,7 dan PK 8). Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: menyampaikan Firman (Khotbah maupun PA).

8.      Persekutuan Keluarga (PK) di Pos PI PAL 8
Persekutuan keluarga di Pos PI PAL 8 diadakan setiap hari Jum’at, Pukul 16.00 WIB (di PAL 8) dan Pukul 13.00 WIB (di Trans atau kebun jeruk). Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos dan menyampaikan Firman Tuhan. Tanggal 1 Desember 2016 Natal Pos PI Pal 8 dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal Singer.

9.      Ibadah Tunas Muda
Ibadah Tunas Remaja GKII Curup di laksanakan tiap hari Sabtu Pukul 19.00-20.00 WIB yang dihadiri 15-30 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: mengampaikan Firman Tuhan.

10.  Ibadah Pemuda
Ibadah Pemuda GKII Curup dilaksanakan setiap hari Sabtu Pukul 19.00-20.00 WIB yang dihadiri 20-30 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Liturgos, Menyampaikan Firman Tuhan, Oprator LCD, dan Singer.

11.  Games Remaja (paska)
            Games Remaja dilaksankan pada tanggal 17 April 2016 di GKII Curup (pagi dan siang). Dihadiri oleh 30-60 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: menyampaikan F.T dan Games.

12.  Retret Pemuda
            Retret Pemuda dilaksanakan pada 25 Maret 2016- 26 Maret 2016 di TC Karang Jaya. Dihadiri oleh 40 orang. Dalam pelayanan ini enulis dilibatkan dalam hal: Renungan Kamar dan Games.

13.  Ibadah Padang Kawula Muda
            Ibadah padang Kawula muda dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2016 di Danau Mas Karang Jaya. Dihadiri oeh 100 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Games.

14.  Games 17an kawula muda dan SM
            Games 17an dilaksanakan pada hari minggu 21 agustus 2016 dihadiri oleh 150 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Games.

15.  Ibadah di Lembaga Permasyarakatan (LAPAS)
            Ibadah di lapas dilaksanakan setiap hari Jum’at Pukul 10.00 WIB. Dihadiri oleh 6-8 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal liturgos dan menyampaikan Firman Tuhan. Pada tanggal 23 Desember 2016 diadakan Natal Lapas penulis dalam pelayanan ini penulis dilibatkan sebagai Singer.

16.  Persekutuan Hamba Tuhan
            Persekutuan hamba Tuhan dilaksankan setiap awal bulan biasanya dihari Senin. Dihadiri oleh 20-30 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: liturgos dan menyampaikan Firman Tuhan.

17.  Sidang Tahunan
            Sidang Tahunan GKII dilaksankan pada tanggal 15-17 Juni 2016 di TC. Karang Jaya. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: Sekretariat.

18.  Persekutuan Lansia
            Persekutuan lansia dilaksanankan setiap minggu ke 3 sebulan sekali. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal liturgos dan operator LCD. Ulang tahun lansia dilaksanankan pada tanggal 30 agustus 2016. Dihadiri oleh 35 orang. Dalam pelayanan ini penulis dilibatkan dalam hal: LCD dan tanggal 4 Desember 2016 Natal Lansia penulis dilibatkan dalam hal Singer.
19.  Penginjilan dan perkunjungan
            Penulis bersama Ev. Rosna dilibatkan dalam hal ini untuk mengunjungi 10 keluarga. Untuk melakukan penginjilan. Dalam perkunjungan dilakukan syaring kemudian diakhiri dengan doa.

20.  Persekutuan Doa Remaja
            Persekutuan doa Remaja dilaksanakan sebelum anak-anak remaja mengikuti ujian akhir nasional pada bulan maret yang dilaksanakan di kelas remaja. Persekutuan ini dihadiri oleh 20 orang anak Remaja. Kegiatan yang dilakukan: menyanyi, renungan dan berdoa.

21.  Ibadah dan Perayaan natal
            Ibadah dan perayaan Natal di GKII Curup Dibagi dalam 4 bagian yaitu tanggal 4 Desember 2016 Natal Lansia, 14 Desember 2016 Natal Kawula Muda (pelayanan yang dilibatkan Singer), 18 Desember 2016 Natal Sekolah Minggu(pelayanan yang dilibatkan Operator LCD), dan 20 Desember 2016 Natal Umum (pelayanan yang dilibatkan tarian opening).
            Dalam ibadah dan perayaan Natal ini penulis dilibatkan dalam hal singer, operator LCD, tarian Opening selain itu penulis juga ikut mengambil bagian dalam melatih anak sekolah Minggu kelas Besar 12 orang menari yang ditampilkan pada acara Natal Lansia, Natal Sekolah Minggu dan Natal Umum.

BAB III
Program Pelayanan Mahasiswa praktek

A. Sasaran dalam pelayanan selama satu tahun
            Secara khusus selama praktek satu tahun ini karena penulis dipercayakan menjadi Pembina anak remaja maka sasaran yang hendak di capai pada jangka waktu satu tahun ini adalah menumbuhkan iman dan semangat kepada Remaja dalam persekutuan dan pelayanan. Selain itu, penulis juga memiliki kerinduan untuk melibatkan anak Remaja dalam berbagai pelayanan-pelayanan yang ada di gereja sesuai dengan talenta yang di miliki dan penulis memiliki kerinduan agar anak-anak remaja dapat tetap kompak.
            Secara umum sasaran penulis dalam praktek satu tahun ini ialah penulis memiliki kerinduan agar semua jemaat dapat bersama-sama melayani Tuhan dengan talenta yang mereka miliki.

B. Program inisiatif Mahasiswa
            Di lihat dari pelayanan-pelayanan yang ada di GKII Curup, maka selama waktu satu tahun ini yang dapat penulis kerjakan sebagai kegiatan inisiatif adalah:
  1. Perkunjungan ke rumah jemaat, Pemuda/I, dan ke anak sekolah Minggu.
  2. Pelayanan pribadi (konseling)
  3. Mengadakan pelatihan menjalankan LCD
  4. Persekutuan Doa bersama anak Remaja sebelum mengikuti UAN.
  5. Menanam bunga

C. Pelaksana program
1.      Usaha yang di lakukan
Ø  Mengadakan kunjungan kerumah-rumah jemaat, baik secara pribadi, maupun bersama ibu gembala dan juga teman pemuda/i.
Ø  Mengajak anggota jemaat (Pemuda, remaja, sekolah minggu) yang terlibat dalam acara/kegiatan untuk mengadakan latihan-latihan
Ø  Untuk meningkatkan kekompakan anak-anak remaja maka program yang dilaksankan ialah Games dalam rangka Paskah selain itu melaksanakan rekreasi dengan berjalan sore bersama dan dilanjutkan dengan olahraga renang.
Ø  Agar jemaat dapat mengambil bagian dalam pelayanan usaha yang dilakukan ialah Karena penulis di percayakan sebagai staff TU maka penulis menyarankan beberapa jemaat untuk dijadwalkan untuk melayani sebagai Singer maupun orator LCD dan penulis juga melatih beberapa jemaat secara khusus anak Tunas Muda untuk menjalankan LCD dan melibatkan mereka dalam pelayanan setiap ibadah minggu sebagai Operator LCD.

2.      Program yang belum terlaksana
Ø  Mengadakan pelatihan musik (gitar) pada anak-anak remaja.

D.    Faktor pendukung dan penghambat
1.      Faktor pendukung
Ø  Kepercayaan yang diberikan untuk melayani dalam persekutuan - persekutuan yang ada di GKII Curup dan adanya sikap penerimaan yang baik kepada mahasiswa Praktek.
Ø  Adanya kerja sama yang baik
Ø  Adanya rekan sekerja dalam melayani Tuhan.
Ø  Fasilitas dan Prasarana yang mencukupi.
Ø  Besarnya dukungan dari majelis dan jemaat yang telah mendoakan,dukungan  dana dan perhatian  dalam setiap kegiatan pelayanan  sehari-hari.

2.      Faktor Penghambat
Ø  Kurangnya kesadaran dan kerinduan beribadah/persekutuan dari  pribadi jemaat yang sebagian besar ialah pengusaha, PNS (Mengajar maupun bagian kesehatan).
Ø  Kesibukan-kesibukan dari GSM (secara khusus anak-anak yang masih sekolah) sehingga jarang ada waktu yang cukup untuk mengadakan pelatihan-pelatihan maupun sermon.

BAB IV
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
            Dilihat dari situasi dan kondisi dalam pelayanan selama dua semester ini, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
  1. Adanya perubahan jemaat dalam ibadah
  2. Jemaat terbeban untuk melayani, ikut dalam pelayanan.
  3. Jemaat terbeban untuk memperhatikan kebutuhan orang lain.
  4. Jemaat memiliki rasa ingin tahu yang dalam akan kebenaran Firman Tuhan.
Ada banyak pengalaman yang penulis dapatkan selama menjalani pelayanan praktek satu tahun ini. Tinggal di lingkungan gereja bersama gembala siding maupun rekan sepelayanan merupakan pengalaman yang baru bagi penulis dan ada banyak pengalamn baik suka maupun duka. Namun, penulis tetap bersyukur kepada Tuhan yang telah memimpin seta menolong penulis sehingga akhirnya penulis dapat menelesaikan pelayanan satu tahun ini dan penulis juga dapat menyelesaikan laporan pelayanan ini. Tentunya masih banyak kekurangan didalammnya dan penulis berharap agar dapat dimaklumi.

B. Saran
1. Untuk GKII
Ø  Untuk jemaat diadakan pelatihan koor/vocal grop rutin baik bagi kaum bapak, ibu, pemuda, remaja, maupun sekolah minggu. Alasannya : Agar setiap minggu dapat dijadwalkan untuk memberikan kesaksian pujian dari setiap kelompok persekutuan kategorial.
Ø  Untuk jemaat selain pelatihan koor/vocal grup diadakan juga pelatihan musik. Alasannya: Pemain musik gereja masih terbatas.
Ø  Untuk jemaat, diadakan pelatihan untuk menjalankan Sound Sistem dan LCD. Alasannya: agar ibadah tidak terhambat Karena hanya orang-orang tertentu saja yang memahami dan dapat menjalankannya.
Ø  Untuk para majelis, agar lebih aktif lagi dalam mengikuti persekutuan yang ada secara khusus dalam sermon maupun ibadah kategorial lainnya. Alasannya: agar para majelis tetap menjadi teladan bagi semua jemaat.
Ø  Untuk GSM, agar dilaksanakan pelatihan GSM setiap tahunnya. Alasannya: setiap tahun ada pergantian atau penambahan Guru Sekoah Minggu yang baru agar semua GSM dapat memahami bagaimana menjadi liturgos, menyampaikan Firman Tuhan serta dalam pujian dan gerakan.

2. Untuk STTP :
Ø  Dalam pemberitahuan tempat praktek, kalau bisa lebih cepat dapat memberikan informasi kepada kami semua supaya kami dapat mempersiapkan diri dengan lebih lagi dalam memasuki ladang praktek.





LAMPIRAN-LAMPIRAN

A.   Laporan Bacaan Alkitab
Laporan bacaan selama praktek 1 tahun dimulai dari tanggal 1 Desember 2015 ialah Yesaya 10:4 hingga 24 Desember 2016 ialah 2 Tawarikh 5:14.

B.   LAPIRAN KHOTBAH-KHOTBAH

Kasih tanpa syarat
Efesus 2:8-9
Tunas Muda: Sabtu, 20 Februari 2016
Games: Jika…. Maka…
            Kasih merupakan suatu perasaan sayang terhadap sesuatu, yang saat ini nampaknya sulit untuk kita pahami. Dalam ajaran kekristenan pada masa PB ada 4 kata dalam Bahasa Yunani untuk menerangkan kasih atau cinta. Eros (kasih yang terbatas pada hubungan lelaki dan perempuan dalam suatu ikatan pernikahan.), Storge (Storge adalah ikatan alami antara ibu dan anak, ayah, anak-anak, dan kerabat.), Phileo (Kasih phileo adalah kasih yang terpancar dalam perhatian, kasih jenis ini semata-mata berdasarkan atas perasaan) dan Agape (Kasih agape bekerja untuk memberikan kebaikan bagi orang lain tanpa memperdulikan apa yang dirasakannya sendiri.).
Namun, pada malam hari ini kita akan belajar bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang tidak ada syaratnya. Dan karena itulah kita diselamatkan dari hukuman dosa. Bukti kasih Allah ialah keselamatan. Bagaimana kita memperoleh keselamatan itu (yang merupakan bukti kasih Allah tanpa yang tanpa syarat bagi kita)
1.      Kita memperolehnya bukan dari hasil usaha kita tetapi pemberian Allah (8)
Bukti kasih Allah ialah keselamatan yang kita peroleh sebagai orang percaya, Pada bagian pertama ini menjelaskan bahwa keselmatan yang kita peroleh bukanlah dari hasil usaha kita tetapi pemberian Allah.
Masih banyak anak-anak Tuhan yang berfikir bahwa dirinya adalah orang yang jahat yang tidak layak menerima keselmatan dari Allah. Tetapi itu adalah keselahan yang besar. Firman Tuhan pada malam hati ini ingin mengingatkan kita bahwa Tuhan mengasihi kita tidak melihat latar belakang kita, siapa orang tua kita, siapa saudara-saudara kita, dan terlebih lagi siapa kita.
Banyak anak-anak Tuhan yang merasa minder karena ia merasa bahwa Dia bukanlah siapa-siapa. Tetapi melalui Firman Tuhan ini ingin mengingatkan kita bahwa, bagi dunia ini kita mungkin bukanlah siapa-siapa tetapi bagi Tuhan kita adalah orang yang dikasihinya melebihi apapun. Sehingga ia pun memberikan kepada kita pemberian yang tidak dapat kita beli dengan hasil usaha kita, karena kita tidak akan pernah mampun untuk membelinya.
Jika Tuhan memberikan syarat bagi kita, maka tidak ada satu orangpun yang akan diselamatkan didunia ini. Pemberian artinya hadiah atau pesembahan, maka pemberian Allah berarti hadiah atau persembahan yang diberikan Allah kepada kita tanpa menuntut suatu balasan.
Ada dua hal yang membuat anak-anak TUhan jauh dari pada Tuhan pertama ialah perasaan minder. Ketika kita merasa minder kita merasa tidak layak dihadapan Tuhan, kita merasa kecil, kita tidak percaya diri padahal Tuhan sudah memiliki rencana yang besar bagi kehidupan  kita tetapi karena keminderan kita, kita justru menghalangi tujuan Allah dalam kehidupan kita.
Pada poin pertama ini mengingatkan kita bahwa kita dikasihi Allah dan diselamatkannya itu hanyalah karena pemberian darinya jadi, jangan pernah kita merasa tidak layak dihadapan TUhan. Karena kita semua adalah berharga dimatanya.
2.      Yang kedua ialah perasaan sombong, ketika kita sombong kita merasa hebat bahkan lebih hebat dari siapapun termaksud Tuhan.
Terkadang kita lupa bahwa apa yang dapat kita kerjakan saat ini hanyalah karena kasih karunia TUhan. Bahkan keselamatan yang Tuhan berikan itu bukan kareena usaha atau perbuatan kita. Pada poin kedua ini mengingatkan kita bahwa
.kita memperoleh keselamatan Itu bukanlah hasil pekerjaan kita (9)jadi jangan kita memegahkan diri
Pekerjaan dapat pula diartikan perbuatan; tugas. Jadi bagaimana kita memperoleh keselamatan itu? Poin kedua ini juga mengingatkan kita bahwa itu bukan hasil pekerjaan, perbuatan atau tugas kita.
Oleh karena itu jangan pernah kita memegahkan diri akan hal tersebut.Jika pada poin pertama kita diingatkan bahwa keselamatan adalah pemberian Allah maka di poin kedua ini kita diingatkan agar kita tidak memegahkan diri atau menyombongkan diri akan hal tersebut.
Jika kita melihat kedalam diri kita, siapakah kita ini? Dalam Maz 8 mengatakan bahwa Apakah manusia sehingga engkau mengingatnya dan apakah anak manusia sehingga engkau mengindahkannya. Dihadapan Tuhan kita bukanlah siapa-siapa. Maka suatu kesalahan besar jika kita sebagai anak TUhan merasa bahwa kita diselamatkan karena perbuatan kita. Itu sekali lagi hanya pemberian Allah yang diberikan melalui kasih karunianya yang tanpa syarat itu. TUhan tidak pernah memilih kita karena kita pintar, cantik, atau kaya tetapi Tuhan memiliki kuasa untuk menentukan siapa yang ingin diselamatkannya dan dikasihinya.
Kita bukalah siapa-siapa oleh karena itu marilah kita beljar mengasihi sesame kita tanpa harus ada syarat, karena kita pun telah dikasihi Tuhan tanpa syarat. Terlibih dari semuanya itu marilah kita mengasihi TUhan dari segala hal dalam kehidupan kita .Amin

TELADAN YANG PATUT DIIKUTI
YOHANES 13:13-15
Sermon Majelis: Senin, 22 Februari 2016
Ø  Teladan
Teladan dalam Bahasa aslinya (hupodeigma) artinya ialah suatu contoh, pola, tiruan,atau gambaran yang harus kita tiru.
Ex: Seperti seseorang yang akan membuat baju, seorang penjahit pasti memiliki pola yang akan ditirunya untuk menghasilkan suatu pakaian, apalagi jika ia akan membuat suatu pakaian yang ukurannya sama. Maka jika ia tidak mengikuti pola atau gambaran yang ada, maka pakaian yang dihasilkan pun tidak akan bagus atau tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ø  Pada teks Firman Tuhan ini mengajarkan kita bahwa kita sebagai orang percaya atau lebih sempit lagi kita sebagai pelayan-pelayan Tuhan kita pun harus mengikuti teladan, pola, contoh, gambaran yang telah Tuhan berikan kepada kita, agar disetiap pelayanan yang kita lakukan itu semuanya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki bukan sesuai dengan apa yang kita kehendaki.
Ø  Kita adalah alat Tuhan dalam pekerjaannya di dunia ini, maka kita harus menuruti apapun yang Tuhan  ingini. Karena ialah Tuan kita yang empunya kita.
Ø  Pertanyaannya : Apakah teladan yang Tuhan berikan yang patut kita ikuti?
1.      Kerendahan hati (ay 14,16)
-          Kerendahan hati (rendah hati) merupakan suatu sifat yang tidak sombong atau tidak angkuh. Tuhan dalam nats ini memberikan contoh yang sempurna mengenai kerendahan hati. Dimana ia yang adalah Guru dan tidak itu saja ia adalah Tuhan, Ia mau merendahkan dirinya seperti seorang hamba dengan membasu kaki para muridnya.
-          Ini merupakan suatu gambaran yang sempurna yang Tuhan berikan kepada kita semua pelayan Tuhan bagaimana Ia memiliki kerendahan hati dalam melayani.
-          Pertanyaannya bagi kita semua, apakah kita telah memiliki kerendahan hati dalam melayani Tuhan ditengah-tengah jemaat yang telah Tuhan percayakan untuk kita layani? Ataukah kita saat ini justru sebaliknya, kita sombong atau angkuh karena kita memiliki jabatan yang telah TUhan percayakan dalam pelayanan kita.
-          Bapak/Ibu dan saudara -sadara yang dikasihi Tuhan, Tuhan tidak pernah memandang kita dari jabatan kita, ia tidak pernah menilai kita dari kedudukan kita saat ini. Baik kita sebagai majelis maupun hamba-hamba Tuhan  sekalipun (pendeta/evanjelis). Tuhan tidak melihat itu semua, yang Tuhan lihat ialah kerendahan hati kita dalam melayani Tuhan.
-           Karena Tuhan sendiripun telah memberikan teladan yang sempurna kepada kita, ia yang adalah Tuhan mau membasuh kaki para muridnya, ia mau berada dititik terendah dalam melayani para muridnya. (tradisi Yahudi: Menurut tradisi, para budak membasuh kaki tuannya dan tidak pernah sebaliknya. Namun, Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya walaupun Dia adalah Tuan mereka.), Jadi, Bapak/Ibu dan kita semua, sesungguhnya kita tidak layak disebut sebagai pelayan Tuhan jika kita belum memiliki kerendahan hati dalam melayani karena Tuhan tidak memandang pelayanan dari jabatan yang kita miliki saat ini.
2.      Mau melayani
-          Mau melayani bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dilakukan. Melayani merupakan suatu tindakan, membantu menyiapkan (mengurus) apa-apa yg diperlukan seseorang. Kita saat ini sebagai pelayan Tuhan apakah kita sudah melayani dengan sungguh-sungguh?
-          Tuhan telah memberikan teladan atau contoh kepada kita dalam melayani (ay 14,15), dan Tuhan menginginkan kita untuk saling melayani satu sama lain. Di ayat 14 dikatakan bahwa kita “Wajib saling membasuh kakimu” dan dalam terjemahan lainnya dilakatakan bahwa “layaklah kalau kalian juga saling membasuh kaki.”
-          Kata “Wajib” artinya “berhutang, harus, berkewajiban, bersalah terhadap”. Maka melayani bukan sekedar kita mau atau tidak tetapi melayani adalah suatu hutang , suatu keharusan bahkan dikatakan kita bersalah jika kita tidak melakukanya.
-          Oleh karena itu, bapak/ibu yang dikasihi TUhan, sebagai pelayan Tuhan kita kembali ditegur melalui kebenaran Firman Tuhan ini. Jika terkadang kita ogah-ogahan atau anginan-anginan dalam melayani Tuhan itu berarti kita sedang berhutang bahkan bersalah terhadap sesama kita yaitu jemaat yang Tuhan percayakan dan lebih utama kita bersalah terhadap TUhan yang telah memberikan teladan kepada kita.
-          Tuhan memberikan teladan yang Ia sendiri telah terapkan bukan hanya bicara saja tetapi ia sendiri yang adalah TUhan telah mempraktekannya dalam kehidupannya.
Ø  Maka, diayat 17 sebagai kesimpulan dari renungan ini ialah bahwa jika kita tahu, mengerti, memahami dan melakukan kedua contoh atau teladan yang telah Tuhan berikan. Dikatakan bahwa “maka berbahagialah kita”, Kata berbahagia disini dalam Bahasa aslinya artinya ialah diberkatilah kita atau beruntunglah kita.
Ø  Oleh karena itu Bpk/ibu sekalian yang dikasih TUhan biarlah kedua teladan yang telah Tuhan berikan ini yaitu kerendahan hati dan mau melayani dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai pelayan-pelayan yang telah dipercayakan TUhan untuk melayaninya. Seperti yang Firman Tuhan katakan bahwa kita merupakan orang yang berbahagia, orang yang diberkati, bahkan orang yang beruntung jika kita dapat mengikuti teladan yang telah Tuhan beri. Amin

Menghadapai pengajaran sesat
2 Tim 2:15
Sermon Seklah Minggu: Selasa, 23 Februari 2016
Ø  Nats F.T saat ini merupakan isi nasehat Paulus kepada Timotius dalam menghadapi pengajaran-pengajaran yang sesat pada saat itu (ay 17-18).  Nasehat merupakan ajaran atau pelajaran baik; anjuran (petunjuk, peringatan, teguran) yg baik.
Ø  Saat ini banyak acara-acara di TV yang sering ditonton oleh anak-anak yang bukannya mendidik mereka dalam kebenaran tetapi justru sebaliknya menyesatkan mereka. Oleh karena itu, kita sebagai GSM harus mengambil bagian dalam meluruskan pemahaman yang salah, yang sudah merasuk pikiran anak-anak SM saat ini.
Ø  Pertanyaan: Apakah isi nasehat dalam menghadapi pengajaran sesat?
1.       Berusaha dengan sungguh-sungguh supaya layak dihadapan Tuhan.
-          Pada ay 15 dikatakan bahwa “Usahakanlah supaya engkau layak dihadapan Allah”, Paulus menasehati Timotius bahwa dalam mengahadapi pengajaran sesat ia harus terlebih dahulu berusaha supaya diakui Allah sebagai orang yang layak berkerja bagi Dia (BIS).
-          Kata berusaha disini berarti berupaya dengan sekuat tenaga, bekerja keras, tekun. Oleh karena itu kita sebagai GSM sebelum kita memberikan pengajaran kepada anak-anak layan kita (SM), Kita terlebih dahulu harus mengitrospeksi diri kita sendiri apakah kita sudah layak dihadapan Tuhan untuk memberikan pengajaran. Supaya kita justru tidak menyesatkan anak-anak layan kita tetapi justru meluruskan pemahaman mereka akan kebenaran itu sendiri.
-          Kata layak disini tidak hanya berarti pantas atau sewajarnya tetapi kata layak dalam nats ini artinya ialah terbukti tahan uji (bertahan dalam pencobaan berat), dihormati, diterima, menyenangkan.
-          Maka dalam nasehat pertama ini Paulus mengingatkan Timotius dan kita semua saat ini agar dalam memeberikan pengajaran kepada anak-anak bahkan siapa pun untuk terlebih dahulu berusaha keras membuktikan diri kita kepada TUhan bahwa kita layak atau kita telah terbukti tahan uji dalam menghadapi pengajaran sesat yang ada saat ini. Jangan sampai kita hanya dapat mengajarkan saja tetapi ternyata justru kita sendiri yang disesatkan oleh ajaran dunia saat ini.
2.       Kita harus berusaha supaya tidak malu
-          Tuhan menginginkan kita menjadi pekerja yang baik yang tidak usah merasa malu dalam pelayanan kita bahkan dalam terjemahan lainnya dikatakan bahwa tidak ada alasan untuk malu dalam mengajarkan kebenaran.
-           Malu artinya merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb). Terkadang hal inilah yang sering kali menghalangi kita dalam pelayanan kita, terkadang kita sudah tahu kebenaran tetapi kita malu memperkatakannya. F.T mengingatkan kita dalam menghadapi pengajaran yang sesat kita tidak perlu merasa tidak enak hati atau malu untuk mengingatkan bahkan menegur hal yang salah atau  tidak sesuai dengan kebenaran atau F.T.
-          Secara khusus dalam melayani anak-anak SM terkadang kita merasa tidak enak hati ketika akan menegur atau mengajarkan anak-anak, karena, orang tua mereka. Tetapi F.T ini justru menuntut kita agar kita mengajarkan hal yang benar kepada meraka dengan tidak malu atau merasa tidak enak hati.
-          Hal ini memang sulit tetapi kita harus lakukan, tentunya dengan cara yang baik dan benar yang tidak meyakiti anak-anak tersebut, dengan penuh kasih dan ketulusan sehingga merekapun memahami pengajaran yang kita berikan. (ay 24-26)
3.       Berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
-          Nasehat ketiga dalam menghadapi pengajaran yang sesat ialah berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu atau mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran yang benar dari Allah. Untuk dapat melakukan hal ini tentulah kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksudkan oleh Firman Tuhan dan untuk itulah pentingnya kita melakukan persiapan sebelum kita memberikan pengajaran kepada anak-anak layan kita.
-          Kita harus mengajarkan kebenaran kepada anak-anak karena apa yang mereka dapatkan sejak merka kecil itulah yang akan mereka bawah hingga mereka besar nanti. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa pada usia dini yakni 0-6 tahun, otak anak berkembang sangat cepat yakni hingga 80 persen. Pada masa ini otak anak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa dimana perkembangan fiksik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk (golden age, masa emas anak). Jadi, pada bulan atau tahun pertama kehidupan seorang anak sangat menetukan pembentukan seorang anak.
-          Saat ini dalam pelayanan kita, kita dipercayakan untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu kita harus berusaha dengan keras memberikan pengajaran yang benar terhadap anak-anak yang saat ini telah dipengaruhi oleh banyak pengajaran-pengajaran. Melalui pelayanan ini kita harus menjadi salah satu filter atau penyaring pengajaran-pengajaran yang tidak benar yang telah mempengaruhi anak-anak layan kita.
Ø  Jadi, dalam nats ini ada 3 nasehat yang diberikan Paulus kepada Timotius dan kita semua saat ini dalam menghadapi pengajaran yang sesat atau tidak benar yakni kita harus terlebih dahulu berusaha dengan sekuat tenaga membuktikan bahwa kita layak atau kita telah terbukti tahan uji dalam mengahadapi pengajaran-pengajaran yang salah atau sesat itu, yang kedua kita harus berusaha tidak malu atau merasa tidak enak hati dalam memberikan pengajaran yang benar kepada anak, karena tidak ada alasan untuk itu. Dan yang ketiga kita harus berterus terang mengajarkan kebenaran itu atau dengan kata lain kita harus mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran yang benar dari Allah.
Ø  Seperti dalam Yakobus 4:17 FT mengatakan “jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.Amin”

Roh Kudus menyertai kita”
Yoh 14:17
Pembekalan Sermon Majelis (bahan PDS): Senin, 25 Februari 2016
Janji Tuhan kepada setiap orang yang mengasihi Dia (ay 15-16) ialah Tuhan akan memberikan seorang penolong yakni Roh Kudus (Roh Kebenaran) yang akan selalu menyertai. Seseorang dapat disertai oleh Roh Kudus hanya jika ia menerima Roh Kudus itu. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak mengasihi Tuhan (orang dunia). Apakah mereka akan menerima Roh Kudus? Jawabannya ialah tidak, jika mereka tidak menerima Roh Kudus maka sudah pasti mereka tidak akan disertai oleh Roh Kudus.
Nats Firman Tuhan ini menunjukan perbedaan antara orang yang mengasihi Tuhan “Orang Percaya” (ay 16) dengan orang yang tidak mengasihi Tuhan “orang dunia” (ay 17a). Orang yang mengasihi Tuhan akan menerima Roh Kudus sedangkan orang dunia tidak menerima Roh Kudus. Mengapa orang percaya menerima Roh Kudus sedangkan orang dunia tidak?
1.      Karena, orang dunia tidak melihat Dia
Tidak menerima Roh Kudus dapat pula diartikan tidak dapat mengambil atau merebut Roh Kudus (=Yunani: λαμβανω lambano artinya menerima, menghapuskan, merebut, mengumpulkan, mengenakan). Jadi, sekalipun orang dunia ini menginginkan Roh Kudus yang merupakan penghibur serta penolong  mereka tetap tidak akan mendapatkannya atau menerimanya. Karena, Roh Kudus hanya diberikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.
Orang dunia tidak menerima Roh Kudus karena mereka tidak melihat Dia (Tidak melihat =Yunani θεωρεω theoreo artinya memandang, melihat, memperhatikan, mengalami). Tidak melihat berarti tidak memandang, memperhatikan atau mengalami Roh Kudus. Dan dalam terjemahan FAYH tidak melihat artinya tidak mencari Dia. Jadi, bagaimana seseorang dapat menerima Roh Kudus jika ia tidak melihat Roh Kudus itu bahkan ia tidak mencarinya. Dalam Mat 7:7 dikatakan mintalah, maka akan diberikan, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Maka untuk dapat menerima Roh Kudus kita harus mencari sang pemberi itu yang telah menjanjikan Roh Kudus bagi setiap orang yang mengasihi Dia yaitu Tuhan Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat.
2.      Karena, orang dunia tidak mengenal Dia
Tidak mengenal artinya tidak mengetahui siapa Roh Kudus itu. Dalam bahasa aslinya diartikan dengan tidak mengerti, tidak mempelajari bahkan tidak mengakui Roh Kudus. Jadi, bagaimana orang dunia dapat menerima Roh Kudus jika mereka tidak mengetahu siapa Roh kudus itu bahkan mereka tidak mengakui adanya Roh kudus. Itulah pentingnya kita sebagai orang percaya yang telah mengenal Roh Kudus agar kita bersaksi kepada setiap orang yang belum percaya agar mereka mengenal serta mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka agar mereka pun menerima Roh Kudus dalam kehidupan mereka.
3.      Karena, Orang Percaya mengenal Dia.
Orang percaya menerima Roh Kudus karena setiap orang percaya mengenal serta mengakui Roh Kudus dalam kehidupan mereka dan oleh karenanya Roh Kudus itu selalu menyertai artinya tinggal bersama-sama dengan setiap orang percaya dan akan diam di dalam diri orang percaya.
Setiap orang yang mengasihi Tuhan pasti akan menuruti segala perintahNya dan tentunya akan menerima Roh Kudus yang akan selalu menyertai kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun mereka.
Kesimpulan:
            Tiga alasan inilah yang membedakan orang percaya dengan orang dunia ini, Orang dunia ini tidak menerima Roh Kudus karena mereka tidak melihat Dia, Tidak mengenal Dia sedangkan orang Percaya mengenal Dia dan karena itu Roh Kudus selalu bersama-sama dengan orang percaya.
Tambahan :
-          Jelaskan apa itu menyertai?
-          Bagaimana Orang percaya itu dapat diserta oleh Roh Kudus?

AKU MENCINTAI SAHABATKU (I LOVE MY FRIENDS)
1 SAM 20:1-17
Pemuda : Sabtu, 12 Maret 2016
            Untuk dapat mencintai atau mengasihi seseorang tidaklah mudah. Demikian pula untuk dapat mengasihi seorang sahabat. Ada banyak tipe sahabat yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada nats ini kita akan belajar dari kisah Daud dan Yonatan mengenai persahabatan yang dikendaki Tuhan.
APA SIH, persahabatan sejati itu??
“PERSAHABATAN ANTARA DAUD DAN YONATAN”
      1 Samuel 18:1 = Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
Ø  Berpadulah > yang artinya erat, kuat,mengikat bersama-sama.
Ø  Mengasihi> ahav biasanya dipakai untuk menggambarkan kasih serta kemurahan Allah dalam hubungan perjanjian dengan umat-Nya.  Selain itu, kata ini juga dipakai untuk menunjukkan kasih yang mendalam dari orangtua kepada anaknya, misalnya kasih Abraham kepada Ishak dan kasih Yakub kepada Yusuf (Kej. 22:2, 37:3).  Dengan demikian, kasih Yonatan kepada Daud adalah kasih persaudaraan.  Kasih ini timbul karena adanya kualitas iman dalam diri Daud yang dilihat oleh Yonatan.  Baik Daud maupun Yonatan, mereka adalah adalah orang-orang yang mengasihi Allah.  Kasih Allah dalam diri mereka inilah yang menyatukan hati mereka.
Ø  Persahabatan sejati ialah:
-          Persahabatan yang terjalin dengan erat dan kuat, tak terpisahkan serta kasih yang terjalin didalamnya setara atau melebihi kasih terhadap diri sendiri.
Jika ada persahabatan sejati berarti ada juga persahabatan yang tidak sejati
-          Amsal : "Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya" (19:4). Namun demikian, sahabat sejati "menaruh kasih setiap waktu" (17:17) dan "lebih karib daripada seorang saudara" (18:24).
Maka ketika kita telah mencintai/ mengasihi sahabat kita berarti kita telah menemukan persahabatan yang dikehendaki oleh Allah yaitu Persahabatan Sejati.
Bagaimanakah ciri-ciri bahwa kita telah mencintai/mengasihi sahabat kita??
1. “Adanya Ketulusan”
      Ay 2b="Jauhlah yang demikian itu! engkau tidak akan mati dibunuh”
Yonatan menunjukan ketulusanya kepada Daud dengan meyakinkan Daud bahwa ia akan baik-baik saja.
      Ay 3b= "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka (=sayang,akrab) kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati (=bersedih, menyakiti hati).
Daud mengakui ketulusan Yonatan terhadapnya. Ketulusan berarti menunjukan kesungguhan dan kebersihan hati, kejujuran/ tidak berpura-pura
KETULUSAN YONATAN:
      Yonatan tidak melihat latar belakang Daud.
Yonatan (anak raja) ó Daud (gembala)
Yonatan menerima dan mengasihi Daud apa adanya bukan karena ada apanya.
      Yonatan menunjukan kerendahan hatinya
 1 Sam 18:4=Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya,…..
#Menanggalkan jubah = menanggalkan kehormatan dan kedudukan.
Yonatan rela menanggalkan kehormatan dan kedudukannya demi Daud
      Yonatan rela berkorban bagi Daud (1 Sam 20:30-34)
Yonatan membela Daud dihadapan Saul ayahnya hingga Saul marah dan melemparkan tombak kearahnya hendak membunuhnya.
2. Meringankan Penderitaan
a. Yonatan mau melakukan apa yang Daud minta padanya.
      Ay 4="Apapun kehendak hatimu, aku akan melakukannya bagimu.“ (BIS=Apa saja yang kauminta akan kulakukan).
      Kata friend [sahabat] dalam bahasa Inggris berasal dari akar kata yang sama dengan freedom [kebebasan]. Sahabat sejati memberi kebebasan kepada kita untuk menjadi diri sendiri. Kita bebas mengungkapkan kebimbangan, gangguan dan ancaman dalam kehidupan kita. Sahabat yang sejati juga mampu menegaskan tentang betapa berartinya kita bagi dirinya.
b. Yonatan menunjukan kesetiaannya kepada Daud
      Ay 9=BIS=”Jawab Yonatan, "Jangan khawatir! Jika aku tahu dengan pasti bahwa ayahku telah bertekad untuk mencelakakanmu, tentulah akan kuberitahukan kepadamu.”
      Ilustrasi: John berkata: “Saya tahu kau pasti akan kembali mencariku, aku mengasihimu sahabatku”  Dia mengatakannya sambil tersenyum puas.  Oleh karena kasihnya kepada John, Andy rela mempertaruhkan nyawanya untuk mencari sahabatnya ini.  Memang usaha Andy ini tampaknya sia-sia karena Andy tertembak dan John meninggal.  Namun, sebenarnya hal ini tidak sia-sia karena sampai akhir hidupnya, John melihat bahwa Andy, sahabatnya ini tetap mengasihi dia.
3. Memegang Komitmen (ay 12-17)
      Bukti Komitmen Yonatan      : ay 35-42
      Bukti Komitmen Daud           : 2 Sam 9:7
Komitmen artinya keterikatan untuk melakukan sesuatu. Banyak orang saat ini tidak mau terikat oleh komitmen. Karena, mereka merasa dengan memegang komitmen maka ia tidak bebas melakukan segala sesuatu yang diinginkannya.
Seperti Daud dan Yonatan. Bisa saja Yonatan membiarkan ayahnya membunuh Daud karena, Daud merupakan salah satu penghalang Yonatan untuk menjadi pemimpin bangsa Israel ataupun Daud sebenarnya bisa saja membiarkan Mefiboset menderita dan mati. Namun, hal ini tidak mereka lakukan karena selain mereka saling mengasihi merekapun setia memegang komitmen yang telah mereka akui dihadapan Tuhan.
Kesimpulan:
      3 hal inilah yang merupakan ciri-ciri bahwa kita mengasihi/mencintai sahabat kita dan menandakan bahwa kita telah memiliki Persahabatan sejati, Yaitu:
  1. Adanya ketulusan
  2. Meringankan penderitaan
  3. Memegang komitmen
      Dalam persahabatan pasti ada kekecewaan, kemarahan atau pun perselisihan. Namun, semuanya itu dapat terselesaikan ketika kita mengasihi/mencintai sahabat kita.
      Yang utama dari semuanya ialah Tuhan menghendaki kita memiliki persahabatan yang kekal bersama-Nya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14)

F.T      : PW HERMON                                                                    TGL   : 23 Maret 2016
TUHAN MELIHAT HATI
(1 SAMUEL 16:7)
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
PENDAHULUAN:
            1 Samuel 16 mengisahkan tentang pemilihan Daud. Daud merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara. Syarat  untuk menjadi seorang raja pada masa itu, salah satuya ialah harus memiliki paras atau perawakan yang baik (tinggi) dan Karena itu Saul pun terpilih menjadi seorang raja (1 Sam 9:2 “Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya;…”).
            Hal ini pun yang dilakukan oleh Samuel ketika ia akan mencari pengganti Saul. Samuel melihat berdasarkan perawakan. Namun, hal ini merupakan kesalahan di mata Tuhan. Oleh Karena itu, ketika Samuel melihat Eliab (ay 6) ia mengira bahwa Eliablah uang dipilih Allah. Tetapi di ay 7 Allah berfirman kepada Samuel bahwa bukanlah Elab yang dipilih Allah, dikatakan bahwa “Aku telah menolaknya (TB)”/ “Bukan dia yang Ku kehendaki (BIS).”
            Lalu pertanyaannya seseorang seperti apakah yang sebenarnya dikehendaki Allah? Dalam terjemahan BIS dikatakan bahwa “Aku tidak menilai seperti manusia menilai, manusia melihat rupa tetapi Aku melihat hati”.
1.      Apa yang dimaksudkan dengan “melihat hati”?
Kata hati sering kali digunakan baik dalam PL maupun PB. Namun, jarang dalam arti secara fisik melainkan lebih mengarah dalam arti secara metafora yaitu makna bukan berdasarkan makna/ arti sesungguhnya melainkan sebagai kiasan yang berdasarkan persamaan dan perbandingan.
Kata melihat menggunakan kata Ra’ah (ti see, look at, inspect, perceive, consider) artinya lihat melihat, memeriksa, mempertimbangkan. Sedangkan kata hati menggunakan kata Lebab (inner man, mind, will, heart,soul, understanding) artinya batin manusia, pikiran, hati jiwa, pengertian.  Maka yang dimaksudkan Allah bahwa Ia melihat hati ialah bahwa Allah menilai seseorang tidak sekedar melihat saja tetapi lebih dari pada itu Allah memeriksa serta mempertimbangkan bagaimana batin seseorang, bagaimana pikirannya, jiwanya serta pengertiannya. Tidak seperti manusia yang hanya melihat berdasarkan fisiknya saja.
Tuhan melihat hati artinya Tuhan tidak melihat seseorang berdasarkan fisiknay yang elok, menarik atau rupawan tetapi lebih dari itu Tuhan melihat seseorang berdarkan hatinya atau batinnya yang berkenan kepada Tuhan. Oleh Karena itu keelokan paras seseorang tidak menjamin seseorang memiliki hati yang berkenan serta menyenangkan Tuhan.
2.      Beberapa gambara Alkitab mengenai “hati”?
a.       Hati dipandang sebagai pusat kehidupan, pusat perasaan, pusat pikiran mencerminkan seseorang. (Amsal 27:19)
b.      Firman Tuhan dekat pada hati (Ul 30:14)
c.       Dengan hati orang percaya dan dibenarkan (Roma 10:10)
Jika hati dipandang sebagai pusat kehidupan, dengan hati yang dekat dengan Firman Tuhan seseorang digerakkan untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, dan dengan hati yang terbuka kepada Tuhan seseorang dapat percaya serta dibenarkan. Maka hati seperti apa yang harus dimiliki sehingga dilihat Allah?
3.      Hati seperti apa yang dilihat Allah?
a.       Hati yang kuat (Yos 10:25), Ilustrasi : Kisah Tuhan menolong Yosua dan bangsa Israel.
b.      Hati yang condong kepada Tuhan (Yosua 24:23), tidak berpaling kepada Allah lain.
c.       Hati yang murni dan bijaksana (Maz 24:4-5, Mat 5:8, Maz 90:12).

4.      Apa tujuan Allah melihat hati?
Tujuan Allah melihat hatu ialah agar semua rencanaNya tergenapi. Karena, tidak mungkin rencana Allah dapat tergenapu jika semua umatnya mengeraskan hati mereka untuk dibentuk Allah. Tetapi ketika setiap orang percaya memiliki hati yang lembut, taat kepada Tuhan maka apapun karya Tuhan, rencana Tuhan dalam kehidupan setiap umatNya pasti akan tergenapi.
KESIMPULAN:
            Demikianlah kita sebagai orang eprcaya kita harus memiliki hati yang mau taat kepada Allah dan kita pun dalam menilia orang lain atau sesame jangan berdasarkan parasnya atau perawakannya tetapi matilah kita melihat hati sebab dengan cara demikian pulah Allah menilai kita. AMIN.

F.T      : SERMON SM                                                                    
TGL   : 5 April 2016
MENYANGKAL DIRI DEMI INJIL
1 Kor 9:19-23
            Surat 1 Korintus merupakan surat yang dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Surat ini dituliskan oleh Paulus setelah ia mendengar kabar buruk mengenai jemaat di Korintus. Jemaat Korintus pada saat itu mengalami masalah secara moral dan etis. (keikutsertaan jemaat Korintus dalam upacara-upacara keagamaan kafir dan pelacuran).
            Surat ini juga merupakan surat pengembalaan untuk menegur jemaat yang sebenarnya memiliki berbagai macam karunia. Namun, hai itu justru membuat mereka menyombongkan diri satu sama lain.
            1 Korintus 9 ini berisikan pengajaran Rasul Paulus mengenai hak dan kewajiban seorang rasul (pelayan Tuhan). Dimana pada saat iru banyak orang yang mengeritik (=anakrino: kritik, menilai, menguji,menghakimi, meragukan) Paulus ay 3.
Dalam melayani kritikan bukanlah hal yang baru, maka ada 3 hal yang Rasul Paulus jelaskan kepada setiap pelayan-pelayan Tuhan:
1.      Tentang sikap yang Paulus dalam melayani (ay 19)
Sikap yang diterapkan Rasul Paulus dalam melayani ialah “penyangkalan diri” demi kepentingan orang lain Paulus mau menyangkal dirinya. Ay 19 “sungguhpun aku bebas terhadap semua orang” artinya merdeka atau tidak terikat. Tetapi Paulus mau menyangkali kebebasannya itu untuk menjadi hamba bagi semua orang (hamba=budak). Alkitab terjemahan BIS dan FAYH lebih menekankan hal ini.
Ø  1 Kor 9:19 BIS: “Saya ini bukan hamba siapa pun; saya bebas. Meskipun begitu, saya sudah menjadikan diri saya ini hamba kepada semua orang. Saya lakukan itu supaya saya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang untuk Kristus.”
Ø  1 Kor 9:19 FAYH : “Kebaikan keadaan seperti ini jelas, yaitu bahwa saya tidak dibayar untuk mematuhi seorang pun karena ia menggaji saya. Dengan bebas dan dengan gembira saya menjadi pelayan semua orang, supaya saya dapat membimbing mereka kepada Kristus.”
Paulus melakukan pelayanan sepenuh hatinya, ia menyangkal dirinya, egonya bahkan harga dirinya bagi Kristus. Ia melakukan itu semua agar memenangkan banyak jiwa dan membimbing mereka kepada Kristus.
Paulus menyadari bahwa semua orang membutuhkan Kristus sebagai jurus’lamat mereka dan ia menyadari betapa pentingnya Injil bagi semua orang tanpa terkecuali bagi anak-anak.
Ini merupakan pelajaran penting bagi setiap pelayan Tuhan yang mengambil bagian dalam pelayanan. Bahwa Rasul Pulus mau menyangkal dirinya bahkan menjadikan dirinya hamba bagi orang lain agar Injil tersampaikan.
Demikian juga Injil itu penting bagi anak-anak yang dilayani. Kita yang adalah orang dewasa harus mau menyangkan diri kita untuk menjadi pelayan (hamba) bagi anak-anak yang Tuhan percayakan untuk dilayanai.
Semua GSM (Kita) sama halnya seperti Paulus adalah orang yang bebas, merdeka, tidak terikat, kita dapat memilih atau bebas memilih untuk melayani atau tidak. Tetapi kita harus mau meneladanai Paulus yang mau menyangkal dirinya tidak menggunakan kebebasannya. Agar kita dapat memenangkan anak-anak yang kita layani bagi Kristus. Meskipun kita yang tadinya bebas harus terikat untuk melayani Tuhan.
2.      Bagaimana tindakan Paulus dalam melayani? Ay 20-23
a.       Paulus bergaul dengan siapa saja
b.      Paulus ikut memposisikan dirinya dengan orang yang dilayaninya.
Ay 22 dalam terjemahan lain dikatakan bahwa ketika Paulus bersama orang yang mudah risau (lemah) ia tidak berlaku lebih tahu dan menyatakan bahwa mereka berlaku bodoh. Hal itu dilakukannya agar mereka mau membiarkan Paulus menolong mereka.
Demikian kita dapat menjadi seperti Paulus dalam pelayanan kita. Karena ada banyak karakter anak-anak yang ditemui dalam pelayanan sebagai GSM (Guru Sekolah Minggu). Maka kita harus mampu bergaul dengan mereka serta dapat memposisikan diri kita pada posisi mereka seperti kata Paulus dalam ayat 22b.
Ø  Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.(TB)
Ø  Pendeknya, saya menjadi segala-galanya untuk semua orang supaya dengan jalan yang bagaimanapun juga saya bisa menyelamatkan sebagian dari mereka.(BIS)
Maka dalam keadaan apapun seseorang/ bagaimanapun sifat dan keadaan seseorang Paulus berusaha mencari persesuaian paham dengan mereka supaya mereka mau membiarkan Paulus bercerita tentang Kristus dan membiarkan Kristus menyelamatkan mereka.
3.      Mengapa Paulus mau melakukan pelayanan? Apa tujuannya?
Sudah jelas alasan mengapa Paulus melakukan semua pelayanan ini. Karena Injil (Kabar baik). Maka motivasi Paulus hanyalah untuk kemuliaan Kristus dan banyak jiwa dimenangkan serta agar ia mendapat bagian didalammnya (turut diberkati).
KESIMPULAN:
            Dalam melayani Paulus mau menyangkal dirinya membuang kebebasannya dan mau menjadi hamba bagi semua orang bahkan mau memposisikan dirinya dalam keadaan orang lain. Hal ini dilakukannya agar injil tersampaikan dan banyak orang dimennagkan serta dibimbing kepada Kristus. Demikianlah kita dalam pelayanan ini dapat meneladani Paulus. AMIN.

F.T      : SERMON SM                                                                     TGL   : 17 Mei 2016
Panas hati ketika tidak sesuai dengan harapan
(2 Rj 5:12)
Ketika sesuatu hal yang kita kerjakan atau yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan kita atau tidak sesuai dengan keinginan kita perasaan yang sering kali menghinggapi kita ialah panas hati. Begitu juga ketika jawaban doa  yang mungkin telah bertahun-tahun kita doakan tidak sesuai dengan kehendak kita. Kita cenderung panas hati untuk menerima jawaban Tuhan.
            Panas hari dalam terjemahan lain menggunakan kata rage yang dapat diartikan kegusaran, mengamuk atau marah-marah. Terkadang hal inilah yang kita alami jika jawaban doa  kita tidak sesuai dengan harapan kita. Kita sering gusar atau marah-marah kepada Tuhan, kalau kita melihat pada seorang anak kecil yang keinginanya tidak terpenuhi ia akan mengangis dan “merajuk” atau mengamuk kepada orang tuanya. Seperti itulah gambaran sikap kita ketika kita tidak menerima jawaban doa seperti yang kita harapkan.
            Tetapi dari nats ini kita belajar bahwa bukan masalah waktu, tempat atau bagaimana cara Tuhan menjawab doa kita. Karena, terkadang kita ingin mengatur Tuhan. Sehingga dalam doa-doa kita yang kita naikkan kepada Tuhan seolah-olah seperti sedang  membuat daftar belanja beserta rincian harganya. Terkadang kita berdoa tanpa menyerahkan kepada kehendak Tuhan bagaiman ia menjawab doa kita. Karena, yang kita lakukan ialah kita berdoa dan meminta Tuhan menjawab doa sesuai dengan keinginan kita.
            Saat ini kita belajar dari Naaman yang merasa kecewa dengan jawaban yang ia terima ketika ia mencari kesembuhan. Tapi satu hal yang dilakukan Naaman meskipun ia marah-marah atau mengamuk pada saat itu, ia mau menuruti apa yang menjadi jawaban atau perintah baginya untuk mendapatkan kesembuhan meskipun dengan berat hati.
            Dan suatu mujizat terjadi kepadanya ia memperoleh kesembuhan. Bagaimana dengan kita apakah kita tetap mengeraskan hati dan tidak mau menerima jawaban doa yang telah Tuhan berikan, karena hal itu tidak sesuai dengan harapan kita? Dari renungan ini marilah kita belajar untuk dapat menaati kehendak Tuhan sesulit apapun itu atau sangat tidak menyenangkan bagi kita. Satu hal yang harus selalu kita ingat yaitu bahwa Tuhan mau agar kita menaatinya dan menerima apa yang telah Tuhan lakukan. Karena, itulah kunci agar kita dapat melihat kuasa Tuhan nyata dalam kehidupan kita.

SYARAT MENGIKUTI TUHAN
MATIUS 10:34-11:1
Pembekalan Sermon Majelis (Bahan PDS): Senin, 19 Mei 2016
            Matius 10:34-11:1 merupakan salah satu rangkaian perkataan atau pesan yang disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Pesan ini dilatarbelakangi oleh rasa belas kasihan Tuhan Yesus kepada orang banyak (Mat 9:35-38) dan oleh karena itu ia memanggil murid-muridNya untuk diberi tugas melayani orang banyak tersebut (Mat 10:1-8a). Matius 10:34-11:1 ini berisikan tentang pesan atau ajaran mengenai syarat mengikut Tuhan, yang harus diajarkan oleh para murid dan yang mereka pun harus penuhi. Pesan ini pun berlaku hingga saat ini. Mengikut Tuhan merupakan keputusan pribadi seseorang yang harus diambil bukan karena paksaan melainkan keputusan yang sungguh-sungguh diambil dari dasar hati yang paling dalam. Pertanyaannya bagi kita Bagaimanakah syarat untuk mengikut Tuhan?
1.      Harus siap terpisah dari orang yang menolak Yesus termaksuk keluarga (ay 34-36).
ü  Ay 34b dikatakan bahwa “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”. Kutipan ayat ini cukup kontroversial, karena ayat ini sering digunakan oleh orang-orang yang menolak Yesus untuk menyatakan kesalahan atau kritikan tentang Yesus dan ajarannya. Dimana  Tuhan Yesus yang dikatakan pembawa damai (Ef:2:4-18) dan Yesus Raja Damai (Yes 9:5), justru datang membawa pedang.
ü  Untuk dapat memahami perkataan Tuhan Yesus di ayat 34 ini kita harus memahami gaya bahasa yang digunakan oleh Tuhan Yesus. Dimana dalam perikop ini Tuhan Yesus menggunakan gaya bahasa hiperbola[1] untuk menekankan pesan secara mendalam. Dimana Pedang[2] digunakan sebagai simbol penghakiman Allah atas dunia yang akan memisahkan orang percaya dengan orang yang menolaknya.
ü  Ay 35 “Yesus datang untuk memisahkan[3] orang dari ayahnya…”, ayat ini bukan berarti Tuhan tega untuk memisahakan seseorang dengan keluarganya. Tetapi jika hal itu pun harus terjadi karena salah satu anggota keluarga kita menolak Tuhan maka kita pun harus siap menjadi lawan atau musuh bagi mereka demi untuk mengikut Tuhan.
ü  Ay 36”musuh[4] orang ialah orang-orang seisi rumahnya”, ayat ini tidak bermaksud untuk mengajarkan orang percaya untuk memusuhi keluarganya sendiri atau siapa pun. Dalam PL musuh ialah bangsa lain yang tidak mengenal Allah dan memerangi bangsa Israel, pembenci (Ul 30:7), yang membesarkan diri dengan penuh hinaan (Mzm 55:13), pengutuk (Bil 23:11,24:20), pengolok (Ul 32:27), ia senang ketika menang (Mik 7:8) dan penuh dengan omongan besar (Kel 15:9,Mzm 13:5). Sedangkan dalam PB memberi tekanan pada musuh-musuh rohani (musuh spiritual). Dalam PB musuh rohani yang utama adalah Iblis, yang berjalan keliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari orang yang dapat ditelannya (1 Ptr 5:8), dalam surat Efesus 6:10-17  berbicara tentang si jahat yang menjadi musuh kita, Why 12 dan 13 musuh ialah naga besar dan binatang yang keluar dari dalam laut. Ini semua berbicara tentang kekuatan serta kemampuan jahat iblis yang berusaha menentang rencana-rencana Allah. Paulus mengembangkan bahwa setiap manusia yang hidup di luar Kristus sesungguhnya adalah musuh Allah. Namun, yang menjadi tekanan disini adalah pada hati manusia yang menjadi musuh Allah dan diperbandingkan dengan kasih yang Allah ulurkan kepada musuhnya seperti dalam Roma 5:10 bahwa ketika kita masih menjadi seteru Allah, Ia telah mendamaikan kita dengan diriNya sendiri melalui kematian anakNya. Maka pada intinya musuh utama orang percaya ialah bukan manusianya tetapi kuasa-kuasa iblis yang berusaha menguasai hati setiap orang, membutakan hati setiap orang untuk mengenal Tuhan lebih lagi dan yang selalu membuat kita yang telah percaya kepada Kristus untuk hidup diluar Kristus.
ü  Berkaitan dengan ayat 36 ini maka musuh yang dimaksudkan bukanlah secara fisik tetapi harus dinilai secara rohani. Karena, jika dikaitkan pada konteks ayat sebelumnya (Mat 10:16-33), suatu saat nanti akan banyak orang yang bangkit untuk menganiaya orang percaya termaksuk keluarga kita agar kita pada akhirnya menyangkal Kristus. Seperti yang diumpamakan pada Mat10:16 kita adalah domba di tengah serigala maka kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dan dalam Rm 12:21 dikatakan bahwa kita harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Oleh karena itu konsep musuh tidak selalu harus dilawan dengan kejahatan tetapi Tuhan mengajarkan bahwa kita harus lawan dengan kebaikan. Dalam PL bentuk perlawanan tehadap musuh dengan perang sesungguhnya namun di zaman anugerah ini kita pun harus berperang melawan musuh utama kita yaitu iblis dengan perang secara rohani yaitu melalui doa-doa kita agar kuasa iblis yang berusaha membutakan hati setiap orang akan Yesus dapat digagalkan.
Matius 10:34-36, merupakan syarat pertama yang harus kita penuhi untuk mengikut Tuhan yakni harus siap terpisah dari orang yang menolak Yesus. Karena, antara orang percaya (pengikut Tuhan) dan orang yang menolak Yesus bukan damai yang terjadi melainkan pertentangan dan perlawanan (bdk. Yoh 7:40-43).
2.      Harus memenuhi patokan/standart kelayakan mengikuti Tuhan Yesus (ay 37-39).
Pada ayat 37-39 Kalimat “Ia tidak layak[5] bagiku” diulangi sebanyak 3 kali. Hal ini menunjukan bahwa kalimat ini merupakan kalimat yang penting karena ditekankan sebanyak 3 kali. Lalu yang menjadi patokan kelayakan untuk mengikuti Tuhan ialah mengutamakan Yesus diatas segalanya dapat dilihat dari ay 37-39.
ü  Ay 37: Mengasihi Tuhan Yesus lebih dari mengasihi keluarga.
ü  Ay 38: Memikul Salib melambangkan bahwa kita telah mati sama seperti yang Paulus katakan dalam Gal 2:19-20. Memikul salib artinya kita harus mengutamakan kehendak Tuhan (bdk Mrk 10:21)  diatas diri kita sendiri.
ü  Ay 39: Rela melepaskan/kehilangan apa yang ada pada kita termaksud nyawa kita (bdk Fil 1:20-21).
Maka yang menjadi syarat kedua mengikuti Tuhan ialah kita harus memenuhi patokan kelayakan mengikuti Allah yaitu mengutamakan Tuhan Yesus diatas segalanya dan orang yang telah memenuhi patokan ini dianggap sebagai perwakilan dari Tuhan Yesus sendiri (ay 40).
3.      Harus menyambut perwakilan Tuhan dengan keramahan dan memberikan pemberian yang tulus  (ay 40-42).
ü  Ay 40: Setiap orang yang telah mengutamakan Tuhan diatas segalanya (mengasihi Tuhan, memikul salib, rela melepas apa yang ada pada kita)  merupakan perwakilan Tuhan. Maka setiap orang yang menyambut mereka berarti menyambut Tuhan (bdk Yoh 13:20). Kata menyambut (dechomai) “receive” artinya menerima, mengambil, menampung. Dalam Luk 10:16 dikatakan “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku,……”. Maka setiap orang yang menyambut ataupun mendengarkan perwakilan Tuhan/utusan  Tuhan sama halnya dengan menyambut dan mendengar Tuhan Yesus.
ü  Ay 41: Setiap orang yang menyambut perwakilan Tuhan maka ia akan memperoleh upah dari Tuhan (bdk Ibr 6:10).
ü  Ay 42: Perwakilan Tuhan/pelayan Tuhan digambarkan sebagai orang yang kecil[6] (mudah ditindas, tidak memiliki kuasa apa pun selain hanya bergantung kepada Tuhan).
ü  Pada ay 42 ini ada frasa “Memberikan air sejuk” pada masa Tuhan Yesus “memberikan air sejuk” adalah pemberian terbaik yang biasa diberikan oleh seorang buru tani. Hal ini menggambarkan keramahan dan pemberian yang tulus dengan iman kepada perwakilan Tuhan. Dan ayat ini kembali menekankan bahwa setiap orang yang menyambut perwakilan Tuhan serta memberikan pemberian yang tulus upah mereka tidak akan hilang.
Maka syarat ke 3 untuk mengikut Tuhan ialah harus menyambut/menerima  perwakilan/utusan Tuhan  dan bersikap ramah serta memberikan pemberian yang tulus.
KESIMPULAN:
            Mengikut Tuhan bukanlah pilihan melainkan keharusan yang harus kita putuskan sendiri bukan keputusan kelompok atau ikut-ikutan bahkan paksaan. Oleh karena itu kita harus siap tersakiti karena keputusan kita untuk mengikuti Tuhan, kita harus memiliki totalitas hidup kepada Tuhan dalam mengikutinya, dan yakinlah bawa Tuhan telah menyediakan penghiburan bagi kita dalam menghadapu tantnagan yang ada dalam mengikutinya.

Siapa aku??
Zakharia 2:8
Remaja : Minggu,12 Juni 2016
            Nats Firman Tuhan ini mengisahkan tentang seorang nabi yang dipakai Tuhan yaitu Zakaria (1:1). Dimana ia dipakai Tuhan untuk menyerukan/mengabarkan pertobatan kepada bangsa Israel. Karena kesalahan bangsa Israel mereka mengalami masa kesukaran dan harus mengalami hidup dalam pembuangan di Babel (2:7). Dari kisah mengenai bangsa Israel ini ada beberapa hal yang menunjukan tentang Siapakah kita dimata Tuhan?.
1.      Kita adalah biji mata Tuhan (9)
Zakharia 2:6-12 mengisahkan tentang orang-orang Israel yang telah dibuang ke Babel dan dipanggil kembali melalui perantaraan Nabi Zakharia yang Tuhan pakai untuk mengabarkan hal tersebut.
TB       : Sebab siapa yang menjamah kamu berarti menjamah biji mataNya (9)
FAYH : Sebab siapa yang mencelakakan kamu sama saja menusuk jarinya kemata Tuhan
BIS      : Siapa yang menyerang kamu, menyerang buah hatiKu.
Berdasarkan ayat ini menunjukan betapa berharganya umat Tuhan atau kita saat ini dihadapan Tuhan (Biji matanya/buah hati Tuhan). Maka adik-adik yang dikasihi Tuhan jika sebegitu penting dan berharganya kita dihadapan Tuhan maka kita jangan pernah mengecewakanNya dengan sikap dan tingkah laku kita yang salah.
2.      Apa tindakan Tuhan terhadap orang-orang yang menyakiti kita? 9
TB       : Tuhan sendiri yang menggerakan tanganNya
BIS      : Tuhan akan melawan kamu
FAYH : Aku akan melawan mereka dengan tinjuKu
            Ayat ini menunjukan bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam melihat orang lain menyakiti anak-anakNya. Siapapun mereka. Lalu pertanyaannya apakah kita sudah menjadi anak Tuhan?, jika kita sudah menjadi anak-anak Tuhan. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan turun tangan menghadapi orang-orang yang menjamah, mencelakakan bahkan menyerang kita.
            Hal ini berarti kita sebagai anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir serta membalas orang-orang yang telah menyakiti kita, yang harus kita lakukan ialah membawa mereka kepada Tuhan. Karena, Tuhan yang lebih tahu apa yang harus dilakukan terhadap orang-orang yang telah menyakiti biji mataNya/buah hatiNya. Jadi, tidak ada hak kita untuk mengambil bagian Tuhan yang harus kita lakukan hanyalah mendoakan mereka.
3.      Apa tindakan yang harus kita lakukan? (10)
TB       : Bersorak-sorailah dan bersukacitalah
BIS      : Bernyanyi dan bergembiralah
FAYH : Bernyanyi dan bersukacitalah
Karena, Allah berada ditengah-tengah kita.

Akulah yang memilih kamu
Yohanes 15:16
Sermon Majelis: Senin, 27 Juni 2016
            Ayat ini berisikan tentang perintah untuk saling mengasihi. Pada perikop ini Kristus berbicara mengenai kasih melalui 4 sisi yakni:
1.      Kasih Allah kepadaNya (9-10)
2.      Kasih Kristus kepada murid-muridNya (13-16)
3.      Kasih murid-muridNya kepada Kristus (10-11)
4.      Kasih para murid satu sama lain (12-17)
Sesuai dengan tema “Akulah yang memilih kamu” hal ini berbicara mengenai kasih Kristus kepada murid-muridNya. Ay 16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.”
Melalui ayat ini jelas bahwa hanya Tuhanlah yang memilih seseorang agar seseorang/kita menjadi orang percaya, menjadi pelayan Tuhan atau menjadi hamba Tuhan, bukan Karena keinginan kita. Ay 16b “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”
Dalam bahasa asli kata memilih “eklegomai” artinya memilih. Dalam bahasa aslinya kata memilih ini menggunakan kata kerja dalam bentuk Aorist orang kedua tunggal. Dalam tata bahasa Yunani kata yang menggunakan bentuk Aorist berarti kata yang terjadi sekali untuk selama-lamanya/sudah selesai.
Hal ini berarti ketika Tuhan telah memilih kita untuk percaya kepadaNya atau menjadi pelayan/hambaNya maka hal ini berarti bahwa pemilihan tersebut telah terjadi sekali untuk selama-lamanya. Orang pilihan Tuhan bukan berarti tidak dapat jatuh bangun tetapi meskipun orang pilihan Tuhan selalu jatuh  maka Tuhan pasti akan selalu menolong.
Yesaya 44:1-2 ketika Allah memilih Yakub “Tetapi sekarang, dengarlah hai Yakub, hambaku dan hai Israel yang telah Ku pilih! Beginilah Firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hambaku Yakub dan Yesyurun, yang telah Ku pilih!.”
Galatia 1:15 ketika Paulus menjad Rasul: “Tetapi waktu ia, yang telah memilih aku, sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karuniaNya berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberikan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.”
Roma 9:11 ayat ini menegaskan bahwa Karena kemurahan hati Tuhanlah kita dipilihNya bukan Karena kehendak kita ataupun usaha kita. Maka sesuai dengan tema bahwa hanya Tuhanlah yang memilih kita menjadi percaya kepadanya bahkan kita yang saat ini boleh dilayakan Tuhan menjadi pelayanNya dan hambaNya. Kita yang tidak layak dibuatNya layak untuk melayaninya bukan Karena apa yang kita miliki namun hanya oleh kasihnya/kemurahan hatinya. (ilustrasi: dipilih Tuhan vs merasa dipilih Tuhan).
Diayat selanjutnya “16b…..”
TB       : Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.
BIS      : dan menyuruh kalian pergi untuk berbuah banyak  —  buah-buah yang tak dapat binasa. Maka Bapa akan memberikan kepadamu apa saja yang kalian minta kepada-Nya atas nama-Ku.
FAYH : Aku menugaskan kalian agar selalu menghasilkan buah yang baik, supaya apa pun yang kalian mohon dari Bapa atas nama-Ku, Ia akan memberikannya kepadamu.
Ayat ini menunjukan bahwa kita sebagai orang yang dipilih Tuhan telah ditetapkan, disuruh atau
 ditugaskan Tuhan untuk menghasilkan buah sehingga apapun yang kita minta kepada Bapa atas nama Yesus, ia akan memberikanNya.
Berbuah pada ayat ini berkaitan pada ayat sebelumnya yakni Yoh 15:2,4-5,8. Dan buah yang dimaksudkan pada ayat ini ialah :
1.      Secara pribadi : kebajikan-kebajikan Rohani, seperti buah-buah Roh dalam Galatia 5:22-23 (bdk. Ef 5:9, Kol 1:16, Ibr 12:11, Yak 3:18).
2.      Berusaha membawa orang kepada Kristus Yoh 4:36, 12:24.
KESIMPULAN:
            Melalui F.T ini memberikan 2 hal yang harus kita renungkan sebagai orang-orang yang telah dipilih Tuhan. Dimana Tuhan telah memilih kita dari dunia ini bukan Karena kehendak kita/ usaha kita tetapi hanya oleh kemurahan hatiNya. Maka kita pun harus menjalankan tugas kita sebagai orang yang telah dipilihnya yakni kita harus menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan kita secara pribadi dan kita pun harus membawa banyak orang kepada Kristus.
            Kita harus bersyukur kepada Tuhan Karena kita telah dipilihnya dan kita pun harus menjalankan tugas yang telah Tuhan tetapkan untuk menghasilkan buah dalam kehidupan kita dan pelayanan kita. AMIN.

Bersyukur dengan segenap hati (Maz 138)
Remaja, 10 Juli 2016
Berdasarkan tafsiran Wyclife: Mazmur ini diawali dengan nyanyian syukur, tetapi kemudian menjadi nyanyian kepercayaan.  Kendatipun pembicara berada dalam kesulitan, dia tidak memulai dengan ratapan, melainkan dengan penuh syukur mengakui berkat-berkat Allah.
Ay 1-3
-          Pemazmur (Daud) mendapatkan jawaban atas doa-doanya oleh karenanya ia datang mendekat kebait Allah bersujud dengan penuh hati sambal mengucap syukur atas petoongan Tuhan.

Ay 4-6
-          Pemazmur (Daud) berharap bahwa semua bangsa/raja-raja pun bersyukur kepada Tuhan atas pertolonganNya. Dimana Tuhan melihat setiap orang yang membutuhkan pertolonganNya. Dimana Tuhan melihat setiap orang yang membutuhkan pertolonganNya.
Ay 7-8
-          Daud hanya mau mengandalkan Tuhan dalam hidupNya. Karena, ia percaya bahwa Tuhanlah yang akan menolongNya dan memberikan jalan keluar dalam setiap persoalannya.
Kemurnian iman
1 Petrus 1:7
Sermon Majelis: Senin, 1 Agustus 2016
Pendahuluan:
            Surat 1 Petrus ini ditulis oleh Rasul Paulus dengan bantuan rekan sepelayanannya yaitu Silvanus (Silas) bdk. 1 Pet 5:12,Kis 15:22. Surat ini ditulis di Babilonia (Roma) sekitar penganiayaan oleh Kaisar Nero yang dimulai yaitu pada tahun 64 M. pada saat itu terjadi penderitaan hebat (sebelum 62-64 M).
            Surat ini dituliskan/dialamatkan kepada orang-orang pendatang yang tersebar di 5 provinsi Asia Kecil kekaisaran Romawi (1 Petrus 1:1). Beberapa diantara mereka kemungkinan merupakan orang-orang yang bertobat ketika Petrus berkhotbah dihari pentakosta dan mereka telah kembali kekota mereka masing-masing. (Kis 2:9-11)
            Orang percaya ini disebut perantau (1 Petrus 2:11) untuk mengingatkan mereka bahwa perziaraan mereka sebagai orang Kristen adalah di dalam dunia yang membenci Yesus Kristus dan mereka dapat mengalami penganiayaan darinya . sesuai dengan Filipi 3:20 dimana setiap orang percaya merupakan kewarganegaraan sorga demikian pula dengan kita saat ini.
            Surat 1 petrus ini secara keseluruhan bertemakan penderitaan di dalam kehidupan orang percaya. Sebagai ayat kunci 1 Petrus 4:1. “Jadi, Karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan ikiran demikian,- Karena barang siapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa.”
            Dan pada perikop ini yakni 1 Petrus 1:3-12 secara garis besar berisikan tentang penghiburan dan kepastian di dalam penderitaan. Jika kita membaca (1 Pet 1:6), Petrus menyampaikan bahwa kita sebagai orang percaya kita harus bergembira sekalipun sekarang ini kita sedang berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan (ujian).
*Berbahagialah : GNB=> Be glad (senang), ASV=> Greatly rejoice (bergembira), BIS=> Bersuka hati.
*Bahasa Yunani : agaleeaho=> Bersukacitalah, bergembiralah, menikmati, menunjukan benar melompat kegirangan.
*Berdukacita : ASV=> Grief (dukacita, kesedihan, mendapat kesulitan, mengalami kegagalan), GNB=> Be sad (menjadi sedih), KJV=> Heaviness (berat).
*Bahasa Yunani=>Distress (keadaan yang sukar/berbahaya, kesukaran,menyusahkan).
Ilustrasi: Menempa Emas
            Selanjutnya Petrus pada ayat 7 mengilustrasikan bahwa emas yang dapat rusak pun diuji dengan api. Terlebih lagi iman kita sebagai orang percaya yang lebih berharga dari pada emas harus diuji agar menjadi teguh/murni.
            Kemurnian iman yang dimaksudkan disibi bertujuan/membuktikan apakah kita telah sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan atau tidak. Dengan kata lain kesukaran membuktikan kekuatan kita kepada Tuhan.
            Karena, ketika kita telah tahan uji, telah terbukti murni dihadapan Tuhan. Maka pada ayt selanjutnya dikatakan bahwa kita akan memperoleh puji-pujianh dan kemuliaan dan kehormatan pada hari kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Hal ini menunjukan kepastian yang akan kita terima ketika kita telah melewati setiap penderitaan/ujian.
Ilustrasi : Kekejaman Nero (54-68 M)
            Kekuasaan Nero sering dihubungkan dengan Tirani (kekuasaan yang digunakan sewenang-wenag) dan kekejaman. Nero telah melakukan beberapa eksekusi terhadap ibu kandung dan saudaranya dan ia juga merupakan kaisar yang membakar Roma dan membunuh orang-orang Kristen mula-mula.
            Menurut catatan sejarawan (Roma Tacitus 56-120 M) untuk memenuhi tujuannya membangun kota Roma yang baru, maka Nero sengaja membakar kota Roma, masyarakat pada umumnya mengetahui bahwa Nerolah yang melakukannya. Namun, ia mengkaminghitamkan pengikut Nasrani sebagai penyebab kebakaran tersebut dan Nero menggunakan cara yang sangat jahat untuk menghukum mereka.
-          Dalam sebuah arena perlombaan pengikut nasrani ditutupi dengan kulit hewan lalu melepas segerombolan anjing pemburu untuk mengigit dan mencabik mereka hingga mati.
-          Bagi pengikut Nasrani yang masih tersisa Nero memerintahkan anak buahnya supaya mengikat mereka bersama jerami kering untuk dijadikan obor dan disusun didalam sebuah taman lalu dibakar pada tengah malam, menjadi hiburan bagi Nero yang lalim.
-          Pengikut Yeus Petrus dan Paulus meninggal dalam penindasan ini
-          Dalam sejarah kekaisaran Roma, Nero diakui sebagai seseorang yang paling kejam.
ð  Petrus : disalibkan dengan kepala di bawah, kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda ialah secara huruf X. Karena itulah permohonan yang diajukan sebelum ia disaib, dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Yesus. (Latarbelakang Petrus: penyangkalan 3x)
ð  Paulus : Rasul Paulus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh kaisar Nero di Roma pada tahun 67M. (lararbelakang Paulus: penganiaya jemaat)
KESIMPULAN:
            Saat ini mungkin kita masing-masing sedang mengalami pergumulan, kesedihan, kegagalan dan lain sebagainya yang merupakan bentuk penderitaan yang kita hadapi. Tetapi biarlah itu semua menjadi cara yang menguji kemurnian, kesungguhan, keteguhan, kekuatan iman kita untuk selalu bersandar dan berharap kepada Tuhan. Sesuai dengan tema kita bahwa Tuhan ingin kita memiliki kemurnian iman.

PW GABUNGAN: 3 AGUSTUS 2016
Resep hidup benar dihadapan tuhan
Mazmur92:1-16
  • Menjadi orang benar bukanlah perkara yang mudah. Ada banyak hal yang menjadi tantangan.
  • Namun, kehidupan orang benar membawa dampak atau pengaruh yang sangat besar baik dalam kehidupannya pribadi, orang sekitarnya dan secara khusus dalam kehidupan keluarganya.
  • Dan Allah menempatkan orang benar ditengah-tengah orang fasik agar mereka dapat menjadi saluran berkat Allah.
  • Sebagai contoh:
            Yusuf ditengah-tengah keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Pertanyaan : bagaimanakah agar kita hidup benar dihadapan tuhan?
  1. Menaikkan syukur kepada Tuhan (1-5)
  2. Menyadari rancana Tuhan (6-12)
  3. Bertunas seperti pohon Korma dan tumbuh subur seperti pohon Aras (13-16)
1.      Menaikan syukur kepada tuhan
-          Menaikan syukur adalah baik
baik טוב towb (good, pleasant, agreeable) artinya baik, menyenangkan, serasi.
artinya menaikan syukur adalah suatu hal yang menyenangkan bukan hal yang merugikan kita bahkan membuat kita sedih. Oleh karena itu, cara pertama agar kita hidup benar dihadapan Tuhan ialah dengan menaikan syukur.
Apa tujuan kita Menaikan syukur kepada Tuhan:
Untuk memberitakan kasih setia dan kesetiaan Tuhan (3)
Bagaimana kita menaikan syukur kepada Tuhan?
Bernyanyi sambil memanikan musik bagi Tuhan.
Mengapa kita harus menaikan syukur kepada Tuhan?
            Karena, Allah telah membuat kita bersukacita dan bersorak-sorai karena pekerjaan dan perbuatan tanganNya.
2.      Menyadari rancangan tuhan (6-12)
  • Mengapa kita harus menyadari rancangan Tuhan?
1. karena, orang bodoh tidak akan mengetahui
2. orang bebal tidak akan mengerti.
-          Orang fasik pasti mendapatkan ganjaran
-          Orang benar akan ditinggikan
           
3. Bertunas seperti pohon korma dan bertumbuh seperti pohon aras
Fakta mengenai pohon korma dan pohon aras
Pohon korma
-          Tumbuh di suhu yang sangat ekstrim
-          Ketika tumbuh akarnya yang akan tumbuh terlebih dahulu kedalam tanah sampai menemukan air
-          Seberapa dalam sumber air seperti itulah akan pohon kurma akan tumbuh
-          Setelah itu barulah bertunas
-          Meskipun biji kurma ditanam sedalam 2-3 meter kemudian ditimbun dengan bebatuan.
-          Maka setelah akarnya tumbuh ke dalam tanah dan menumbuhkan sumber air, biji kurma ini akan menumbuhkan tunas dan memecahkan bebatuan yang menimbun diatasnya hingga tunasnya tumbuh dan hidup
Pohon Aras
      Pohon Aras merupakan salah satu jenis pohon langka pada masa sekarang
-          secara fisik pohon aras adalah pohon yang kuat, megah dan berkualitas, cabang-cabangnya yang tumbuh secara horizontal dan membuat pohon ini kelihatan sangat lebar dan gagah
-          Jika tumbuh berhimpitan, pohon ini akan tumbuh secara lurus ke atas, tetapi jika ditanam dengan jarak yang cukup jauh, maka cabang-cabangnya akan tumbuh melebar ke samping
-          Jika kulit itu tergores, maka ia akan mengeluarkan getah yang menebarkan aroma yang begitu wangi, sehingga jika kita berjalan di hutan aras Libanon akan terasa sangat menyenangkan
Pelajaran dari pohon korma dan aras ini ialah:
  • Pemazmur menggambarkan kehidupan orang benar bertunas seperti pohon kurma. Melalui data yang ada kita telah mengetahui bagaimana perjuangan satu tunas kurma dapat hidup.
Pertama ia harus berakar untuk mencapai sumber air. Seberapa dalam pun itu ia tetap mencarinya tanpa henti hingga ia boleh menemukan sumber ait tersebut. Sehingga dimana ada pohon korma yang tumbuh hal ini menunjukan bahwadisitu ada sumber air.
Ø  Hal inilah yang ingin digambarkan oleh pemazmur bahwa kehidupan orang benar itu seperti tunas kurma, mengapa?
Ø  karena orang benar dapat hidup ketika ia telah berakar kepada sumber air kehidupan yaitu Tuhan. Meskipun banyak kesulitan dan tantangan yang harus ia hadapi orang benar harus tetap mencari sumber kehidupan itu.
Ø  Dan ketika orang benar dapat tumbuh hal ini  berarti ada sumber kehidupan yangdapat mengidupinya dan  tentunya juga dapat menjadi sumber kehidupan orang disekitarnya dan hal ini juga berarti bahwa orang benar haruslah menjadi berkat bagi orang disekitarnya.
Ø  Maka satu hal yang ingin pemazmur katakan  ialah bahwa pohon ini memiliki dasar yang kuat dan tetap dapat tumbuh meskipun banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi karena ia telah menemukan sumber air kehidupan dan ia dapat menerobos segala penghalang yang mengahalangi tunasnya bertumbuh. Begitu juga setiap orang benar harus mencari Tuhan yang adalah sumber air kehidupan dan berakar di dalamnya, sehingga apapun yang menjadi kesulitan dan tantangan ia dapat menerobosnya serta menjadi berkat bagi orang lain.
  • Pohon aras ini memiliki banyak keunggulan yakni:
-          ketika ia tumbuh berdekatan ia tidak saling mengganggu tanaman lainnya karena ia dapat tumbuh lurus keatas
-          ketika kayunya tergores justru ia mengeluarkan aroma yang sangat harum
-          tidak hanya itu pohon ini pun memiliki daya tahan yang kuat terhadap serangan hama dan serangga.
  • Maka pohon aras ini digunakan oleh pemazmur untuk menggambarkan kehidupan orang benar bahwa orang benar ini adalah orang yang kuat dan langkah serta dilindungi Tuhan.
  • Tidak hanya itu saja pemazmur juga ingin mengingatkan kembali kepada kita bahwa ketika batang pohon aras tergores justru ia mengeluarkan keharuman, maka begitulah seharusnya kehidupan orang benar ketika ia harus mengalami gesekan dan goresan justru ia harus mengeluarkan keharuman yang memberkati orang disekitarnya termaksud orang yang telah melukainya dan yang paling utama ialah bahwa pohon aras ini memiliki daya tahan terhadap serangan serangga.
  • Iblis merupakan hama dan serangga yang merusak kehidupan orang benar oleh karena itu kita harus menjadi seperti pohon aras yang kuat dan memiliki daya tahan terhadap godaan iblis.
KESIMPULAN:
Hidup Benar Dihadapan Tuhan Bukanlah Hal  Yang Mudah. Namun, Bukan Berarti Mustahil.

JADILAH PENDENGAR DAN PELAKU FIRMAN TUHAN
YAKOBUS 1:19-27
Pembekalan Sermon Majelis (BAHAN PA): Senin, 8 Agustus 2016
PENDAHULUAN:
Dalam Yakobus 1:19-27 ini merupakan nasehat atau peringatan yang disampaikan oleh Yakobus kepada semua jemaat Tuhan yang berada dalam perantauan agar mereka mampu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya menjadi pendengar saja. Dari Yakobus 1:19-27 setidaknya ada 4 hal yang disampaikan oleh Yakobus yang dapat didiskusikan berkaitan dengan tema yaitu “Jadilah pendengar dan pelaku Firman”:
1)      Apa yang dimaksud dengan mendengar?
Dalam nats ini Yakobus mengingatkan setiap orang percaya untuk cepat mendengar Firman Tuhan tetapi lambat untuk berkata-kata atau marah. Dalam terjemahan FAYH dikatakan bahwa setiap orang percaya lebih baik banyak mendengar, sedikit berbicara, dan tidak pemarah.
 Dalam KBBI kata mendengar artinya dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga dengan kata lain tidak tuli. Sedangkan kata mendengar yang dimaksudkan dalam nats ini tidak sebatas dapat menangkap suara dengan telinga saja lalu melupakan, tetapi mendengar (ακουω akouo artinya mendengar, mempelajari, menaati, mengerti/memahami) yang dimaksudkan dalam nats ini yaitu mempelajari, menaati, mengerti/memahami setiap kebenaran Firman Tuhan.
Demikian pula setiap orang percaya pada saat ini harus dapat mendengar serta memahami kebenaran Firman Tuhan. Untuk dapat memahami kebenaran Firman Tuhan maka setiap orang percaya harus fokus pada Firman yang yang diberitakan.
Ø  Contoh : Seorang ibu yang peka terhadap anaknya yang menangis, seorang murid yang fokus mendengarkan pelajaran akan lebih mudah menjawab pertanyaan dari pada yang tidak fokus.

2)      Mengapa orang percaya diperingatkan untuk cepat mendengar Firman Tuhan tetapi lambat untuk berkata-kata dan marah? Lalu apa yang harus kita lakukan?

Ø  Yakobus memperingatkan jemaat Tuhan yang tersebar akibat penganiayaan atau yang ada diperantauan pada saat itu. Agar mereka cepat untuk mendengarkan/memahami kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan kepada mereka, namun Yakobus juga memperingatkan mereka agar tidak cepat untuk memberikan pendapat (berkata-kata) serta marah  jika mereka belum begitu memahami kebenaran. Karena, pada saat itu Yakobus ingin memperbaiki berbagai pengertian yang salah mengenai sifat iman yang menyelamatkan.
Ø  Karena, (Yak 1:20[7]) amarah manusia tidak mengerjakan (εργαζομαι ergazomai artinya menyelesaikan, menyempurnakan) kebenaran, tidak menyenangkan hati Allah serta tidak menjadikan seseorang baik dihadapan Allah.

Ø  Apa yang harus kita lakukan:
1.      membuang (buanglah) segala sesuatu yang kotor dan kejahatan atau dalam FAYH dikatakan bahwa “hilangkanlah segala sesuatu yang tidak benar dalam kehidupan Saudara, baik lahir maupun batin”.
ü  Kata buanglah “αποτιθημι apotithemi” berarti harus menangalkan apa yang tidak benar dihadapan Tuhan.
ü  Kata kotor “ρυπαρια rhuparia”(dirtiness,filthiness) berkaitan dengan hal moral dapat diartikan kecemaran,kelicikan,kertidaksucian.
ü  Kata kejahatan “κακια kakia” (depravity,badness) berkaitan dengan tingakah laku yang buruk artinya kerusakan, kejahatan,keburukan, kenakalan, keusilan. Secara aktif : keganasan, pasif : berfikir jahat/berhati busuk, kedengkian, kebencian.
2.      Menerima Firman dengan lemah lembut (ay 21)
·         Perbandingan : Dalam 2 Timotius 3:16 menjelaskan manfaat dari Firman Tuhan yaitu untuk mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, serta untuk mendidik orang dalam kebenaran. Roma 10:17 “Iman bertumbuh oleh Firman Allah”
·         Menerima Firman dengan lemah lembut[8] artinya setiap orang percaya harus menerima Firman Tuhan yang memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan serta mendidik orang dalam kebenaran dengan kerendahan hati atau keringanan tanpa ada paksaan karena Iman bertumbuh karena Firman Allah oleh sebab itu harus ada ketekunan serta keterbukaan hati untuk menerimanya.
3.      Melakukan (Pelaku “ποιητης poietes” artinya pemain,pelaku) Firman Tuhan. Pelaku dalam KBBI artinya orang yang melakukan suatu perbuatan; pemeran; pemain, subjek.
4.      Meneliti hukum atau belajar, merenungkan Firman Tuhan dengan tekun. Bnd Ezra 7:10

3)      Mengapa kita harus melakukan Firman Tuhan dan tidak hanya mendengar saja? Beribadah merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap Firman Tuhan, Bagaimanakah Ibadah yang murni dihadapan Tuhan itu? Bagaimana dengan orang yang melakukan Firman Tuhan /taat?

Ø  Karena, orang yang hanya mendengar Firman Tuhan dan tidak melakukannya/tidak taat:
1.    Sama saja menipu diri sendiri (ay 22) :  Orang yang menipu dirinya sendiri berarti orang yang tidak memiliki keselarasan antara perkataan dan perbuatannya dengan kata lain mendengar Firman tetapi tidak melakukannya.
2.    Melupakan apa (Firman Tuhan) yang sudah didengarnya dengan kata lain Firman yang didengarnya  tidak ada gunannya (23-24).
ü  Yakobus menggambarkan seperti seseorang yang sedang bercermin, setelah ia pergi maka ia akan segera lupa bagaimana wajahnya/rupanya.
ü  Dalam eksposisi[9] surat Yakobus (Pdt. Budi Asali MDiv) “Ay 23-24 ini menggambarkan orang yang mendengar tanpa taat sebagai orang yang setelah melihat dirinya dalam cermin, tidak melakukan apa-apa untuk membetulkan apa yang salah di wajahnya. Lalu apa gunanya ia melihat pada cermin? Kata ‘seorang’ dalam ay 23 sebetulnya adalah ‘a man’ (= seorang laki-laki). Mungkin sekali sengaja diambil orang laki-laki dan bukannya orang perempuan, karena orang perem­puan pasti tidak akan bercermin dengan cara seperti itu”.

Ø  Beribadah kepada Tuhan merupakan salah satu bentuk ketaatan setiap orang percaya untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan. Bagaimanakah ibadah yang murni dihadapan Tuhan? (ay. 26-27)
Ø  Ibadah yang murni (καθαρος katharos : besih, murni, sejati, tulus) dihadapan Tuhan ialah:
1.      Mengekang (χαλιναγωγεω chalinagogeo: mengendalikan) lidah. Ada sebuah pribahasa mengatakan bahwa Mulutmu adalah Harimaumu artinya bahwa ucapan seseorang yang tidak dipikirkan terlebih dahulu dapat menjadikan hal yang berbahaya bagi orang lain serta merugikan diri sendiri bnd Mat.15:18 (apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menjiskan orang) oleh karena itu ibadah yang murni/sejati ialah dengan dapat mengendalikan perkataan atau menjaga perkataan agar tidak melukai sesama.
2.      Mengunjungi (επισκεπτομαι episkeptomai: menolong, memperdulikan) yatim piatu artinya tidak sebatas melawat/mengunjungi tetapi juga harus memperdulikan dengan memberikan pertolongan.
ü  Menjaga diri sendiri agar tidak dicemarkan oleh dunia dengan kata lain tetap setia kepada Tuhan.

Ø  Orang yang melakukan Firman Tuhan/taat akan “berbahagia oleh perbuatannya”.
ü  Ay 25 orang yang meneliti, bertekun, sunguh-sungguh melakukan Firman Tuhan ia pasti akan Berbahagia “μακαριος makarios” yang artinya diberkati, beruntung.
KESIMPULAN:
            Firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk menjadi pelaku Firman Tuhan karena, setiap orang yang melakukan Firman Tuhan akan bahagia, dalam Lukas 11:27-28 (……" Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya"), Yosua 1:8 (…..sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."). sedangkan orang yang tidak melakukan Firman Tuhan akan disebut seorang penipu sekaligus sebagai korban penipuan (Yak 1:22), tidak memperdulikan diri sendiri serta pikun rohani (Yak 1:24). Sebagai ayat penutup Amsal 13:13 “Siapa yang meremehkan Firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” AMIN

PW GABUNGAN
Rabu, 2 November 2016
Teks Firman Tuhan:
Yakobus 3:1-12
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang digunakan untuk berbicara, makan dan mencicipi rasa
“Lidah tidak dapat dipisahkan dengan perkataan, menjaga lidah berarti menjaga perkataan”
Menjaga lidah
(perkataan)
Ada 3 hal yang tidak pernah akan kembali:
-          Anak panah yang diluncurkan
-          Ucapan yang telah dilontarkan
-          Sahabat yang telah  meninggalkanmu
Wanita lebih cerewet dari pada pria
Ø  Seringkali dikaitakan dengan kodrat/sifat alami manusia
Ø   berdasarkan penelitian:
            - pria dalam sehari mengucapkan ± 7.000 kata
            - wanita dalam sehari mengucapkan ± 20.000 kata.
Karena, kadar protein foxp2 didalam otak. Protein ini merupakan protein bahasa itulah sebabnya mengapa wanita lebih banyak bicara.
Pada manusia protein ini banyak pada wanita sedangkan pada tikus banyak pada jantannya.
Allah menciptakan lidah untuk:
-          Dapat memuji dia
27  Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata: "Tuhan itu besar, dia menginginkan keselamatan hamba-nya!"28  dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari. (mazmur 35:27-28)
      Dapat berkata-kata dengan-nya dan sesama
 (yes 50:4)
Tuhan Allah telah mengajar aku dan memberikan kepadaku lidah seorang murid untuk berkata-kata dengan hikmat, sehingga aku mengetahui apa yang harus kukatakan kepada orang-orang yang letih lesu. Setiap pagi ia membangunkan aku dan mengajar aku serta membukakan pengertianku mengenai kehendak-nya.(FAYH)
      Kapan saja, dimana saja manusia dapat berkata-kata yang baik maupun kotor:
(yakobus 3:9)
Kita menggunakannya untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan bapa kita, tetapi juga untuk mengutuki sesama manusia, yang telah diciptakan menurut rupa Allah. (BIS)
            Lidah bisa baik, bisa juga membahayakan,
Melalui lidah benar bisa disalahkan dan salah juga bisa dibenarkan
Ø  Yakobus 3:1 “saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.” (tb)
Ø  Yakobus 3:1 “saudara-saudara! Janganlah banyak-banyak dari antaramu yang mau menjadi guru. Kalian tahu bahwa kita yang menjadi guru akan diadili dengan lebih keras daripada orang lain.”(bis)
Ø  Ada 2 penafsiran tentang apa yang dimaksud dengan ‘guru’ di sini:
Ø  1. Guru berarti pengajar Firman Tuhan/ orang yang mengenal Tuhan.
            guru dianggap sebagai orang yang mengetaui sesuatu lebih dari orang lain (anak didiknya). Maka guru dianggap sebagai sosok yang pengetahuannya lebih. Orang yang dianggap sebagai guru dalam kekristenan, tentu saja mereka adalah orang-orang yang mengerti tentang Firman Allah lebih dari orang lain.
Ø  Seorang pengajar Firman Allah akan dihakimi lebih berat karena mereka tahu lebih banyak tentang Firman Allah :
2. Guru bisa juga berarti “orang yang suka menghakimi / mengkritik”
            guru dalam artian lain bisa sebagai orang yang suka menggurui seringkali memberikan kritik saran dan teguran kadang-kadang mereka melakukannya pada saat yang tidak tepat dan ditempat yang tidak tepat.
Orang yang sok menggurui dapat pula diartikan suka mengkritik
Menghakimi orang lain dengan adil adalah sukar sekali, kita banyak sekali menghakimi orang dengan mulut kita tanpa mengetahui keadaaan sebenarnya dan semua akan mengarah kepada gosip yang sangat merugikan orang lain
Ada begitu banyak ayat yang berbicara mengenai lidah:
      Amsal 10:20 “lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya”.
      Amsal 10:31 “mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat.”
      Amsal 12:19 bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
      Amsal 15:2 lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.
      (yak 3:2)
      Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
      Dengan lidah kita dapat memuliakan tuhan tetapi dengan lidah pula juga dapat merusak/menyakiti sesama,
                  yakobus 3:2 mengingatkan kita bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurnah oleh karenanya kita sering membuat kesalahan (bersalah dalam banyak hal) secara khusus dalam hal perkataan.
                  oleh karena itu sangat penting untuk menjaga lidah (perkataan).
      “siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran”(amsal 21:23)
      Gambaran tentang lidah (perkataan) kekang dalam mulut kuda (ay 3) & kemudi kapal (ay 4)
            Artinya jika kita mampu mengendalikan lidah kita (perkataan), maka kita pun mampu mengendalikan kehidupan kita. Seperti kapal yang besar yang dikendalikan oleh kemudi yang kecil meskipun dibawah oleh angin yang keras. Demikian pulah kehidupan kita meskipun banyak hal disekitar kita yang mencobai kita.
“lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati”(amsal 15:4)
      Api (ay 6)
            artinya bahwa lidah merupakan sumber kejahatan yang dapat menyebarkan kejahatan keseluruh kehidupan kita. Seperti api kecil yang dapat membakar seluruh hutan.
            ada begitu banyak kerusakan yang terjadi setiap kali kita menggunakan lidah kita. Seperti anak panah yang tidak akan pernah kembali, demikian pula perkataan yang telah diucapkan tidak akan pernah dapat ditarik kembali.
            ada banyak kesusahan karena perkataan yang tidak benar/tidak baik:- melukai hati sesama.
            hati sesama yang terluka seperti, seorang sahabat yang telah minggalkan kita dan tidak akan pernah kembali.
      Amsal. 18:21: hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
      “ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (amsal 12:18)
            kita semua tidak sempurnah oleh karena itu kita sangat perlu pertolongan roh kudus agar kita dapat mengendalikan setiap perkataan kita agar kita tidak mengeluarkan setiap perkataan yang sia-sia yang justru menyakiti sesama kita serta merusak hubungan kita dengan sesama kita.
      Matius 12: 35-36 (TB)
35    Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
Mengeluarkan= mengucapkan (BIS), mengungkapkan (FAYH)
36    Tetapi aku berkata kepadamu: setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
Kata sia-sia = αργος argos => kata-kata kosong, kata-kata yang tidak berguna (BIS)
37    Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.“ => bersalah/tidak
Matius 12:35-37
      35 orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
      36  tetapi aku berkata kepadamu: setiap kata sia-sia (tidak berguna “BIS”) yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
      37  karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum (disalahkan “FAYH”).“
Perkataan yang keluar dari mulut kita harus dipertanggungjawabkan
      Buas (ay 7-8)
            sekali lagi lidah digambarkan sebagai sesuatu yang buas. Yakobus mengatakan bahwa setiap binatang dapat dijinakan oleh manusia tetapi lidah tidak seorang pun yang dapat menjinakannya.
Dijinakan=> dikuasai
Artinya bahwa kita mungkin dapat menguasai/menjinakan harimau yang buas sekalipun dengan segala usaha kita.
Tetapi untuk dapat menguasai/menjinakan lidah kita sendiri kita tidak akan pernah mampu.
Hanya tuhanlah yang dapat menolong kita.
      Dengan perkataan kita dapat memuji tuhan
      Dengan perkataan kita dapat memberkati/mengutuki
      Dengan perkataan kita dapat mengusir roh-roh jahat di dalam nama Tuhan Yesus
      Dengan perkataan kita dapat saling memotivasi
      Dengan perkataan kita dapat saling membangkitkan iman
      Dan dengan perkataan kita dapat menghancurkan hidup seseorang.
      Ada banyak peran lidah (perkataan) dalam kehidupan kita.
“perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”
Amsal 16:24 dan Yakobus 3:5 (bis)
“Begitu juga dengan lidah kita; meskipun lidah kita itu kecil, namun ia dapat menyombongkan diri tentang hal-hal yang besar-besar. Bayangkan betapa besarnya hutan dapat dibakar oleh api yang sangat kecil!”
Setiap perkataan (lidah) itu berkuasa!
      Ada banyak peran lidah (perkataan) dalam kehidupan kita.
“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”
Amsal 16:24. Dan Yakobus 3:5 (bis)
“Begitu juga dengan lidah kita; meskipun lidah kita itu kecil, namun ia dapat menyombongkan diri tentang hal-hal yang besar-besar. Bayangkan betapa besarnya hutan dapat dibakar oleh api yang sangat kecil!”
Setiap perkataan (lidah) itu berkuasa!
Ilustrasi:
Ø   Ada seorang ibu yang setiap hari selalu mengomeli anaknya. Ia mengatai anaknya bodoh, malas, nakal, tidak berprestasi, dan masa depan suram. Maka hal inilah yang tertanam di dalam hati anaknya bahwa ia adalah anak yang tidak berguna. Dan kata-kata itulah yang menjadi pedoman hidupnya. Hingga akhirnya perkataan inilah yang terjadi di masa depan anak tersebut yakni kehidupan yang suram.
Kata-kata yang lembut memberi kehidupan dan kesehatan; lidah yang pedas mengecilkan hati. (FAYH)
Amsal 15:4 & Efesus 4:29
“Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Ø  Penelitian 1:
      Bayi yang sering diajak ngobrol orang tua sejak dalam kandungan tumbuh lebih pintar (gunakan kata-kata yang positif).
Ø  Penelitian 2:
      Pernah ada satu penelitian di jaman romawi kuno, seorang kaisar mencoba membuktikan pentingnya kata-kata dan interaksi kasih-sayang dalam sebuah kehidupan:
      Penelitiannya terhadap 10 bayi yang baru lahir:
1. Kaisar memerintahkan kepada para perawat/ pengasuh untuk hanya memberi makan dan mengganti popok saja, tetapi tidak boleh mengajak bayi-bayi tersebut berbicara dan menimang/ menyentuh bayi dengan kasih-sayang.
2. Kalau mereka mengganti popok, ya hanya mengganti saja tidak boleh membelai/ menggendong. Ketika merawat bayi tersebut para perawat juga dilarang untuk berbicara satu sama lain.
3. Para bayi tidak diperbolehkan mendengar bunyi-bunyian.
4. Mereka ditaruh dalam ruangan khusus yang benar-benar sunyi dan tidak ada suara apapun.
5. Mereka dirawat dengan baik, di taruh ditempat yang bersih, diberi makan. Hanya saja mereka tidak boleh disentuh dengan kasih-sayang dan tidak diajak bicara.
      Apa hasilnya? Belum sampai berumur setahun bayi-bayi ini meninggal.
            Ini memberikan suatu jawaban bahwa manusia butuh komunikasi. Manusia adalah makhluk sosial kita perlu berbicara dengan orang lain. Manusia butuh sentuhan kasih sayang, manusia butuh ucapan kasih yang keluar dari mulut seseorang.
Komunikasi sangat penting dalam kehidupan kita
      Segala tindakan yang menyakiti dan menyiksa dengan kata-kata dikategorikan sebagai kekerasan verbal.
      Kekerasan verbal dapat terjadi dimana-mana, tidak terkecuali di rumah tangga, di kantor, di sekolah, di gereja, di perkumpulan/ organisasi, dimanapun.
      Para pelakunya pun bermacam-macam : laki-laki , perempuan, orang kaya/ miskin, orang berpendidikan/ tidak, anak-anak/ orang dewasa bahkan orang tua sekalipun.
      Kekerasan verbal bisa berupa makian, cacian, kata-kata tajam yang ditujukan untuk menusuk perasaan si korban.
      Contoh kata-kata yang digunakan: “kamu tidak berguna!”
      “kamu bodoh”
      “ini semua salahmu!”
      “kamu jelek”
      “dia itu payah!”
      “seleranya rendah”
      “hai monyet! …..
      Dll…..
      Sakit akibat kekerasan velbal (verbal abuse) kadang melebihi sakit yang diakibatkan oleh kekerasan fisik (physical abuse).
      Walaupun bekas luka dan bilur-bilur kekerasan fisik dapat disembuhkan, tetapi banyak luka yang diakibatkan oleh verbal abuse tetap selamanya menjadi luka dihati penderita, sakit yang tetap tinggal di hati kadang tidak sungguh-sungguh tersembuhkan.
      Kadang-kadang luka yang diderita akibat kekerasan verbal yang dialami semasa kecil, tetap menjadi masalah ketika orang itu beranjak dewasa.
Sungguh hebat luka akibat lidah ini.
Beberapa tindakan kekerasa secara verbal…….
      Berteriak
• menakuti anak kecil dengan kata-kata
mengatakan kamu bodoh; jelek, dll
• memanggil orang dengan julukan yang dia tidak suka
• mengutuki, dan memaki.
• menghina dengan kata-kata
• menjelek-jelekkan orang lain
• mempermalukan dihadapan orang lain
• mengancam akan membunuh
• mengatakan dihadapan anak-anak bahwa ayah/ ibu-nya menjijikkan
• berteriak kepada anak-anak
• menjuluki orang dengan background ras-nya
Akibat dari kekerasa verbal (kekerasan melalui perkataan):
1. Timbulnya rasa penolakan terhadap diri sendiri sebagai manusia.
2. Rusaknya harga diri, sehingga sulit untuk bergaul dan ikut kegiatan-kegiatan sosial.
3. Adanya teror dalam hidup yang menghancurkan masa depannya.
4. Berkurangnya moral. Karena dapat menyakiti diri sendiri secara moral/ merusak moralnya.
5. Kecenderungan untuk melakukan hal tersebut kepada orang lain.
      Pelaku kekerasan verbal terkadang tidak sadar bahwa kata-kata yang dikeluarkan itu menyakiti hati, mereka itu berdalih dan membenarkan diri sendiri dengan alasan-alasan klasik seperti ini:
Ø   saya kan hanya becanda, kenapa sih diambil hati.
Ø  Saya ini orangnya blak-blakan, masa bodoh dengan perasaan orang lain.
Ø  Dia terlalu sensitif sih , itu urusan dia, saya kan tidak bermaksud begitu.
Ø  Tidak ada maksud apa-apa kok. Saya cuman pingin dia itu ngerti!
Ø  Saya hanya mengingatkan saja. Dan lain sebagainya
Ilustrasi : paku di dinding
Kesimpulan:
  1. Dengan lidah kita dapat mengeluarkan perkataan yang baik dan buruk
  2. Setiap perkataan yang keluar tidak dapat ditarik kembali
  3. Setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan kepada tuhan
  4. Perkataan itu berkuasa
            Ibu-ibu yang dikasihi tuhan, kalau kita tidak menjaga perkataan/lidah kita maka kita dapat kehilangan kasih sayang, melukai sesama dengan kata-kata dan luka karenanya akan sulit untuk dihapus/dihilangkan.
            Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Bahkan terkadang lebih menyakitkan. Oleh karena itu marilah kita memohon pertolongan roh kudus agar kita dapat selalu mengendalikan lidah kita
(setiap perkataan kita).
      3 magic words (kata ajaib) 3 magic words (kata-kata ajaib ^_^) yang dapat membangkitkan semangat, rasa cinta dan hal-hal positif lainnya
Kolose 4:6
            hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu bagaimana kamu harus memberi jawaban kepada setiap orang.

Melakukan yang terbaik
Kol 3:17, Kol 3:23
PAL 8: Jum’at 4 November 2016
Pendahuluan:
            Surat Kolose ini dituliskan Rasul Paulus untuk mengemukakan ajaran Kristen yang benar dan menentang ajaran-ajaran yang salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu. Demikian pula saat ini ada banyak pengajaran-pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan yang dapat diterima baik dari lingkungan maupun dari media-media social. Pada bagian ini secara khusu Rasul Paulus memberikan pengajaran tentnag tindakan sebagai orang percaya.  Apa sajakah tindakan yang harus dilakukan oleh orang percaya?
1)      Melakukan tindakan didalam nama Tuhan (Kol 3:17)
-          TB       : Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan, atau perbuatan lakukanlah semuanya itu didalam nama Tuhan Yesus.
-          FAYH : Hendaklah segala ucapan dan perbuatan saudara layak mewakili Tuhan Yesus
-          BIS      : Segala apa yang kalian lakukan atau katakana haruslah itu dilakukan atas nama Tuhan Yesus.
Dari ke 3 versi terjemahan Alkitab ini setidaknya ada beberapa hal yang menjadi berkat bagi kita secara.
1.      Ayat ini mengingatkan bahwa setiap tindakan kita yang kita lakukan berarti kita sedang mewakili Allah. Karenanya, jangan kita lakukan/kerjakan dengan asal-asalan (ASB=Asal Bapak Senang). Tindakan yang kita lakukan dengan asal-asalan sama halnya kita sedang mewakili Allah dengan asal-asalan pula.
2.      Jika kita telah menyadari bahwa atindakan yang kita lakukan sama halnya kita sedang mewakili Allah maka kita harus selalu mendahulukan Tuhan dalam setiap hal yang kita lakukan maka kita harus selalu melibatkan Tuhan dalam setiap hal. Karena itu sebelum kita melakukan sesuatu terlebih dahulu kita datang kepada Tuhan meminta hikmat serta pertolongannya sehingga apapun yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan dan bukan sesuai dengan kehendak kita.
Dalam Alkitab dikatakan juga bahwa kita adalah hamba-hamba Allah/pekerja-pekerja Allah maka sebagai hambaNya Rasul Paulus mengajarkan. Apapun yang kita lakukan baik dalam perkataan maupun perbuatan kita sedang melakukan atas nama Allah (mewakili Allah) oleh Karena itu kita harus mendahulukanNya dalam setiap hal yang kita lakukan.
2)      Melakukan tindakan denga penuh ucapan syukur (Kol 3:17b)
-          TB       : Sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa Kita.
-          FAYH : ….Dan datanglah bersama Dia kehadirat Allah Bapa untuk bersyukur kepadaNya.
-          BIS      : Bersyukur kepada Allah Bapa untuk apa yang dilakukan Yesus bagiMu.
Dalam ayat ini menjelaskan kepada kita mengapa kita harus mengucap syukur kepada Tuhan atas setiap hal yang telah kita lakukan. Yaitu Karena, Tuhanlah yang sesungguhnya  sudah melakukannya bagi kita. Hal ini berarti tanpa pertolongan Tuhan kita tidak akan perna bisa melakukan segala hal dengan baik. Dalam hal pekerjaan, pelayanan dan lain sebagainya itu semua terjadi hanya oleh berkat pertolongan Tuhan.
Dalam terjemahan BIS dikatakan datanglah kehadirat Allah serta menaikan syukur kepadanya. Bersyukur (euchaisteo) artinya mengucap syukur, berterimakasih, mempersembahkan doa syukur. Oleh Karena itu sesuai dengan Firman Tuhan ini maka sudah selayaknya kita berterimakasih kepada Tuhan atas apa yang Ia lakukan dalam kehidupan kita.
3)      Melakukan tindakan dengan kesungguhan hati (Kol 3:23)
Karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap orang Kristen ialah ketaatan,ketulusan serta kesungguhan. Dalam Kol 3:23 ketiga hal ini digambarkan dengan melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Dalam beberapa terjemahan lain kata “segenap hati” diartikan dengan sungguh-sungguh dan senang hati (FAYH), dan sepenuh hati (BIS). Maka kata segenap hati artinya melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan dengan senang hati berarti tanpa paksaan.
Sebagai orang percaya ketiga hal inilah yang diajarkan Rasul Paulus pertama kita harus tahu bahwa kita sedang mewakili Allah dalam setiap tindakan kita dan oleh karenanya kita harus mendahulukanNya/melibatkanNya dalam segala hall dan yang kedua ialah kita harus menyadari bahwa hanya oleh pertolongan Tuhanlah kita dapat menyelesaikan pekerjaan kita oleh Karena  itu kita harus berterimakasih kepada Tuhan dengan kesungguhan hati dan yang ketiga papun yang kita kerjakan haruslah dilakukan dnegan kesungguhan,ketulusan,ketaatan dengan motivasi yang benar bahwa apa yang kita lakukan itu adalah untuk Tuhan. AMIN

Kekuatan Melalui Kelemahan
1 Korintus 1:18
Persekutuan Lapas: Jum’at, 12 Nov 2016
Pendahuluan:
            Menurut tradisi diabad ke 2 Rasul Paulus adalah orang yang tidak menarik, kecil, bahkan jelek dengan kepada botak dahi melengkung dan hidung yang bengkok. Para pengkritiknya mengatakan bahwa penampilan fisiknya lemah dan bicaranya tidak berarti (2 Kor 10:10). Jadi, ia tidak menarik untuk dilihat dan didengar semua kekurangannya ini membuat ia gagal mejadi seorang penginjil yang sukses (jhon stott, CCL).
            Pada masa itu ada 3 tipe/golongan umat di Korintus:
1.      Orang Yahudi yang menghendaki tanda (22a)
2.      Orang Yunani yang mencari hikamat (22b)
3.      Orang Korintus yang telah bertobat.
Pada masa itu banyak orang Korintus yang tidak memahami dasar dan adrti dari pemberitan injil (ay18).
1.      Bagi orang Yahudi dan Yunani
-          menganggap Salib (pengorbanan Kristus) adalah omong kosong atau kebodohan
-          orang Yahudi menghendaki tanda (mereka masih menantikan kedatangan Mesias/Juruselamat, mereka tidak percaya bahwa Tuhan Yesuslah Juruselamat yang telah dinubuatkan itu, orang Yahudi masih berpegang pada hokum taurat mereka mengira dengan amal perbuatan mereka akan selamat bdk Yak 14:6-7, orang Yahudi merupakan orang yang mempunyai kekuasaan, terhormat, mereka bersandar pada kekuatan mereka sendiri/mereka merasa tidak lemah bdk Rm 10:3).
-          Orang Yunani mencari hikmat (mereka menyobongkan intelektualitas, mereka mencari hikmat/pengetahuan, jadi salib merupkan hal yang tidak masuk akal bagi mereka bdk Ams 1)
Inilah beberapa alasan mengapa salib yang merupakan dasar dari pemberitaan Firman Tuhan serta pengorbanan Tuhan Yesus untuk melunasi hutang dosa manusia dianggap kebodohan bagi mereka.
*ilustrasi: 3 dosa=> 1 hari=3, 1 bln=30, 1thn= 1.080 dst (hanya oleh anugerah Tuhan melalui salib manusia diselamatkan).
            Orang yang memiliki kekuasaan,kekuatan,kehormatan sangat sulit untuk dapat membuka hati dan menerima kebenaran akan berita Firman Tuhan. Tetapi bukan berarti tidak ada. Kecuali, mereka mau mengakui kelemahan mereka dihadapan Tuhan, mengakui bahwa tanpa Tuhan mereka bukan siapa-siapa.
            Beberapa contoh orang-orang berkuasa dalam Alkitab yang menjadi percaya kepada Krisrtus:
-          Paulus=>Silah (Tarsus)     : memiliki kepandaian (intelektualitas yang cemerlang bdk Kis 22:3-4,6)
-          Krispus                              : kepala sinagoga di Korintus  bdk Kis 8:8
-          Gayus                                : cukup kaya untuk menyediakan tempat bagi jemaat bdk Roma 16:23,24.
-          Erastus                              : disebut sebagai bendahara negri.
2.      Bagi orang Kristen yang telah bertobat salib adalah kekuatan Allah (ay 26)
-          Orang Kristen Korintus bukanlah orang-orang yang menonjol dalam hikmat dan kekuasaan bdk 1 Kor 7:21.
-          Kuasa Allah bekerja di dalam kelemahan, jadi jika orang yang kuat/berkuasa ingin diselamatkanmereka harus mengakui kelemahan mereka dihadapan Tuhan. Jika tidak maka kasih karunia Allah tidak dapat menjangkau mereka.
Aplikasi:
-          Harus mengakui bahwa kita lemah
-          Membuka hati kita kepada TUhan agar diubahkan
-          semua raksaksa-raksaksa Allah adalah orang yang lemah (Abraham, Yakub, Daud, Paulus dll) oleh Karena itu jangan kita memegahkan diri.
-          Ada berkat yang kita dapat nikmati di dalam Kristus (ay 30): masa lalu (pembenaran kita), masa kini (pengudusan kita), masa depan (kemuliaan kita, termaksud penebusan tubuh kita)
Ilustrasi : 4 lilin
1)      Lilin 1 : aku adalah damai, namun manusia tidak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mamtikan diriku saja.
2)      Lilin 2 : aku adalah iman, sayangnya aku tak berguna lagi “manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah taka da gunanya aku tetap menyala”
3)      Lilin 3 : aku adalah cinta, tak mampu lagi aku tetap menyalah “manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna, mereka saling membenci bahkan membenci mereka yang mencintainya,membenci keluarganya”
ð  Seorang anak masuk (takut gelap)
4)      Lilin 4 : jangan takut, jangan menangis selama aku masih ada kita dapat tetap selalu menyalakan ketiga lilin lainnya yang telah padam. AKULAH HARAPAN.
Dari ilustrasi ini mengingatkan bahwa jangan pernah kita memadamkan harapan kita, tetapi marilah ktia selalu memiliki harapan dan tentunya harapan kepada Tuhan.
KESIMPULAN:
            Harapan yang ada dalam hati kita masing-masing dapat menghidupkan setiap lilin yang telah padam yakinlah selalu ada kekuatan melalui kelemahan.


           





HALAMAN PENGESAHAN

Setelah membaca dan melihat pelayanan yang telah di kerjakan, maka kami menyetujui dan mengesahkan laporan pelayanan ini.

                                                                                                                               

                                                                                                Curup, 28 Desember 2016





Majelis Jemaat                                                                                  Yang Melaporkan




(Pnt. Lukianus K  )                                                                         ( Stella Mulalinda )
Sekretaris                                                                                    Mahasiswa Praktek
                                                                                 


Mengetahui



( Pdt. Frans Ludji, M.A)
Gembala Sidang  GKII





[1] Hiperbola: gaya bahasa yang menggunakan sesuatu secara berlebihan.
[2] Pedang (Machaira) “a knife, figuratively war, judicial punishment: - sword” artinya pisau, kiasan perang,
   hukuman pengadilan:pedang, BIS:Perlawanan, bdk Luk 12:51 “Pertentangan”
[3] Memisahkan (Dichazo) artinya memisahkan, mengubah (seseorang) menjadi lawan.
[4] Musuh (ech-thros’) Dari kata dasar ἔχθω echthō (untuk membenci); kebencian (pasif: najis, atau aktif: bermusuhan); biasanya
   sebagai kata benda, musuh (terutama Setan): - musuh,
Subs: musuh.
[5] Layak (axios) “Worthy” artinya sesuai, layak, patut, sebanding
[6] Kecil (mikros) “little”artinya kecil,pendek, rendah, muda: subst: anak kecil
[7]BIS: Orang yang marah tidak dapat melakukan yang baik yang menyenangkan hati Allah. FAYH: Sebab amarah itu tidak dapat menjadikan kita baik, sebagaimana dituntut oleh Allah.
[8] Lemah lembut (πραυτης prautes artinya (mildness) “keringanan,kelembutan”, humility “kerendahan hati”).
[9] Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

Komentar


  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

kumpulan renungan warta jemaat GKII PLG Oktober 2017

Kumpulan Renungan Semester X Part 4 (STTIP)